Jumat, 01 Februari 2013

Anggaran Kurikulum Baru Rp 2,491 Triliun, Mendikbud Tak Khawatir Ada Hambalangisasi


Srie, - Mau tahu berapa persisnya anggaran dana yang harus disediakan oleh Kemdikbud untuk Kurikulum 2013? Ini penjelasan Mendikbud, Mohammad Nuh saat melakukan jumpa pers, Kamis (31/1) kemarin di kantornya.

Nuh mengatakan, total anggaran Kurikulum 2013 adalah sebesar Rp 2,491 triliun. Rinciannya, terdiri atas anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun (69,9%) dan anggaran tambahan sebesar Rp 751,4 miliar (30,1%).

Dari Rp 1,740 triliun anggaran melekat, Rp 991,8 miliar berasal dari dana APBN, sedangkan sisanya Rp 748,5 miliar berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Keseluruhan dana ini, kata Nuh, disediakan untuk pelatihan guru dan pengadaan buku bagi siswa dan guru.

Anggaran terbesar dialokasikan untuk penggandaan buku sebanyak 72,8 eksemplar dengan nilai Rp 1,2 triliun, dan pelatihan guru senilai Rp 1,09 triliun.

Harga satuan buku sendiri, termasuk pencetakan dan pengiriman, adalah Rp 7-8 ribu per eksemplar buku untuk jenjang SD. Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA, harga satuannya adalah Rp 17-20 ribu per eksemplar buku.

Terkait dengan anggaran tambahan, Nuh menjelaskan, penggunaannya untuk penyiapan dokumen kurikulum, penulisan buku, penggandaan  buku, pelatihan guru dan monev (monitoring dan evaluasi).

Pelatihan guru dilakukan secara berlapis, yaitu dimulai pelatihan bagi instruktur nasional, kemudian pelatihan bagi guru inti, dan terakhir pelatihan bagi guru kelas dan guru mata pelajaran.

Disinggung kaitannya dengan pihak DPR, Mendikbud menegaskan bahwa seluruh kegiatan dan anggaran pendidikan, termasuk untuk kurikulum baru ini, sudah dibahas bersama Komisi X DPR.

“Tidak mungkin membuat anggaran tanpa pembahasan dengan Komisi X, karena ini APBN,” kata Nuh, sebagaimana dikutip dari sini.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir anggaran kurikulum baru yang sangat besar ini akan dijadikan sebagai lahan korupsi baru, seperti yang terjadi pada proyek Hambalang di Kemenpora.

“Tidak perlu khawatir ada Hambalangisasi. Kita tidak ingin menambah perkoro. Oleh karena itu, dibahas secara terbuka,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi X dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah, mengingatkan Kemdikbud agar anggaran Kurikulum 2013 yang mencapai angka triliunan rupiah itu nantinya tidak menjadi kasus Hambalang Jilid II.

“Awalnya kan Rp 684 miliar, lalu pertemuan berikutnya naik jadi Rp 1,4 triliun. Katanya mau diambil dari DAK. Rinciannya bagaimana? Ini harus jelas. Jangan sampai jadi Hambalang kedua,” ujar Ferdiansyah, Senin (28/1), sebagaimana diberitakan di sini.

Hingga saat ini, implementasi Kurikulum 2013 masih terkendala oleh belum adanya rekomendasi Panja Kurikulum Komisi X DPR. 

Dana yang dialokasikan untuk pengadaan buku dan pelatihan guru masih “dibintangi” oleh Panja karena menganggap Kemdikbud belum menjelaskan secara matang dan gamblang mengenai rencana perubahan kurikulum tersebut.

"Kalau rekomendasi tidak sesuai dengan rencana pemerintah dan pemerintah tetap mau jalan, ya silakan saja. Tapi anggaran bisa saja ditahan," kata Ferdiansyah di jakarta, Rabu (30/1), sebagaimana diberitakan di sini.

Adanya tarik ulur antara DPR-Kemdikbud inilah yang membuat implementasi Kurikulum 2013 yang sedianya dimulai pertengahan Juli tahun ini diperkirakan terancam molor. Baca di Sini. *** [Srie]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar