Rabu, 06 Februari 2013

Alumni HMI Itu Lengkap, Cuma Presiden RI yang Belum!


Srie, - Sejumlah senior alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hadir dan menyampaikan sambutan pada acara pelantikan Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI), Selasa (5/2) malam kemarin, di Jakarta Covention Center (JCC).

Di antaranya, adalah mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mantan Ketua DPR RI, Akbar Tanjung dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Etik KAHMI, JK mengatakan, bahwa saat ini banyak alumni HMI yang menduduki berbagai posisi penting di negeri ini. Antara lain, banyak kader HMI yang sekarang menjadi pimpinan di hampir semua partai yang ada di Indonesia.

“Di semua partai ada orang KAHMI. Di Golkar, PKB, Demokrat, PAN,” kata JK, sebagaimana diberitakan di sini.

Dikatakannya, 30 persen anggota DPR saat ini adalah anggota KAHMI. Para penegak hukum, seperti KPK, MK, MA juga diklaim banyak yang anggota KAHMI. Sehingga, menurutnya, alumni HMI lengkap ada di mana-mana.

“Pengacaranya HMI, terdakwanya HMI. Lengkaplah kita,” ungkapnya yang langsung disambut tawa oleh alumni HMI serta undangan lainnya yang hadir.

Bantah Parpol Islam Menurun
Pernyataan JK ini sekaligus ingin membantah penilaian sejumlah pihak yang menyebutkan kecenderungan partai Islam di Indonesia saat ini mengalami penurunan.

Diungkapkannya, adanya sejumlah alumni HMI yang kini menjadi pimpinan berbagai partai politik menunjukkan bahwa partai-partai nasionalis itu justru menjadi Islami.

“(Trend) Partai Islam mengecil? Salah! Kalau Golkar Ketuanya saya dan Pak Akbar, apa bedanya dengan PPP. Kalau Demokrat ketuanya Anas, apa bedanya dengan PAN?” jelasnya.

Bangga Alumni HMI
Sementara itu, pada kesempatan berikutnya, mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung menyampaikan rasa kebanggaannya ketika bertemu alumni-alumni HMI di seluruh tanah air dengan beragam profesi yang digeluti.


“Saya sering bertemu anggota KAHMI, dari Aceh sampai Kupang. Kita merasa bangga terhadap alumni HMI, yang merupakan (alumni) organisasi (mahasiswa) terbesar di Indonesia,” kata Akbar yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, HMI yang kemarin berulang tahun ke-66 itu, merupakan salah satu organisasi tertua dan terbesar yang ada di Indonesia yang telah banyak melahirkan kader-kader penting bagi bangsa.

Ia juga menyebut alumni HMI yang banyak berkiprah di berbagai parpol, menduduki banyak jabatan penting di pemerintahan,  seperti di Kabinet, di lembaga legislatif, atau lembaga yudikatif. 

Banyak juga yang menjadi pengusaha, termasuk pula banyak yang aktif di lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“HMI merupakan organisasi tertua dan terbesar, serta banyak kadernya menduduki jabatan penting di pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai parpol. Ini terbukti HMI bisa membentuk pengkaderan di parpol,” tutur Ketua Majelis Penasehat KAHMI ini.

Capres dari Alumni HMI
Pada bagian awal pembukaan sambutannya, bahkan Akbar berharap agar pada Pemilu 2014 mendatang ada alumni HMI yang maju sebagai calon presiden (capres).

“Kenapa tidak, alumni HMI jadi Capres? Di sini banyak calon presiden. Ada Pak Wiranto, ada juga yang elektabilitasnya tinggi, Mahfud MD. Sayang, capres dari partai saya (Ical) tidak ada. Tapi, baiklah, Jusuf Kalla yang mewakili,” ujarnya, yang kembali disambut hadirin dengan senyujm dan gelak tawa.

Pada bagian lain, ia berharap agar KAHMI bisa menjadi forum silaturahmi bagi para anggotanya yang memiliki berbagai latar  belakang yang berbeda-beda.

“KAHMI diharapkan dapat terus membangun kekeluargaan, membangun silaturahmi serta wadah untuk pertukaran informasi, karena banyak alumni dari latar belakang yang berbeda-beda,” ujar mantan Ketua Umum PB HMI tahun 1971-1973 ini.

Ditambahkannya, ia berharap pula agar seluruh kader HMI dapat membangun bersinergi untuk bisa berkonstribusi dalam membangun bangsa. 

KAHMI diharapkan dapat berkonstribusi dalam memberikan gagasan-gagasan tentang rumusan masa depan bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila.

“Kita harapkan, KAHMI juga bisa memberikan dorongan kemaslahatan bangsa, terutama umat Islam dalam pembangunan bangsa yang berdasarkan Pancasila. KAHMI diharapkan mampu menjadi cermin Islam di Indonesia yang inklusif, moderat dan menghormati keanekaragaman, berorientasi kemajemukan bangsa,” tuturnya.  

Meng-Indonesia-kan Islam

Hal senada disampaikan pula oleh Mahfud MD, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI yang seolah menyitir kembali gagasan salah seorang tokoh HMI, yaitu almarhum Nurcholish Madjid tentang hubungan Islam dan ke-Indonesia-an.

Menurut Mahfud, misi KAHMI adalah ingin meng-Indonesia-kan Islam, dan sebaliknya bukan meng-Islam-kan Indonesia.

“Meng-Indonesia-kan Islam, yaitu menyesuaikan Islam dengan fakta-fakta karakter aslinya dengan pluralisme Indonesia. Berbeda dengan meng-Islam-kan Indonesia yang memberikan kesan memaksakan Islam untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Mahfud.

Presiden RI, Belum
Dalam catatan sejarah republik ini, mungkin hanya jabatan Presiden RI yang belum pernah diraih oleh alumni organisasi mahasiswa yang didirikan oleh almarhum Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947 di Yogyakarta itu.

Jabatan tertinggi  di pemerintahan adalah Wapres yang pernah diduduki oleh Jusuf Kalla (mantan Ketua HMI Cabang Makssar), saat bersama SBY sebagai presiden pada periode Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid pertama.

Pada acara pelantikan yang bertemakan “Memenangkan Masa Depan Indonesia” semalam, sejumlah alumni HMI lainnya turut hadir dan dilantik sebagai anggota presidium Majelis Nasional KAHMI yang dipilih pada awal Desember 2012 itu.  

Di antaranya adalah Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat), Bambang Soesatyo (Wakil bendahara Partai Golkar), Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Viva Yoga Mauladi (Anggota DPR RI, Ketua DPP PAN) dan Reni Marlinawati (anggota DPR RI dari PPP).

Turut hadir pula sejumlah tokoh nasional yang diundang, antara lain Wiranto (Ketua Partai Hanura), Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), dan M. Nuh (Mendikbud). *** [Srie]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar