Rabu, 20 Februari 2013

Tidak Ada Hubungan, Pergantian Kurikulum dengan Pemilu 2014!

Srie, - Wamendikbud, Musliar Kasim, kembali membantah tudingan yang dialamatkan pada kementeriannya terkait program pergantian kurikulum.
Kali ini, ia membantah tudingan adanya permainan anggaran Kurikulum 2013 yang berubah-ubah dan membengkak spektakuler untuk kepentingan politik jelang Pemilu 2014.
“Kami bukan orang politik. Jadi, tidak ada hubungan sama sekali dengan masalah politik. Perubahan kurikulum ini juga tidak ada kepentingan uang,” kata Musliar, pada Diskusi Publik Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh FPG, Senin (18/2), di gedung DPR, Jakarta.
Musliar menambahkan, anggaran pergantian kurikulum yang totalnya mencapai Rp 2,491 triliun digunakan terutama untuk persiapan pelatihan guru dan pengadaan buku.
Dalam anggaran tersebut, lanjutnya, sudah termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan digunakan untuk pengadaan buku siswa dan guru tingkat SMP, SMA dan SMK.
Terkait masih banyaknya kritik dari masyarakat terhadap Kurikulum 2013, mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang ini menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk menerima berbagai masukan.
Jika ada pihak yang merasa memiliki gagasan untuk menyempurnakan kurikulum baru, kata Musliar, maka dipersialakn untuk memaparkannya.
“Kami membuka diri untuk masukan. kalau perencanaan kurikulum tidak baik, tolong ditunjukkan caranya yang baik seperti apa,” tandasnya.
Akhir pekan lalu (15/2), salah seorang anggota Koalisi Tolak Kurikulum 2013, Jerry Sumampow melontarkan tudingan keras terhadap anggaran Kurikulum 2013.
Disebutkannya, megaproyek kurikulum baru senilai Rp 2,491 triliun hanyalah akal-akalan untuk penggalangan dana jelang Pemilu 2014.
“Ini salah satu cara pasti untuk mendapatkan dana. Hampir semua korupsi itu paling banyak di sisi pengadaan barang, proyek buku. Proyek pengadaan 2,4 T dalam waktu 2014 tidak logis, pasti untuk partai, sekalipun menterinya bukan orang partai,” tandasnya. [Baca: Dituding Megaproyek Jelang Pemilu 2014, Kurikulum Baru Akan Digugat ke PTUN]
Sebelumnya, Wamendikbud, juga membantah tudingan dari kelompok yang sama bahwa perubahan kurikulum yang dilakukan oleh Kemdikbud menggunakan logika terbalik. [Baca: Wamendikbud Bantah Tudingan Logika Terbalik Perubahan Kurikulum]. ***[Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar