Jumat, 15 Maret 2013

Guru Honorer dan Swasta Tuntut Pemerintah Samakan Tunjangan Profesi dengan Guru PNS


Srie, - Guru honorer dan guru swasta mengeluhkan tingkat kesejahteraan yang dialaminya, yang hingga saat ini dirasakan masih sangat rendah. Mereka menilai, selama ini pemerintah telah berlaku diskriminatif terhadap kelompoknya.

Untuk itu, Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI), Didi Permana menyatakan, pihaknya menuntut pemerintah untuk berlaku lebih adil dengan cara menyamakan besarnya tunjangan profesi guru (TPG) yang diterima oleh mereka dengan tunjangan yang diterima guru PNS.

“Kami tidak mendapatkan tunjangan profesi yang adil. Harusnya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta seperti guru negeri, tapi dikasihnya cuma Rp 1,5 juta,” kata Didi saat mengikuti acara audiensi guru honorer dan guru swasta dengan Komisi X DPR RI, Kamis (14/3) kemarin, di Jakarta.

Untuk diketahui, tunjangan profesi atau biasa dikenal tunjangan sertifikasi guru PNS, besarnya bervariasi yang dihitung berdasarkan satu kali gaji pokok per bulan dari guru yang bersangkutan.

Sedangkan untuk guru swasta, besarnya tunjangan tersebut dibuat sama rata, yaitu Rp 1,5 juta per bulan untuk semua guru. Hal ini berarti, besarnya tunjangan tidak dikaitkan sama sekali dengan gaji pokok atau lama mengajar, sebagaimana halnya berlaku bagi guru PNS.

Sementara itu, pada saat acara yang sama, Ketua Komite Perjuangan Guru Honorer (KPGH), Andi Aziz mengkritisi sikap anggota DPR terhadap perjuangan yang dilakukan oleh kelompoknya.

Menurut Aziz, selama ini sikap wakil rakyat cenderung terkesan seperti ungkapan habis manis sepah dibuang.

“Kalau saat pemilu, kami memang dibutuhkan. Tapi, setelah duduk di kursi DPR, jangankan ketemu, ditelepon dan di-SMS pun tidak ditanggapi,” kritik Aziz.

Menanggapi keluhan dan kritikan dari para guru tersebut, Ketua Komisi X, Agus Hermanto mengakui bahwa masalah guru honorer dan guru swasta masih terus mengemuka hingga saat ini.

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, masalah tersebut merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan dan diperjuangkan secara bersama pula.

“Kami akan memperjuangkan (aspirasi) guru honorer dan guru swasta. Karena, kita adalah wakil rakyat dan bukan wakil parpol,” kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, pekan lalu, guru-guru swasta yang tergabung dalam PGSI sempat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenag dan Kemendikbud, Kamis (7/3) di Jakarta.

Mereka menyuarakan hal yang sama terkait adanya perlakuan pemerintah yang dinilai diskriminatif terhadap guru swasta. Selain itu, mereka pun mengkritisi proses penyetaraan guru swasta yang dinilai lambat. *** [Srie].

14 komentar:

  1. sangat disayangkan memang kalau tidak ada kenaikan tunjangan sertifikasi, melihat tingkat kebutuhan yg semakin melonjak, paling tidak kami masih ada harapan, selain berharap untuk bisa dijadikan Guru PNS

    BalasHapus
  2. urus SK INPASSING baru dapat tunjangan sertifikasi sama dengan guru2 PNS

    BalasHapus
  3. kalau guru2 non PNS memiliki SK INPASSING ( SK penyetaraan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya ) maka guru2 non PNS mendapatkan pangkat dan golongan sama dengan guru2 PNS , dari sinilah kemendikbud memiliki dasar untuk menentukan berapa besar tunjangan sertifikasi sesuai dg masa kerja dan pangkat/gol yg dimiliki,....sekedar info saya GURU NON PNS dan sejak th 2009 sdh memiliki SK INPASSING dan mendapatkan tunjangan sertifikasi sama dg guru2 PNS,..walaupun sering terlambat terima tunjangan, ..heheheeh...dan sebagai saran ' SELALU UPDATE INFORMASI DARI KEMENDIKBUD' thanks Good luck dan GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf sobat tahun 2013 triwulan 1,sk inpassing gue ngak laku,karena gue cuma dapet 1,5jt,sama dengan yg ngak punya sk inpassing,udah ngurus inpassing susah,dapat sk juga ngak berarti,padahal tahun lalu sk laku! !!!

      Hapus
    2. Yoi bingung lah,dulu ktnya ada Inpassing sekarang guanti penyetaraan, kelaman pada kerjanya bertahun tahun tahun au ah

      Hapus
    3. Pesan guru swasta:1,5 to 2,5 prosesnya lama banget akang- akang halah halah halah

      Hapus
  4. guru honorer dan swasta se indonesia harus turun ke jalan..menentang diskriminasi ini...perlakuan terhadap guru pns dan swasta seperti apartheid di afrika selatan dulu

    BalasHapus
  5. yah sekalian ajak muridnya ya turun ke jalan he he he

    BalasHapus
  6. Harusnya memang tidak ada perbedaan. Kita, sebagai guru, harus mencari penghasilan tambahan lain!

    BalasHapus
  7. pak guru sejahtra kapan guru disuruh profesional jangan nyambi heheh, lihat hasil Hasil UKA dan UKG, Kompetensi Guru Lebih Buruk Dari Laporan Aljazeera? sangat prihatin memang disatu sisi perlu kesejahtraan disisi lain banyak yang blm pantas profesional jadi harus betul-betul disaring pake penyaringan yang alus ( kain monil ) yang pantes aja dikasih, yang gak pantes buangin, apalagi yang pakai nyogok buat dapatin hasil gak bisa disebut pendidik lagi, saya sebagai guru honorer tentu mengharapkan peningkatan kesejahtraan tapi harus ditunjang dengan kewajiban kualifikasi dan kompetensi guru itu sendiri, nah kalu begitu semua wajib demo jangan nyambi.......kita bisa maki-maki semua pemegang kebijakan ....bila perlu kaya buruh ramein .....heheh

    BalasHapus
  8. (SRI AGUSTINA SHOFIAN; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Blitar)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Blitar dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Blitar dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I. beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I.0813-2612-2555

    BalasHapus
  9. Golongan status inpassing apakah tetap jika seorang guru honorer nantinya lulus cpns..misalnya guru honorer yang ada SK inpassing gol.3b apakah nantinya setelah lulus CPNS masing berlanjut golongan tsb.ato ini cuma golongan GBPNS saja.jika PNS diganti dengan golongan lain..mohon penjelesan dari saudara2 ku yang tau

    BalasHapus
  10. Haah.. lulus pns di bantu petinggi bkn ? Capek deh , buat yg lain klo Mau jadi pns, tidak usah minta bantuan siapa2, kecuali allah, rejeki gak kan kemana! Saya lolos tes pns 100% murni .bisa kok yg penting berusaha Dan berdoa

    BalasHapus
  11. Haah.. lulus pns di bantu petinggi bkn ? Capek deh , buat yg lain klo Mau jadi pns, tidak usah minta bantuan siapa2, kecuali allah, rejeki gak kan kemana! Saya lolos tes pns 100% murni .bisa kok yg penting berusaha Dan berdoa

    BalasHapus