Minggu, 17 Februari 2013

Mendikbud: Bukan Masanya Lagi Wacana Pro-Kontra Kurikulum 2013

Srie, - Meski, pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah dicanangkan oleh Wapres Boediono, pada Senin (11/2) lalu, namun masih saja terdapat suara-suara penolakan dari sejumlah pihak. [Baca: Ada 6 Kejanggalan, Kurikulum 2013 Ditolak].

Menanggapi hal itu, Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, bahwa saat ini bukan masanya lagi untuk berwacana pro-kontra atau mendukung dan menolak terhadap kurikulum pengganti KTSP itu.

“Saat ini, Kurikulum 2013 sudah bukan lagi wacana mendukung atau menolak, tetapi sudah masuk masa implementasi,” kata Nuh, Sabtu (16/2), saat berbicara pada acara Rembuknas Pendidikan Muhammadiyah, di kampus Uiversitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur.

Menurut Nuh, pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah diperlukan. Alasannya, karena kurikulum yang sudah dikembangkan tersebut sudah banyak diterapkan oleh sekolah-sekolah yang selama ini sudah dianggap maju.

Artinya, kata Nuh, penerapan Kurikulum 2013, sebenarnya merupakan pengadopsian dari kurikulum di sekolah-sekolah maju untuk semua jenis sekolah di tanah air.

Sementara itu, pada acara yang sama, Rektor UMM, Muhadjir Effendy menegaskan sikap Muhammadiyah terhadap Kurikulum 2013.

Menurut Muhadjir, posisi Muhammadiyah bukan berada pada posisi mendukung atau menolak, tapi dalam posisi siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013.

“Sikap tersebut, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, ketika membuka Rembuknas,” kata Muhadjir.

Muhamadiyah dan NU Dukung

Pada Januari lalu, Din Syamsuddin sempat menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013. Alasannya, kata Din, apa yang sedang ditempuh oleh Kemdikbud sejalan dengan apa yang diperjuangkan oleh Muhammadiyah.

“Perubahan untuk menjadi yang lebih baik, seperti halnya perubahan Kurikulum 2013 adalah sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah. Karena itu, bukan hanya mendukung sepenuhnya, tapi kami juga akan mengawali untuk menggelar pelatihan bagi guru-guru di sekolah Muhamadiyah,” kata Din, Senin (21/1), saat acara kunjungan silaturahmi Mendikbud di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Secara terpisah, dukungan yang senada diungkapkan pula oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif, Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Zainal Arief Junaedi, saat Mendikbud hadir pada pelaksanaan acara Rakernas LP Ma’arif di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

“Kami siap untuk melaksanakan dan menjalankan Kurikulum 2013 ini, karena memang tidak ada alasan untuk tidak menjalankan sesuatu yang baik untuk masa depan anak-anak bangsa,” kata Zaenal, Senin (21/1).

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Nuh mengatakan, dukungan dari kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu, merupakan dukungan riil yang sangat berarti bagi Kemdikbud dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. *** [Srie]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar