Senin, 11 Februari 2013

Mendikbud: Anggaran Kurikulum Baru Aman, Guru Tepuk Tangan dan Very Welcome


Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh, mengaku tidak cemas terkait pembahasan anggaran Kurikulum 2013 yang belum tuntas di DPR.

Bahkan, meski pernah diberitakan DPR menolak pencairan anggaran yang diajukan Kemdikbud, dirinya merasa sudah yakin, bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk implementasi kurikulum baru itu sudah aman.

“Coba sampean (anda, -red) lihat, apakah saya tampak cemas? Tidak kan. Berarti urusan anggaran sudah aman,” kata Nuh, saat masih berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (10/2) kemarin sebagaimana diberitakan di sini.

Menurut Nuh, meskipun pembahasan dengan pihak DPR terkesan cukup alot, terutama menyangkut anggaran, namun pada akhirnya implementasi Kurikulum 2013 dapat diresmikan pada Senin (11/2) ini oleh Wapres Boediono, bersamaan dengan acara Rembuknas 2013. [Baca di sini]

Ia mengingatkan, bahwa saat ini tidak masanya lagi untuk membahas apakah kurikulum baru pengganti KTSP 2006 itu akan jadi diterapkan ataukah tidak. Sekali lagi, Nuh menggunakan alasan, bahwa urusan penetapan kurikulum sepenuhnya adalah wewenang pemerintah.

Alasan lainnya, kata Nuh, Kurikulum 2013 itu sangat penting dan mendesak untuk segera dijalankan, karena untuk menyesuaikan tuntutan kebutuhan adanya pendidikan terbaru.

"Jadi dalam Rembuknas besok (hari ini, red) kami bersama seluruh kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota, dibahas pematangan implementasi kurikulum 2013.  Kemendikbud akan meminta masukan terhadap skenario penerapan kurikulum 2013 yang telah kami tetapkan,” ujarnya.

Very Welcome

Nuh menandaskan, bahwa pihak-pihak utama yang terkait dengan pelaksanaan kurikulum baru sudah siap dan kompak untuk menjalankan Kurikulum 2013. Di antara pelaku utama itu, menurutnya, adalah para guru.

Dari serangkaian kunjungannya ke berbagai daerah, mantan Rektor ITS ini, memastikan bahwa para guru dan pemda telah siap untuk melaksanakan kurikulum baru.

“Hampir semua guru setelah saya jelaskan tepuk tangan. Very Welcome. Apakah itu tandanya mereka menolak?” ujarnya.

Ia menambahkan, jika saat ini masih ada pihak-pihak yang belum paham mengenai penerapan kurikulum baru tersebut, maka dianggap wajar dan tidaklah terlalu menjadi soal. Alasannya, karena hingga saat ini memang belum ada pelatihan.

"Kalau nggak bisa, tinggal dilatih. Kalau sekarang ini kan belum pelatihan," tuturnya, sebagaimana dilansir di sini.

Dijamin

Mantan Menkominfo ini menjamin, jika pelatihan  itu sudah dilakukan, maka para guru dapat dipastikan akan dapat memahami kurikulum baru itu dengan baik.

Penyusunan sistem, kata Nuh, adalah tugas kementerian. Sedangkan, pihak penyelenggaran pendidikan, yaitu guru, kepala sekolah, serta dewan pembina sekolah tinggal melaksanakannya.

“Yang paling menentukan itu, pemerintah sudah siap di sisi supply-nya. Demand-nya kan guru. Mau nggak dia, kalau mau selesai,” tandasnya.

Nuh menjelaskan, nantinya di setiap kabupaten/kota akan diberikan petunjuk teknis implementasi Kurikulum 2013, bersamaan dengan pelaksanaan pelatihan yang akan dimulai Maret hingga Mei 2013.

“Sehingga, awal Juli sudah sampai di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pihak Komisi X DPR hingga saat ini masih mempersoalkan pengajuan anggaran Kurikulum 2013 oleh Kemdikbud yang dinilainya terus berubah-ubah, dan nilainya membengkak secara spektakuler. [Baca: Anggaran Kurikulum Baru Membengkak Spektakuler, Belum Clear]. *** [Srie]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar