Selasa, 05 Maret 2013

Kemdikbud Lelang Buku Kurikulum 2013, DPR: Anggarannya Dari Mana?


Srie, - Saat Kemdikbud kini sedang fokus pada rencana pendistribusian buku baru Kurikulum 2013 ke sekolah di daerah-daerah, justru anggarannya masih dipertanyakan oleh DPR.
Anggota Komisi X DPR, Raihan Iskandar mempertanyakan dana yang digunakan oleh Kemdikbud untuk lelang pengadaan buku, termasuk pendistribusiannya.
Alasannya, menurut Raihan, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR mengenai anggaran Kurikulum 2013.
“Anggarannya dari mana? Ada bantuan dari luar?” tanya Raihan kepada wartawan, Senin (4/3), di Jakarta.
Politisi asal PKS ini menambahkan, Komisi X belum memberikan persetujuan karena  anggaran kurikulum yang diajukan oleh pemerintah terus berubah-ubah.
Bahkan, lanjutnya, pada pertemuan terakhir dengan komisinya, pihak Kemdikbud masih mengatakan kalau anggaran itu kemungkinan masih akan berubah lagi.
"Ketika kami minta berapa sesungguhnya anggaran final yang diinginkan, jawabnya ada kemungkinan akan berubah lagi," ujarnya.
Tidak Profesional
Ia menjelaskan, anggaran yang sudah diajukan dan ditandatangani dalam RKA/KL pada Desember 2012, yang belum disepakati oleh DPR, adalah sebesar Rp 611 miliar.
Namun, katanya lagi, pada pertemuan tanggal 15 Januari 2013 Kemdikbud meminta anggaran itu dinaikkan menjadi Rp 1,4 triliun.
Ternyata, perubahan anggaran tak hanya sampai di situ. Pada pertemuan berikutnya, akhir Februari, kata Raihan, Kemdikbud minta anggarannya naik lagi menjadi Rp 2,4 triliun dengan rincian yang sudah jauh berubah dari ajuan anggaran sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan fenomena birokrasi yang tidak profesional, khususnya dalam hal perencanaan pengelolaan dan pembiayaan,” tandasnya. [Baca: Kemdikbud Tidak Profesional, Siswa Jadi kelinci Percobaan?].
Sebelumnya, Wamendikbud, Musliar Kasim menyatakan bahwa pihaknya akan melelang pengadaan buku kurikulum baru.
Pemenang lelang, kata Musliar, akan melakukan penggandaan buku sekaligus mendistribusikannya ke sekolah-sekolah.
Meningat pelaksanaan kurikulum baru akan dimulai pada Juli mendatang, ujar Musliar, maka proses pelelangan, penggandaan buku dan pendistribusiannya harus diselesaikan paling lambat akhir Juni.
“Bukunya disiapkan dari Jakarta. kemudian, buku akan dikirimkan oleh pemenang lelang ke sekolah,” kata Musliar, Rabu (27/2), di Jakarta. [Baca juga: Didukung 3 Parpol Besar, Kemdikbud Fokus Distribusi Buku].
Belum Terima
Menanggapi pernyataan Wamendikbud itu, Raihan menyayangkan sikap Kemdikbud yang dinilainya tidak konsisten terkait persiapan implementasi Kurikulum 2013.
"Ya disayangkan saja, di media di katakan sudah siap. Tapi saat rapat dengar pendapat dengan DPR banyak tidak siapnya," kritiknya.
Raihan menambahkan, kesepakatan terakhir dengan Wamendikbud adalah akan dilakukan rapat lagi pada akhir Februari 2013 dengan membawa bahan Kurikulum 2013 yang sudah lengkap sesuai dengan permintaan Komisi X DPR.
Namun, kata dia lagi, hingga saat ini pihaknya belum menerima bahan lengkap Kurikulum 2013 dari Kemdikbud sesuai yang dijanjikan itu.
"Karena jika bahan sudah dikirim ke kami, Panja Kurikulum DPR, maka 3 hari setelah itu baru diadakan RDP. Setelah itu, baru kami, panja kurikulum akan ambil sikap," pungkasnya. *** [Srie]

5 komentar:

  1. Postingan yang bermanfaat, thanks for share

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat informasi ini

    BalasHapus
  3. Mantap banget websitenya

    BalasHapus
  4. Makasih atas infonya sangat menarik dan websitenya keren banget

    BalasHapus
  5. Makasih untuk postingannya, menarik sekali

    BalasHapus