Selasa, 19 Februari 2013

Pakar ITS: Kurikulum 2013, Paradigma Pabrik Abad 17-18


Srie, - Penolakan atas Kurikulum 2013 masih terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. Kali ini, disampaikan oleh pakar pendidikan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Daniel Mohammad Rosyid.
Dosen teknik kelautan di kampus yang pernah dipimpin oleh Mendikbud, Mohammad Nuh ini, justru menuding Kurikulum 2013 akan membawa bangsa ini mundur jauh ke belakang, seperti halnya apa yang terjadi pada abad ke-17 dan 18.
Alasannya, kata Daniel, kurikulum baru yang sangat diandalkan oleh Mendikbud itu justru hanya akan menghasilkan generasi tukang dan pekerja saja, yang didasarkan atas paradigma pabrik yang berlaku pada 3-4 abad yang lampau.
“Kalau Kurikulum 2013 ini berhasil, hanya akan menghasilkan tukang dan pekerja saja. Ini seperti kembali lagi pada abad 17-18. Ini paradigma pabrik,” kata Daniel, Senin (18/2) pada Diskusi Publik Kurikulum 2013 yang diadakan oleh FPG, di Gedung DPR, Jakarta.
Dalam penilaian Daniel, pendekatan Kurikulum 2013 terlalu ilmiah, karena lebih mengedepankan materi matematika dan sains. Padahal, lanjutnya, anak-anak juga membutuhkan unsur artistik, agar memiliki kompetensi yang seimbang.
Sayangnya, lanjutnya, Matematika dan Sains selalu dikedepankan, sedangkan unsur seni dan budaya selalu disisihkan. Dalam hal ini, ia menyarankan para guru untuk menolak kurikulum baru.
"Jadi, sebaiknya kurikulum tidak terlalu ilmiah dan obyektif. Selama ini, manusia hanya dijadikan obyek. Manusia itu subyek. Kalau begini, menurut saya, guru harus menolak," tandasnya.
Penolakan atas Kurikulum 2013 juga dilakukan oleh beberapa tokoh yang tergabung dalam Koalisi Tolak Kurikulum 2013, pada akhir pekan lalu. Mereka menilai ada 8 kejanggalan pada kurikulum baru pengganti kurikulum KTSP itu.
Meski begitu, Mendikbud, Mohammad Nuh, masih tetap yakin, bahwa kurikulum baru yang kini memasuki tahap implementasi itu banyak mendapat dukungan masyarakat.
Bahkan, ia pun menyindir mereka yang masih menolak kurikulum baru dengan mengatakan bahwa sekarang sudah masanya implementasi, bukan lagi masanya berwacana menolak atau mendukung kurikulum baru. *** [Srie]

10 komentar:

  1. Kurikulum 2013 terbaik dibandingkan kurikulum sebelumnya. Landasan akademik dan empirisnya jelas dan sesuai dengan perkembangan alamiah peserta didik yang suka mengamati, menanya, dll. Saya sebagai praktisi mendapat pencerahan.

    BalasHapus
  2. mengamati gmn...wong mata pelajaran Ipa yg di dalamnya da materi tentang metode ilmiah malah dihapuskan.trus guru ipa nanti ngajar apa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil uji publik, IPA SD tetap ada untuk kelas IV, V dan VI begitu juga IPS

      Hapus
    2. Anda sudah baca dengan tuntas bahan uji publik kur 2013, di SMK pelajaran IPA dihapuskan saya dan teman-teman yg sudah tersertifikasi sbg guru IPA kebingungan nanti harus mengajar apa...bukankah itu sama saja dgn mengebiri kami sbg guru.Ko pemikirannya ga smpe kesitu ya?aneh ya ada kurikulum malah menghilangkan mata pelajaran.KKPI di SMK yg jd bekal kemampuan untuk siswa dalam belajar komputerpun tdk ada...bukankah skr jaman TI?begitupun pelajran TIK di SMP ditiadakan, katanya terintegrasi dalam pelajaran MIPA...trus guru2 TIK di SMP tu nanati ngajar pa???

      Hapus
    3. mengamati, menanya, mengolah, dan mencipta (di kurikulum 2013) tidak ada hubungannya dengan mapel IPA dan TIK, sebab bisa diajarkan pada pelajaran lain spt Pancasila dan Kewarganegaraan atau Bahasa Indonesia

      Hapus
  3. di SMK pelajaran IPA,IPS,KKPI,Kewirausahaan ditiadakan,padahal di UU RI no 20 thn 2003 tentang Sisdiknas jelas da beberapa mata pelajaran wajib yg harus diberikan pd tingkat pendidikan dan menengah.yang bikin kurikulum ini ga baca Undang-Undang apa ya???guru yg mengajar mata pelajaran tersebut merasa dikebiri...pikirkan itu jg pa mentri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngapain 3 tahun lalu diadakan mata pelajaran IPA di SMK? kalow khirnya dihapus. Dasar pakarpendidikan gemblonya ilmunya cekak hanya dipakai 3 tahunan, seperti barang rombeng alias rongsok

      Hapus
    2. Emang pakar pembuat kur.2013 ini akan membentuk para peserta didik kuli - kuli pabrik. tahunya bikin masalah....solusinya g ada, Dasar ....hei Mr.Nuh UN dah amburadul....ntar karena doa-doa para guru yang mata pelajarannya dihapus, ntar apes lagi...............

      Hapus
  4. astaghfirallah,,, msh blm bs bernafas dgn lega,, bnr adanya begitu,, kkpi yg dihapus dan digantikan oleh mapel pemrograman serta simulasi digital,, yg mengajar adalah mantan guru kkpi. ada dr bbrp sklh yg sudah mengunakan dan menyampaikan mapel tersebut kpd guru kkpi. tp knp dit4 saya blm ato tdk diterapkan... memang mapel trsbt masuk produktif tkj tp yg mengajar ttp guru kkpi. amanah disampaikan dan dilaksanakan dengan baik. tp t4 saya tdk sprti itu,,, sy msh penasaran,,kiblat yg mera ambil ntah dr mn??? knp berbeda :) sedih mlht tmn" sudah mndptkan Haknya,,,

    BalasHapus
  5. Saya sepakat dgn dosen ITS ini. Si NUH dah keblangsak memalukan Almamater yg selalu mengedepankan teknologi, saya harap bukan krn bpk dah melek teknologi maka pelajaran IT sdh tdk diperlukan lagi. Dan saya harap jg bukan krn ketidakmampuan NEGARA menyediakan Prasarana TIK di sekolah...... jangankan di pelosok di jakarta saja banyak kok sekolah negri yg fasilitas TIK nya MEMBLE..............., Semoga Karir NUH ini cukup sampai disini atau dipecat saja............. Kurikulum ini 10 thn mendatang akan menciptakan generasi pekerja bukan kreator dan pencipta..., sebaiknya diganti lagi dgn KURIKULUM 2014...

    BalasHapus