Selasa, 12 Maret 2013

FITRA Ungkap Banyak Kejanggalan Lelang Proyek UN 2013


Srie, - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengungkap adanya banyak kejanggalan terkait proses lelang proyek pengadaan dan distribusi bahan ujian nasional (UN).

Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi mengatakan, dalam proses lelang di bawah Kemikbud ini terkesan pemenangnya sudah diatur sejak awal.

Bahkan, katanya lagi, sebagian besar pemenang lelang justru perusahaan yang memberikan harga penawaran yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang dikalahkannya.

“Keanehannya, nilai anggaran yang bisa dihemat terlalu kecil. Kemudian, ada kesan pemenangnya sudah diatur, dan sebagian besar pemenang adalah perusahaan dengan penawaran jauh lebih tinggi,” kata Uchok, Selasa (12/3), di Jakarta.

Selanjutnya, Uchok mengungkapkan berbagai kejanggalan dalam proses lelang itu, yang menurutnya telah terjadi penggelembungan harga (mark-up).

Pertama, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran (TP) 2012/2013 Paket 1, dengan nilai paket HPS (Harga Perkiraan Sementara) sebesar Rp 17.427.755.120,-.

Lelang ini dimenangkan oleh PT.Balebat Dedikasi Prima, dengan nilai penawaran rendah, yakni Rp 12.951.707.377,-.

Kedua, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan TP 2012/2013 Paket 2, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 17.691.386.400,-

Lelang ini dimenangkan oleh PT. Pura Barutama dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.562.448.000,-

Dalam penilaian Seknas FITRA, kedua paket di atas adalah janggal atau aneh. Alasannya, karena nilai penawaran dari PT. Pura Barutama, sebagai pemenang lelang, terlalu mahal bila dibandingkan dengan nilai penawaran perusahaan lain yang ikut lelang.

Nilai penawaran PT. Perca lebih murah, yaitu sebesar Rp 13.264.292.271,-, atau PT. Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan nilai penawaran sebesar Rp 13.396.078.115,-, dan PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp 14.454.192.848,-.

Ketiga, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan TP 2012/2013 Paket 3.

Nilai paket HPS-nya adalah sebesar Rp 27.162.209.903,-. Lelang ini dimenangkan oleh PT.Ghalia Indonesia Printing dengan nilai penawaran sebesar Rp 22.489.952.830.

Lelang ini juga dinilai aneh, aneh karena nilai penawaran dari PT. Ghalia Indonesia Printing terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah, namun justru kalah lelang.

Nilai penawaran PT. Aneka Ilmu adalah sebesar Rp 17.107.372.806,-, atau PT. Jasuindo Tiga Perkasa dengan nilai penawaran sebesar Rp.21.171.902.444,-, dan PT. Balebat Dedikasi Prima dengan penawaran sebesar Rp.21.604.198.430,-.

Keempat, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan TP 2012/2013 Paket 4, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 21.180.566.320,-.

Pemenang lelang ini adalah PT. Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan nilai penawaran sebesar Rp 13.726.112.268,-.

Kelima, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan TP 2012/2013 Paket 5, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 19.607.732.020,-.

Untuk paket ini, pemenang lelangnya adalah PT. Karsa Wira Utama dengan nilai penawaran sebesar Rp 16.370.616.240,-.

Lelang ini juga dinilai janggal karena nilai penawaran dari PT. Karsa Wira Utama terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan.

Nilai penawaran PT. Jasuindo Tiga Perkasa TBK adalah sebesar Rp 12.505.462.948,-, PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp 16.019.252.213,-; dan PT. Temprina Media Grafika dengan nilai penawaran sebesar Rp 16.262.292.640,-.

Keenam, penggandaan dan distribusi bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan TP 2012/2013 Paket 6, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.17.388.287.840.

Pemenang lelang ini adalah PT. Temprina Media Grafika, dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.784.516.032,-. 

Lelang paket ini pun dinilai janggal, karena nilai penawaran dari PT. Temprina Media Grafika terlalu mahal dibanding perusahaan lain yang penawarannya lebih murah, tapi dikalahkan.

Nilai penawaran PT. Perca adalah sebesar Rp 13.042.338.848,-, PT. Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp.14.205.828.197, PT. Balai Pustaka (Persero) dengan penawaran sebesar Rp 14.268.317.184,-, dan Perum Percetakan Negara RI dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.613.470.168,-. 


Usut Tuntas

Terkait dengan hal ini semua, Uchok menegaskan, bahwa penghematan yang dapat dilakukan Kemdikbud dalam lelang tersebut sangatlah kecil, yaitu sekitar Rp 25,5 miliar dari total anggaran Rp 120,4 miliar. Menurutnya, penghematan minimal yang bisa dilakukan adalah mencapai Rp 32,8 miliar.

"Memang, Balitbang Kemdikbud menghemat sekitar Rp 25,5 milyar. Tapi dalam pemantauan Seknas FITRA, penghematan ini terlau kecil dan hanya untuk mengelabui publik. Karena sebenarnya anggaran yang bisa dihemat itu minimal sebesar Rp 32.860.651.085," tandas  Uchok

Karena itu, ia mendesak DPR agar segera meminta pertanggungjawaban dari Balitbang, Kemdikbud atas lelang proyek UN 2013 itu.

Selanjutnya, ia pun meminta agar aparat penegak hukum, seperti KPK, kepolisian dan kejaksaan untuk segera mengusut tuntas adanya kejanggalan proyek pengadaan dan distribusi bahan UN tahun ini. *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar