Sabtu, 23 Februari 2013

Didukung 3 Parpol Besar, Kini Kemdikbud Fokus Distribusi Buku Kurikulum 2013


Srie, - Meski masih ada suara-suara penolakan atas Kurikulum 2013, sejak beberapa hari lalu,  Mendikbud, Mohammad Nuh, merasa optimis programnya akan berjalan aman. Termasuk pula, aman dalam hal persetujuan anggaran kurikulum oleh DPR.

Pasalnya, hingga saat ini saja, Kemdikbud telah memperoleh dukungan dari tiga partai politik besar di DPR terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. Ketiga partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDIP.

Setelah dukungan politik dianggap cukup, kini Kemdikbud mulai berkonsentrasi pada penyebaran jutaan eksemplar buku kurikulum baru kepada para siswa dan guru di seluruh Indonesia.

“Kemdikbud sekarang fokus untuk mempersiapkan buku baru dan pelatihan guru. Nama-nama guru yang akan menjalani pelatihan kurikulum baru sudah diserahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota. Jadi, para guru diharap untuk mempersiapkan diri,” kata Nuh, Jum’at (22/2), di Jakarta.

Nuh menjelaskan, untuk kegiatan pendistribusian jutaan buku ini, seluruh biaya yang dibutuhkan adalah menggunakan anggaran uang milik negara.

“Tetapi, bukan semuanya dari anggaran kemdikbud. Anggaran Kemdikbud hanya untuk pengadaan buku SD dan SMK. Sedangkan untuk buku SMP dan SMA menggunakan anggaran dana transfer daerah,” ujarnya.

Rampung

Ia menuturkan, saat ini rencana pengadaan dan distribusi buku kurikulum baru sudah rampung semuanya. Penentuan calon penerima buku itu pun, kata dia, sudah ditetapkan seluruhnya.

Berdasarkan data rekapitulasi yang dimiliki Kemdikbud, tercatat alokasi terbanyak buku baru adalah untuk tingkat SMP, yakni sebanyak 32,5 juta eksemplar. Dengan harga satuan Rp 26.500,- per eksemplar, maka total anggaran yang disediakan untuk jenjang SMP adalah sebesar Rp 864,273 miliar.

Berikutnya, untuk buku baru jenjang SD tercatat sebanyak 25,9 juta eksemplar. Dengan harga satuan Rp 10.400,- per eksemplar, maka total anggarannya adalah Rp 269,9 miliar.

Terakhir, untuk jenjang SMA dan SMK, buku yang akan didistribusikan mencapai 4,4 juta eksemplar. Dengan biaya satuannya sebesar Rp 23.700,-, maka total anggarannya adalah sebesar Rp 106 miliar.

Buku SMP Terbanyak

Dilihat dari segi variasinya, buku baru untuk jenjang SMP ini adalah jumlah yang terbanyak. Karena, pengadaannya meliputi hampir untuk semua mata pelajaran yang ada. Yaitu, mapel Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, dan Prakarya.

Sementara itu, untuk jenjang SD, jumlah varian bukunya adalah yang paling sedikit. Yakni, cuma dua varian saja, terdiri atas buku mapel pendidikan agama dan buku tematik siswa yang di dalamnya mengintegrasikan seluruh substansi mapel yang ada sebelumnya.  

Dari contoh yang ada, diketahui, misalkan untuk kelas I SD, buku tematiknya terdiri atas 8 tema, antara lain tema “Diriku”, “Kegemaranku”, “Keluargaku”, dan “Benda, Binatang dan Tanaman di Sekitarku”.

Sedangkan buku tematik pada kelas IV SD terdiri atas 9 tema, antara lain tema “Indahnya Kebersamaan”, “Selalu Hemat Energi”, “Menghargai Jasa Pahlawan”, dan “Makanan Sehat Bergizi”. [Baca juga: Ini, Contoh Buku Tematik Integratif Untuk SD]

Adapun jenjang SMA/SMK hanya terdiri atas tiga varian buku baru saja, yaitu buku untuk mapel Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia dan Sejarah Indonesia. Sedangkan untuk mapel lainnya, masih akan menggunakan buku teks lama yang ada saat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dukungan terakhir atas pergantian kurikulum, diperoleh Kemdikbud dari Partai Golkar, yang dinyatakan secara langsung oleh Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie, pada Senin (18/2) lalu. *** [Srie].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar