Jumat, 15 Maret 2013

Mendikbud Bantah Lelang Proyek UN 2013 Janggal dan Boros


Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh membantah tudingan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang menilai proses lelang proyek pengadaan logistik Ujian Nasional (UN) 2013 sarat kejanggalan dan tidak hemat alias boros.

Menurut Nuh, proses lelang proyek untuk keperluan UN tahun ini diyakini sudah dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ia mengatakan, penawaran nilai proyek yang lebih rendah telah dipilih oleh kementeriannya agar terjadi efisiensi anggaran. Namun, lanjutnya, selain masalah harga penawaran, pihaknya memilih kriteria yang terbaik sebagai upaya untuk menjaga kualitas dan pemenuhan standar teknis pekerjaan.

"Jadi, kalau ada perusahan percetakan yang harganya lebih tinggi justru menang karena kriteria pemenangan tender tidak hanya dari rupiah tetapi dari mulai persiapan teknis dan seterusnya," kata Nuh, usai meresmikan Wahana Jelajah Angkasa Pustekkom yang bekerjasama dengan Microsoft, Rabu (13/3) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Nuh mengakui, dalam proses lelang terjadi persaingan harga di antara perusahaan peserta lelang. Namun, tambahnya, harga bukanlah satu-satunya pertimbangan dalam penentuan pemenang.

Masing-masing peserta lelang, kata Nuh, ada nilainya. Kemudian nilai itu dijumlahkan semuanya, termasuk salah satu di antaranya adalah nilai harga penawaran.

Mantan Rektor ITS ini berdalih, bisa saja pemberi penawaran harga rendah akan memberikan efisiensi, namun berdampak negatif karena terjadinya penurunan standar kualitas.

“Bisa saja downspec. Murahnya sih murah, tetapi kan kalau bukan kualitasnya itu yang kita inginkan (tidak terpenuhi), kan rusak jadinya,” ujarnya.

Nuh menambahkan, apalagi saat ini UN sudah masuk tahap pencetakan, dan pada 15 April 2013, diharapkan semuanya sudah siap.

Ia pun optimis mengenai tahap implementasi Kurikulum 2013. Karena, ujarnya,  hambatan mengenai anggaran yang sebelumnya dibintangi oleh DPR, kini telah beres.

Menurutnya, saat ini anggaran sudah tidak ada masalah lagi. Pada Senin (11/3) lalu, jelasnya, sebagian anggaran sudah keluar.

“Sudah keluar, selesai, hari ini juga demikian. Artinya revisi DIPA sudah tidak ada masalah. Tinggal tunggu proses saja. Tinggal tunggu unas, kurikulum, beasiswa, dan lain-lain. Alhamdulilah, sudah tidak perlu dirisaukan lagi. Anggaran Rp 73 triliun itu sekarang secara bertahap sudah selesai,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, FITRA mengkritik proses lelang proyek UN 2013 yang dinilai banyak kejanggalan. Disebutkannya, banyak pemenang lelang, justru dimenangkan oleh perusahaan yang memberikan penawaran harga yang lebih tinggi dari perusahaan yang kalah lelang.

Di samping itu, FITRA pun menilai penghematan yang dilakukan oleh Kemdikbud dalam proyek ini sangatlah kecil, yakni hanya Rp 25,5 miliar saja dari nilai total anggaran Rp 120,4 miliar. Padahal, lanjutnya, agar tidak dinilai boros, penghematan yang dapat dilakukan adalah minimal Rp 32,8 miliar. *** [Srie].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar