Minggu, 13 Oktober 2013

Jebret! Timnas Menang, Guru Mengajar Senang

Oleh Srie
Beberapa saat usai Timnas Sepakbola U-19 Indonesia menang 3-2 atas Timnas U-19 Korea Selatan, saya sempatkan tulis status di Facebook untuk ucapkan selamat atas kemenangan tersebut.
“Timnas U-19 Indonesia Menang! Selamat ya.. untuk kebangkitan Indonesia!”
Ternyata, tak lama kemudian, ada salah satu komentar teman yang tertulis, “hobi bola juga..”
Sungguhkah? Jujur saja, untuk permainan yang satu ini tidak termasuk dalam salah satu hobiku.
Lantas, untuk apa status ucapan itu dituliskan? Jebreeettt!!!
Untuk sebuah ekspresi tentang kemenangan sebuah bangsa bernama Indonesia. Untuk sebuah pengakuan, bahwa “Timnas Menang, Guru Mengajar Senang”
Benarkah? Jelas iya, benar! Kira-kira, begini penjelasannya.
Dalam setiap proses pembelajaran, selalu didahului dengan tahapan apersepsi. Yaitu, mengawali pelajaran dengan mengetahui sejauhmana kesiapan pengetahuan, minat dan perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan.
Lantas, apa hubungannya dengan kemenangan Timnas Sepakbola U-19 atas Timnas U-19 Korea Selatan pada babak penyisihan grup G Piala AFC U-19 semalam?
Seni Berkomunikasi
Sebelum menguraikan mengenai materi pelajaran, selalu saja saya tanyakan pada para siswa tentang informasi apa yang cukup berkesan atau menarik perhatian dalam satu hari terakhir ini.
Biasanya, siswa suka bercerita, mengenai apa saja yang pernah disaksikan atau dialaminya. Misalkan, mereka bercerita mengenai berita atau film di TV, adanya konser musik, gosip artis atau selebritis, dan peristiwa lain di lingkungan terdekatnya.
Termasuk pula, hal-hal tertentu yang sebenarnya cukuplah sepele atau remeh temeh. Sebut saja, misalnya soal sopir angkot yang bikin sebel penumpang karena suka lama ngetem, ketemu orang yang sok tau atau cerewet, dan sejenisnya.
Memulai untuk mendengarkan siswa bicara atau bercerita adalah salah satu bagian dari teknik mengajar yang efektif, partisipatif, dan menarik.
Mengapa? Karena sejatinya, mengajar itu tak lain adalah bagian dari seni berkomunikasi! Memulai bertanya, kemudian meminta tanggapan atau komentar, untuk selanjutnya mengajak dan mengarahkan mereka untuk bisa berdiskusi adalah bagian dari seni berkomunikasi.
Rumusnya, mulailah dengarkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh para siswa, maka selanjutnya mereka pun akan cenderung untuk mau dengan sukarela, senang hati, dan penuh antusias pula untuk mendengarkan dan berdiskusi, terlibat langsung secara aktif atas apa yang disampaikan oleh gurunya.
Sebabnya, tak lain, karena, hati dan pikiran mereka telah terbuka. Untuk selanjutnya, mereka telah siap untuk mengikuti materi pelajaran yang telah memperoleh aktualisasi berdasarkan perkembangan informasi terkini.
Pendidikan Karakter
Nah, bila kemenangan Timnas Indonesia itu terjadi pada malam-malam sebelumnya, maka informasi itu tak sekadar berupa informasi untuk mengaktualkan materi pelajaran yang akan diajarkan.
Lebih daripada itu, informasi kemenangan seperti itu adalah juga sebuah kesenangan dan kebanggaan bagi mereka yang merupakan bukti paling konkrit dan terkini yang dapat dijadikan rujukan.
Yaitu, bahwa Indonesia bisa! Bahwa mereka, anak-anak remaja yang masih dekat usianya dengan mereka beserta latar belakang sosialnya yang nyaris tak jauh berbeda, pun telah mampu berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia dengan memunculkan kebanggaan dan kepercayaan diri bagi seluruh komponen bangsa.
Di tengah hiruk pikuk masih banyak wajah bangsa yang terpuruk, keculasan para pelaku politik, hukum yang terkesan masih berpihak pada kekuasaan dan uang, praktek korupsi, gosip para selebritis yang tak mendidik dan anarkisme sosial yang terus terjadi, maka kemenangan Timnas itu merupakan informasi yang bernilai energi positif bagi para pelajar Indonesia.
Kemenangan itu adalah contoh paling nyata bagi para guru untuk dapat dengan mudah bercerita, bahwa Indonesia itu bisa bangga, menang dan berjaya di dunia.
Dan, kita ini adalah menjadi bagian penting dari Indonesia! Bangsa yang besar, sepatutnya kita merasa bangga karenanya.  
Tentu, dengan harapan bukan kebanggaan yang semu. Bukan pula kebanggaan yang timbul semata karena indoktrinasi. Namun, kebanggaan yang benar-benar muncul dari hati sanubari.
Inilah tugas para pemimpin bangsa ini. Agar secara riil, Indonesia memang layak dirasakan membanggakan, bagi kehidupan rakyatnya!
Bukankah ini sesungguhnya pendidikan karakter? Benar! Kemenangan Timnas, adalah contoh materi pendidikan karakter yang sebenarnya. Contoh pendidikan karakter yang sangat baik, aktual dan efektif bagi siswa.
Bagi siswa, pesannya adalah siapapun dia, pastikan bahwa kebanggaan, kemenangan dan kesenangan seperti itu pun akan dapat diraihnya.

Bagi para pelajar, jadikan belajarmu sebagai awal perubahan untuk masa depan yang gemilang. Untuk dapat meulukis masa depanmu sendiri dengan cerah dan indah, bersama keluarga, dan bangsa! *** [Srie]

1 komentar: