Senin, 25 Februari 2013

Mendikbud Bantah Tudingan Kurikulum 2013 Gersang Budaya


Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh, membantah tudingan sejumlah pihak, yang mengatakan bahwa Kurikulum 2013 gersang dari nilai-nilai budaya, karena isinya cuma menekankan pada aspek kognitif, logika ilmiah dan sains semata.
Ia pun membantah anggapan pihak tertentu yang mengatakan bahwa pembentukan sikap tidak bisa dilakukan melalui mata pelajaran, seperti Matematika atau Kimia sesuai dengan apa yang terdapat pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.
Nuh mengatakan, bahwa desain Kurikulum 2013 tidak hanya menekankan pada aspek kognitif semata, tapi sekaligus juga untuk mengatasi kegersangan budaya.
Menurutnya, kegersangan budaya, akan berakibat pada munculnya perilaku yang tidak berbudaya. Antara lain, terlihat dari lontaran kata-kata atau pernyataan kasar seseorang yang tidak berdasar.
“Perilaku tidak berbudaya itu, ada pada kehidupan sehari-hari. Kurikulum 2013 justru didesain untuk mengatasi kegersangan budaya,” kata Nuh, usai meresmikan Politeknik Banyuwangi menjadi berstatus negeri, Minggu, (24/2), di Banyuwangi, Jawa Timur.
Atas dasar itu, ujar Nuh, maka pendidikan seni dan budaya masih tetap dipertahankan di Kurikulum 2013. Adapun filosofinya adalah tidak pada keseragaman budaya (culrure uniformity), tetapi keberagaman budaya (culture diversity).
Nuh kembali mengulangi, bahwa salah satu alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah perlunya perbaikan sikap pada siswa.
Menjurutnya, selama ini banyak pihak yang memberikan masukan agar pendidikan tidak hanya menekankan pada hapalan, tetapi yang terpenting, lanjutnya, pendidikan harus bisa membentuk sikap para pelajar.
“Karena itulah, standar kompetensi lulusan dalam Kurikulum 2013 adalah peningkatan dan keseimbangan kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Untuk memastikan hal itu terpenuhi, maka setiap mata pelajaran mesti dikaitkan dengan pembentukan sikap,” jelasnya.
Ia mengingatkan, bahwa pembentukan sikap pada siswa, tidak hanya bisa dilakukan melalui mata pelajaran agama saja. Namun, lanjutnya, juga bisa dilakukan melalui mata pelajaran lainnya.
Alasannya, kata Nuh, karena kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran bisa dikaitkan dengan pembentukan sikap.
Tampaknya, pernyataan Mendikbud ini dapat diartikan sebagai bantahan atas pernyataan Sekjen FSGI, Retno Listyarti, pada pertengahan Februari lalu,  yang mengatakan Kurikulum 2013 dinilai lucu dan membingungkan. [Baca: Sekjen FSGI: Kurikulum 2013 Lucu dan Bingung, Ajarkan Disiplin Tiru Elektron].
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Mantan Rektor ITS ini menerangkan, bahwa pada kurikulum baru itu, pendidikan agama mengalami penambahan isi materi, yang substansinya ditambah dengan materi budi pekerti. Sehingga, kata dia, nama mata pelajarannya sedikit berubah menjadi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Penambahan materi, lanjutnya, berakibat pula pada penambahan jumlah jam belajar. Untuk jenjang SD, yang sebelumnya hanya dua jam, bertambah menjadi empat jam pelajaran. Sedangkan, untuk jenjang SMP dan SMA, berubah dari dua jam menjadi tiga jam pelajaran.
Dalam pelajaran agama itu, ungkapnya, pendekatannya nanti akan diarahkan pada kehidupan keagamaan yang toleran dan penuh kasih sayang untuk semuanya, atau istilah dalam agama Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.
“Pendekatannya pun diarahkan pada kehidupan keagamaan yang toleran dan kasih sayang bagi semuanya, atau rahmatan lil ‘alamin. Jadi, jauh dari mencetak tukang saja,” tandas Nuh.
Agaknya, pernyataan terakhir Nuh itu sekaligus pula untuk menegaskan kembali, ke mana arah bantahan itu dialamatkan.
Awal pekan lalu, dosen dan pakar kelautan  ITS, Daniel Mohammad Rosyid, menuding Kurikulum 2013 hanya akan menghasilkan generasi tukang atau pekerja saja. [Baca: Pakar ITS: Kurikulum 2013, Paradigma Pabrik Abad 17-18].
“Kalau Kurikulum 2013 ini berhasil, hanya akan menghasilkan tukang dan pekerja saja. Ini seperti kembali lagi pada abad 17-18. Ini paradigma pabrik,” kata Daniel, Senin (18/2) pada Diskusi Publik Kurikulum 2013 yang diadakan oleh FPG, di Gedung DPR, Jakarta. *** [Srie].

10 komentar:

  1. terima kasih informasinya sangat membantu

    BalasHapus
  2. infonya sangat bagus dan menarik

    BalasHapus
  3. Info yang diberikanbagus dan luar biasa

    BalasHapus
  4. informasi yang di berikan sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. terima kasih telah berbagi informasi yang menarik dan bermanfaat ini

    BalasHapus
  6. beritanya sangat bagus dan menarik

    BalasHapus
  7. sukses selalu ya, webnya sangat informatif sekali.

    BalasHapus
  8. terima kasih sudah share, di tunggu informasi berikutnya

    BalasHapus
  9. terimakasih atas informasi yang sudah diberikan dan salam sukses

    BalasHapus
  10. beritanya menarik sekali, di tunggu berita berikutnya

    BalasHapus