Sabtu, 16 Februari 2013

Dirjen Dikdasmen: Suara Sumbang Ada, Dukungan Kurikulum 2013 Jauh Lebih Banyak

Dirjen Dikdasmen, Suyanto (kiri)/duniajogja.com

Srie, - Penerapan Kurikulum 2013 sudah dicanangkan secararesmi oleh Wapres Boediono, pada saat pembukaan Rembuknas 2013, Senin (11/2) lalu. Akan tetapi, masih saja ada suara penolakan atas kurikulum pengganti KTSP itu.
Banyak alasan yang dilontarkan oleh mereka yang menolak kurikulum baru. Mulai dari penyebutan adanya banyak kejanggalan, persiapan yang masih minim, hingga banyak guru di daerah yang masih belum siap.
Bahkan, ada pula yang menuding adanya motif proyek yang lebih kuat di balik pergantian kurikulum, hingga mengaitkan dengan kepentingan politik jelang Pemilu 2014.
Lantas, bagaimana tanggapan dari pihak Kemdikbud? Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud, Suyanto membantah semua alasan penolakan itu. Karena, menurutnya, penyusunan Kurikulum 2013 sudah dilakukan secara matang.
Meski diketahui masih adanya penolakan dari sejumlah unsur masyarakat, namun ia menegaskan bahwa pemberlakuan Kurikulum 2013 akan tetap dimulai pada Juli 2013 mendatang.
Bahkan, Suyanto mengklaim, kelompok masyarakat yang mendukung Kurikulum 2013 jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang dinilai bersuara sumbang menolak pergantian Kurikulum KTSP.
"Suara sumbang dan kurang respons memang masih ada, tetapi suara yang melakukan dukungan jauh lebih banyak, apalagi dalam pembuatan kurikulum baru ini berdasarkan kajian cukup lama," ujar Suyanto, Kamis (14/2), saat usai menjadi pembicara dalam Pertemuan Komisi X DPR RI dengan Dinas Pendidikan Kaltim, di Samarinda.
Menurut Suyanto, kurikulum baru yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru pada tahun ini tidaklah muncul secara tiba-tiba. Akan tetapi, lanjutnya, sudah dilakukan penelitian dan persiapan oleh Kemdikbud sejak tahun 2010.
Ia menegaskan pula, bahwa dalam proses penelitian itu pihaknya melibatkan para guru. Diakuinya, tidak semua guru yang berjumlah sekitar 2,9 juta orang di seluruh Indonesia terlibat secara langsung dalam penelitiannya.
Meski begitu, kata dia, mereka yang dianggap mewakili para guru yang jumlahnya jutaan itu tetap dilibatkan dalam penelitian terkait perubahan kurikulum.
Selanjutnya, Suyanto mennyatakan, bahwa semua daerah yang dikunjunginya, termasuk Kaltim, telah menyatakan dukungannya atas penerapan Kurikulum 2013.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Musyahrim membenarkan pernyataan Dirjen Dikdasmen itu. Menurutnya, jajaran Disdik Kaltim sudah menyiapkan diri dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam penerapan kurikulum baru.
Bahkan, pihaknya akan menambah jumlah sekolah yang akan menerapkan kurikulum 2013 mulai tahun ajaran baru pada pertengahan Juli nanti.
"Apabila Kemendikbud hanya mampu melakukan uji coba kurikulum baru kepada 30 persen sekolah, maka Disdik Kaltim akan menambahkan jumlah sekolah yang akan diuji coba," kata Musyahrim, pada kesempatan acara yang sama.
Ia menambahkan, pemprov Kaltim juga sudah menyiapkan anggaran untuk penguatan tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk kelembagaannya untuk mendukung penerapan Kurikulum 2013 yang dimulai pada pertengahan tahun ini.
Musyahrim menyampaikan hal itu, terutama untuk menjawab pertanyaan mengenai kesiapan Kaltim dalam implementasi Kurikulum 2013 yang dilontarkan oleh hampir semua anggota Komisi X DPR RI yang hadir dalam acara tersebut.
Anggota Komisi X dan Panitia Kerja Kurikulum yang hadir dalam acara itu, antara lain Utut Adianto, Asman Abnur, Rinto Subekti, Jefirstson Riwu Kore, Venna Melinda, Oelfah As Hermanto, Raihan Iskandar, Eko Hendro Purnomo, Reni Marlinawati, Abdul Hamidhid, dan Herry Lontung Siregar.
Gubernur Kaltim Siap Dukung
Sementara itu, saat ditemui di acara Rembuknas 2013 lalu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, menyambut baik Kuirkulum 2013, dan menyatakan bahwa daerah yang dipimpinnya telah siap untuk melaksanakannya sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud.

“Kalimantan Timur sudah siap melaksanakan Kurikulum 2013,” tegas Awang, Senin (11/2), saat menjadi narasumber pada acara Rembuknas 2013, di Depok, Jawa Barat.
Bahkan, lebih jauh dirinya telah merencanakan akan menambahkan muatan lokal pada Kurikulum 2013, seperti pendidikan anti korupsi, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan anti narkoba, dan pendidikan seni budaya daerah.
“Kemudian, kami juga menyediakan anggaran yang cukup untuk sosialisasi Kurikulum 2013, pengadaan buku gratis bagi siswa sesuai Kurikulum 2013, pengadaan buku guru, dan menyelenggarakan pelatihan guru,” tegasnya.
Beberapa waktu sebelumnya, Mendikbud, Mohammad Nuh, sempat mengatakan, bahwa banyak politisi yang kurang memahami suara di daerah yang dinilainya justru telah siap menerapkan kurikulum baru. [Baca: Tanpa Bikin Silabus, Mendikbud Klaim Guru di Daerah Antusias Terapkan Kurikulum 2013]. *** [Srie].

Catatan: Baca juga

1. Mendikbud: Bukan Masanya Lagi Wacana Pro-Kontra Kurikulum 2013

2. Aburizal Bakrie: Golkar Dukung Kurikulum 2013


1 komentar:

  1. Yth, Bapak Menteri untuk kurikulum 2013 buku untuk siswa itu dapat atau tidak sebab untuk sekolah di sma n12 tangerang siswa diwajibkan beli di sekolah, dan lebih kasihan pada siswa itu dalam 1 satu) kelas isinya 50 anak, sampai ada yg duduk pakai bangku plastik seperti di warung bakso. Setahu saya saat penerimaan secara online hanya 260 anak, akan tetapi begitu masuk tahun ajaran baru menjadi 500 lebih anak didik yg diterima. Mohon Dikdasmen pusat meninjau hal ini. Terima kasih.

    BalasHapus