Senin, 04 Maret 2013

Luar Biasa! Jusuf Kalla Bicara Soal Toleransi di Hadapan 700 Pendeta


Srie, - Muhammad Jusuf Kalla, atau biasa disapa “JK” berbicara luar biasa mengenai toleransi antar umat beragama di hadapan 700-an pendeta di Makassar, Sulawesi Selatan.
Usai waktu maghrib, saat memimpin rapat Dewan Masjid Indonesia (DMI), JK bercerita bahwa dirinya baru saja menyampaikan ceramah dalam Konferensi Gereja, Jum’at (1/3) di Makassar.
Hal yang menarik, adalah ketika ada seorang pendeta yang bertanya mengenai kasus Gereja Yasmin di Bogor, yang sempat ramai karena ada kontroversi.
JK menjawabnya dengan nada enteng, namun tetap tegas.
Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia, dan tidak ada masalah. Seharusnya berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid. Kenapa urusan satu gereja ini anda sampaikan ke seluruh dunia?” kata JK.
“Toleransi itu harus dari kedua belah pihak. Anda juga harus toleran. Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja” lanjutnya.
“Tuhan tidak masalah, kamu mau doa di mana. Izin membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan Walikota,” ucap JK dengan nada suara yang keras.
Terkait dengan Gereja (GKI) Yasmin, Ketua MUI Kota Bogor Bidang Kerukunan Umat Beragama, Ustadz Iyus Khaerunnas menegaskan, bahwa memang hal tersebut murni terkait masalah IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
JK juga menceritakan ada satu lagi pertanyaan dari pendeta, yaitu “mengapa di kantor-kantor mesti ada masjid?”. Dengan tegas, JK memberikan jawabannya:
"Justru, ini dalam rangka menghormati anda. Jumat kan tidak libur, anda libur hari Minggu untuk kebaktian”
“Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, ibadah Jum’at cuma sekali. Kalau anda tidak suka ada masjid di kantor, apa anda mau hari liburnya ditukar; Jum’at libur, Minggu kerja”
“Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen,” tegas JK.
Cerita JK tersebut beredar luas di masyarakat, yang berawal melalui kiriman Broadcast BlackBerry Messenger (BBM), kemudian juga disebarkan melalui Twitter oleh seseorang yang memiliki akun eae18, pada Minggu (3/3) kemarin.
Seseorang dengan akun Twitter lain sempat mengajukan pertanyaan kepada akun JK di Twitter yaitu Jusuf Kalla @JK_Kita untuk mengonfirmasi kebenaran cerita tersebut.
Kemudian, langsung dijawab oleh akun Jusuf Kalla,”Iya benar”. Pada bagian lain twit-nya, JK menyebut isi ceramahnya itu sebagai, “Toleransi timbal balik”.
Seorang wartawan dari voa-islam.com sempat mengonfirmasi pula mengenai kebenaran cerita JK di BBM itu melalui ustadz Fahmi Salim yang turut serta dalam rapat DMI yang dipimpin JK sebagai Ketua Umum-nya.
“Itu betul, disampaikan oleh bapak Jusuf kalla saat rapat di DMI, Jum’at sore kemarin. Jadi, beliau menceritakan apa yang disampaikan saat diundang oleh sinode gereja di Makassar,” kata Fahmi, Minggu (3/3), sebagaimana dikutip dari sini.
Sementara itu, dalam twit yang diberi judul “Luar Biasa Jusuf Kalla ini”, eae18 menambahkan informasi yang pernah diungkap oleh Menteri Agama, Suryadarma Ali, pada Desember tahun lalu.
Disebutkannya, selama kurun waktu 1997-2004, pertumbuhan jumlah gereja di Indonesia jauh melampaui pertumbuhan jumlah masjid.
Data di Kemenag mencatat pertumbuhan jumlah masjid di Indonesia 64%, sedangkan gereja 165%. Lebih tinggi lagi, adalah untuk rumah ibadah umat Hindu lebih dari 300%, dan umat Budha lebih dari 400%.
Bahkan, saat itu Menag juga sempat bercerita, bahwa masalah perizinan atau IMB, tidak hanya dialami oleh gereja, tapi juga oleh masjid. Dicontohkannya, adalah masjid di jalan Talang no. 6 Menteng, Jakarta Pusat.
“Ada masjid, kalau enggak salah namanya Baitul Makmur. Itu masjid punya orang Betawi. Orang Betawinya NU. Gubernurnya waktu itu Fauzi Bowo, mantan pengurus NU wilayah Jakarta. Pemilik masjid ini pengurus NU wilayah Jakarta,” tulis eae18, mengutip ucapan Menag waktu itu.
“Sama-sama Islam, sama-sama Betawi, tapi Gubernur tidak berikan izin pendirian. Silakan cek di jalan Talang No. 6. Karena, syarat IMB-nya tidak terpenuhi,” ujar Suryadarma Ali, sebagaimana ditulis oleh akun eae18.
Pada bagian penutup twit-nya, akuan eae18 menuliskan kata-kata pesannya terhadap semua pihak terkait dengan masalah toleransi antar umat beragama tersebut.
“Saya bicara seperti ini bukan benci terhadap umat non muslim. Tapi, fakta seperti ini juga harus diungkap. Jangan umat Islam saja yang dicap intoleran,” tulisnya. *** [Srie]

.

1 komentar: