Jumat, 01 Maret 2013

Presiden SBY: Jangan Hambat Anggaran Kurikulum!


Srie, - Meskipun Kurikulum 2013 telah memperoleh dukungan tiga fraksi partai besar di DPR (Demokrat, PDIP dan Golkar), namun nyatanya, masalah anggaran, terutama untuk pengadaan buku dan pelatihan guru masih belum juga tuntas.

Begitu pula, klaim Mendikbud yang menyatakan bahwa anggaran Kurikulum 2013 telah aman, ternyata masih belum benar-benar aman.

Karena, hingga saat ini Panja Kurikulum Komisi X DPR masih menahan anggaran kurikulum dan belum memberikan rekomendasi.

Dalam sidang kabinet terbatas yang membahas anggaran untuk bidang pendidikan tahun 2013, pada Kamis (28/2) kemarin, semakin memperkuat keadaan yang sesungguhnya mengenai anggaran pergantian kurikulum KTSP itu.

Sehingga, Presiden SBY pun merasa perlu untuk turun tangan dalam mengatasi masih adanya hambatan anggaran kurikulum yang akan berdampak negatif pada tahap implementasi kurikulum baru itu.

Sebelum rapat yang dihadiri oleh Mendikbud, Mohammad Nuh, Menkopolkam, Djoko Suyanto, Menkeu, Agus Martiwardojo, Menko Perekonomian, Hatta Radjasa dan Menkokesra, Agung Laksono itu, presiden SBY mengatakan anggaran pendidikan tidak boleh terhambat.

Karena, menurut presiden, tidak ada perbedaan pendapat antara pemerintah dan DPR mengenai masalah pendidikan, termasuk di dalamnya terkait kurikulum baru.

“Perlu ada koordinasi yang baik pemerintah dan DPR. Jangan sampai ada yang tidak klop. Padahal, sekarang sudah Februari, besok 1 Maret,” kata Presiden SBY, Kamis (28/2) dalam pidato pembukaan rapat tersebut, di kantor kepresidenan, Jakarta.

Selanjutnya, Presiden SBY menandaskan, anggaran untuk pendidikan harus segera turun agar bisa segera memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

Pada saat yang sama, SBY juga meminta agar Mendikbud memberikan laporan secara komprehensif, sehingga diketahui jumlah anggaran pendidikan yang dapat diimplementasikan dengan baik.

“Pembahasan hari ini, Mendikbud jelaskan secara gamblang, terbuka, objektif. Jangan ditutupi. Menteri yang lain sampaikan juga. Kalau kita fokus, hambatan yang ada bisa kita atasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, sampai saat ini Panja Kurikulum Komisi X DPR masih menahan anggaran kurikulum yang totalnya Rp 684,4 miliar.

Anggota Panja, Ferdiansyah mengatakan, anggaran pendidikan khusus untuk pengadaan buku dan pelatihan guru terkait persiapan implementasi Kurikulum 2013 itu masih ditahan oleh DPR, dengan alasan belum clear.

"Kami menyetujui yang lain kecuali anggaran pelatihan guru dan pengadaan buku. Itu menunggu hasil Panja Kurikulum," tutur Ferdiansyah. [Baca: DPR Tahan Anggaran Kurikulum Sebesar Rp 684,4 Miliar].

Dalam kesempatan lain, politisi asal Partai Golkar ini menilai anggaran kurikulum yang diajukan oleh Kemdikbud sering berubah-ubah dan terus membengkak secara spektakuler. [Baca: Anggaran Kurikulum Membengkak Spektakuler, Belum Clear]. *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar