Kamis, 21 Februari 2013

Dapat Restu Presiden SBY, Mendikbud Semakin Percaya Diri


Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh, semakin percaya diri untuk segera menerapkan   Kurikulum 2013 mulai bulan Juli tahun ini. 

Pasalnya, ia mengklaim telah memperoleh “lampu hijau” atau restu dari Presiden SBY terkait hal itu.

Menurut Nuh, arahan Presiden SBY yang meminta Kemdikbud untuk terus melakukan  sosialisasi kurikulum baru dengan baik yang disampaikan pada saat mengantarkan sidang paripurna kabinet, pada Senin (18/2) lalu, dianggap sebagai bentuk restu.

“Bapak Presiden menyampaikan yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi kurikulum, supaya dilaksanakan secara masif. Artinya, secara substansi beliau sudah bisa memahami bahwa Kurikulum 2013 ini penting,” kata Nuh, Selasa (19/2), di kantor Kemdikbud, Jakarta.

Nuh menjelaskan, berdasarkan atas arahan Presiden itu, pihaknya telah siap untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan lebih gencar lagi.

Dalam waktu dekat, dirinya akan segera memberikan instruksi kepada para pejabat di kementeriannya dan para kepala dinas di daerah, serta akan menggandeng organisasi guru, seperti PGRI untuk melakukan sosialisasi lebih baik lagi.

Apalagi, lanjutnya, implementasi kurikulum baru ini tidak ada penolakan dari para guru. Ia kembali mengklaim, bahwa guru-guru di seluruh Indonesia telah menunjukkan kesiapannya dan ada keinginan yang kuat untuk segera menerapkan kurikulum baru.

Bahkan, kata dia, dari sisi organisasi dan kelembagaan, dapat dipastikan belum ada yang meminta penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013.

“Semua pihak enggak ada yang minta (kurikulum) tunda, hanya minta dipersiapkan dengan baik. Kalau perorangan ada, tapi kelembagaan yang kita pegang,” ujarnya.

Mantan Rektor ITS ini juga menambahkan, kegiatan sosialisasi secara menyeluruh dapat menjadi jembatan antar berbagai pendapat berbeda yang selama ini masih ada mengenai kurikulum baru.

“Perbedaan pendapat itu sesuatu yang sangat wajar. Sehingga, dengan demikian, apa yang harus dilakukan memang sosialisasi. Seluruh pejabat bergerak untuk melakukan sosialisasi,” tandasnya.

Agaknya, mantan Menkominfo pada Kabinet SBY-JK ini terus menganggap sepi terkait masih adanya suara penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Antara lain, seperti apa yang disuarakan oleh para anggota DPR dan Koalisi Pendidikan Tolak Kurikulum 2013, yang kembali meminta pemerintah untuk membatalkan pergantian kurikulum karena dinilai ada banyak kejanggalan dan persiapan yang masih minim.

Apalagi, ketika Nuh merasa telah mendapat restu secara langsung dan terbuka dari Presiden SBY, maka pihaknya menganggap sudah tidak ada lagi masalah yang krusial terkait implementasi Kurikulum 2013.

“Yang penting dari para guru ada keinginan untuk melakukan, itu yang penting. Dan, saya tangkap itu sangat kuat,” pungkasnya. *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar