Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

JK Kritik Sekolah Bertaraf Internasional

TEMPO Interaktif, Bandung - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik penerapan sekolah bertaraf internasional oleh Kementerian Pendidikan Nasional, salah satunya penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar mata pelajaran.

”Jangan dibebani anak itu dengan bahasa Inggris padahal bahasa Indonesianya belum baik,” kata Kalla seusai menerima penghargaan gelar doktor honoris causa di Bandung, Kamis (17/3).

Menurut Kalla, Indonesia perlu membuat sekolah bertaraf internasional sebagai bench marking. Namun Bahasa Inggris tak bisa dipakai untuk seluruh mata pelajaran. "Mutunya yang harus bertaraf internasional, bukan semua mata pelajaran diinternasionalkan."

Di tingkat sekolah dasar, Kalla menilai belum perlu menerapkan eksperimen sekolah bertaraf internasional berbahasa Inggris. Orientasi belajar siswa justru harus ditekankan pada pemakaian Bahasa Indonesia yang baik secara lisan dan tulisan.

“Bahasa bukan hanya sekadar soal bertutur kata yang baik, tetapi juga menyangkut kemampuan menyusun logika, alur pikiran atau sistematika berpikir, sehingga dapat dipahami orang lain dengan baik,” kata dia.

Kalla mengaku kaget dan prihatin ketika ada anak sekolah dasar bertaraf internasional yang lebih banyak mengetahui sejarah negara dan bangsa lain, tapi sedikit tahu Indonesia. Jika anak-anak tidak banyak mengetahui tentang tanah airnya sendiri, Kalla mempertanyakan cara mereka bisa menghargai bangsanya.

Pemakaian bahasa Inggris di kelas, menurut Kalla, sebaiknya di tingkat sekolah menengah atas. Tapi menjadikan mutu sekolah agar bertaraf internasional, bisa diterapkan dari tingkat sekolah dasar.

ANWAR SISWADI
Baca Juga

Komentar