Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Memaknai Kembali, Fungsi Ritual Dalam Islam

-->
Oleh Srie
Seorang teman memberikan kritik atas perilaku sebagian umat beragama yang dianggapnya timpang, karena dianggap lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat ritual (kesalehan ritual), dibandingkan melakukan amal kebaikan yang berhubungan dengan masyarakat (kesalehan sosial). Bahkan, ia menengarai betapa tidak sedikit sebagian umat yang justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri, seperti melakukan tindak kekerasan, berkonflik bahkan pembunuhan terhadap sesama. Lantas, ia mengingatkan bahwa agama pada dasarnya mengajarkan kepada umatnya utuk berbuat baik. Katanya lagi, jika kita telah bisa menjadi baik, maka agama dianggap sudah selesai dalam melaksanakan tugasnya, alias tidak dibutuhkan lagi. Benarkah, demikian ? Tunggu dulu !

Guru Bocorkan Soal Ujian, Siswa Satu Sekolah Akan Digugurkan

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan akan menggugurkan satu sekolah yang mengikuti Ujian Nasional, jika  ditemukan ada  guru atau kepala sekolah yang membocorkan soal. Sementara bagi orang yang membocorkan soal ke luar sekolah akan dikenai tindak pidana.  "Sebagai pembocor rahasia negara," katanya

Bertanya Itu Penting, Jangan Dimatikan Oleh UN !

Ini soal Ujian Nasional (UN). Tapi, dari sisi yang lain. UN yang diberitakan telah banyak menimbulkan banyak kecemasan di kalangan siswa, hari ini berakhir untuk tungkat SMP. Bukan hanya siswa, rekan guru pun (termasuk guru, teman Kompasioners) mengalami getahnya, hingga ikut-ikutan pusing, stres, sulit tidur,  hingga terjadi drop secara fisik maupun psikis.

Antara Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial (1)

-->
Oleh Srie
Saat tulisan mengenai agama atau ke-Islaman di dimuat, banyak yang mengkritisi mengenai pemahaman sebagian kaum muslimin yang dianggap lebih mementingkan kegiatan ibadah ritual (seperti sholat, puasa, haji, zikir, doa, dll) dibandingkan dengan kegiatan sosial yang mempunyai dampak kebaikan pada masyarakat. Pertanyaan pun terlontar, mengapa bisa terjadi demikian, sehingga tak sedikit orang yang lebih cenderung mementingkan kesalehan ritual dibandingkan kesalehan sosial ?

Mengapa Tuhan Menurunkan Agama ?

-->
Oleh Srie

Mengapa Tuhan harus menurunkan agama untuk manusia melalui para Nabi atau Rasul-Nya ? Banyak jawaban yang dapat dikemukakan mengenai mengapa Tuhan menurunkan agama untuk manusia. Namun, secara umum, substansi dari diturunkannya agama akan menyangkut pada dua hal utama, yaitu memberi harapan dan memberi peringatan kepada manusia. Dalam terminologi Islam, kita kenal dengan istilah basyiro wa nadziro (pemberi kabar gembira atau harapan dan pemberi peringatan). Dalam agama yang lain, istilah kabar gembira dan peringatan ini pun dikenal, dan biasa diucapkan dalam setiap khutbah kepada para jemaatnya.

Agama, Satu-Satunya Kebenaran dari Tuhan ?

-->
Oleh Srie

Dalam pandangan sosiologi pengetahuan, agama adalah pengetahuan yang diklaim para penganutnya sebagai berasal langsung dari Tuhan, atau melalui para Nabi. Pengetahuan inilah, yang kemudian – lagi-lagi menurut penganutnya – dianggap sebagai pengetahuan yang benar, atau disebut sebagai kebenaran itu sendiri. Karena dianggap berasal dari Tuhan, maka pengetahuan atau kebenaran yang melalui ajaran agama, oleh para penganutnya dianggap sebagai sebuah kebenaran yang mutlak.

Islam Ideologi dan Islam Nilai

-->
Oleh Srie

Dalam kacamata sosiologi pengetahuan (misal atas dasar pendapat Karl Mannheim tentang pengetahuan agama, atau Fazlur Rahman tentang tafsir kontekstual atas Islam), Islam adalah bagian dari pengetahuan yang dimiliki oleh umat manusia. Bedanya, pengetahuan Islam diyakini oleh pemeluknya sebagai bersumber dari Tuhan. Kalau pengetahuan yang lain, bersumber dari seluruh akal budi manusia sendiri, baik melalui kegiatan berfikir atau melalui pengalaman empirik, baik yang kemudian menjadi pengetahuan umum , filsafat, ilmu pengetahuan, atau seni dan budaya yang dimiliki oleh manusia.

Bersedekahlah dengan Ikhlas, Tanpa Hitung-hitungan Matematika

Masih saja ustadz itu mengkhutbahkan bahwa keberuntungannya dikarenakan shodaqoh. Maka, ia pun tak bosan-bosan untuk mengajak para jama’ahnya untuk rajin bershodaqoh. “Shodaqoh itu menolak bala, menghindarkan kita dari segala hal yang mencelakakan diri kita” katanya di suatu kesempatan.

Jangan Pernah Masuki Arena, Di mana Kamu Pasti Kalah !

“Hidup itu persaingan” kata pembicara diskusi, seorang dosen yang bergelar Profesor.  “Maka,....”lanjutnya “...jadilah pemenang di antara sekian banyak persaingan dalam hidupmu...!”. Saat itu saya sempat bertanya, “Maaf Pak, apa kira-kira kunci strategi dalam memenangkan persaingan itu ?”. “Jangan pernah masuki arena, dimana kamu pasti akan kalah !” jawab beliau dengan tegas.

Masalah Citarum, Jauh Lebih Kompleks dari Apa yang Saya Bayangkan...

Judul itu, cukup mewakili saya saat mengikuti sebuah diskusi mengenai Sungai Citarum pada sekitar tahun 2006 lalu di sebuah hotel berbintang lima di kota Bandung. Acara yang dihadiri oleh ratusan para aktivis pecinta lingkungan, para pejabat daerah,  sesepuh Jawa Barat, dan masyarakat peduli Citarum  itu, sempat menghadirkan pembicara antara lain H. Solihin GP, mantan Gubernur Jabar dan Kuntoro Mangkusubroto, pembina LSM untuk Citarum, kini menjabat Ketua UKP3R yang berkantor di sekitar istana kepresidenan.

Belajar Wirausaha, Undanglah Guru Tamu !

-->

Oleh Srie Jangan pernah salah lihat jadwal. Mengapa ? Bisa jadi kita akan merasa “tersiksa”. Harus bermalam hingga sedikit begadang.  Itulah yang saya alami kemarin malam. Dikira masih satu minggu lagi, eh ternyata harus esok hari untuk tampil presentasi di sebuah acara diksusi. Terpaksa, semalaman harus buat makalah untuk sebuah diksusi mengenai New Ventures di hadapan puluhan guru, ada juga Kepala Sekolah dan Camat.

Mau Berhaji ? Hentikan Merokok !

Oleh Srie

Siapa bilang, hari Minggu adalah hari libur. Tidak berlaku bagi Pak Haji Sumpena, atau biasa dipanggil Pak Haji Pena saja. Seorang kakek yang hampir berusia 70 tahun, dengan 7 anak yang sudah dewasa dan berkeluarga, serta 11 cucu ini, cukup mudah untuk ditemui. Perawakannya yang kecil masih terlihat cukup sehat, dan selalu memakai peci haji ke manapun ia pergi, menjadikannya lebih mudah untuk dikenali.

Indonesia di Mata Rakyatnya ?

-->
Oleh Srie

Banyak cara untuk memandang Indonesia. Ada yang dengan cara bangga, sebuah negeri yang indah dan penuh ragam budaya. Ada pula, dengan cara yang kritis, seolah negeri ini cukup banyak cacat dan perlu banyak pembenahan, dengan sekian jurus solusi yang ditawarkan. Tentu, tak ketinggalan pula, ada yang dengan cara begitu pesimistik, sepertinya tidak ada lagi kebaikan yang dapat dibanggakan, hingga menganggap negeri ini akan menjadi hancur dan gagal.

Maaf, Aku Hanya Mau Masuk Ke Surga Milik Tuhan-ku, Dengan Caraku Sendiri....!

Benarkah, mereka para calon pencuci otak itu begitu hebat dan jago dalam meyakinkan para calon korbannya ? Semuanya, tergantung pada diri mereka, yang akan menjadi sasaran calon korban. Kehebatan mereka, bermula karena kita menganggapnya hebat, dan sebaliknya menganggap diri sendiri tidak ada apa-apanya. Jagonya mereka dalam meyakinkan calon korban,  berawal karena kita menganggapnya jago, dan sebaliknya merendahkan diri sendiri, sebagai orang yang penuh salah dan kekurangan.

Tuhan pun Membuka Dialog, dan Malaikat Sportif

Hari ini, ada tugas “kejar tayang” membuat 3 makalah sekaligus yang telah tertunda untuk tugas kuliah. Terpaksa, saya harus kembali rajin bolak-balik buku referensi, termasuk membaca buku lama,  yang telah berusia lebih dari dua  puluhan tahun yang lalu.  Ternyata ada hal menarik yang saya dapat, yang waktu dulu menjadi salah satu kisah favorit saya dalam serangkaian kisah-kisah dalam al-Qur’an.

Andai Jadi Ortu Muhammad Syarif, Apa yang Harus Dilakukan ?

Seorang Bapak mengajukan sebuah pertanyaan cukup menarik. Seandainya, kita sendiri berlaku sebagai orang tua Muhammad Syarif (MS), yaitu pelaku aksi bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon), atau menjadi orang tua dari seseorang yang berperilaku sepeti MS, kira-kira apa yang dapat dilakukan oleh orang tua agar dapat mencegah, sehingga peristiwa aksi bom bunuh diri itu tidak terjadi ?

Ketika Ayah Menangis Malu, Menyesali Perbuatan Anaknya

Seorang ayah sempat menangis tersedu-sedu saat diwawancarai secara langsung di salah satu stasiun TV, kemarin sore (17/4). “Abu Thalib, paman nabi Muhammad SAW, yang katanya belum masuk Islam saja, saat itu masih dihormati dan diperlakukan dengan baik oleh Nabi. Sementara, saya sendiri sebagai ayah kandungnya yang jelas-jelas beragama Islam, malah tidak dihormati dan dianggap kafir oleh Syarif” ucap Abdul Ghofur, ayahanda dari terduga pelaku aksi bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon, Muhamad Syarif, jum’at minggu lalu.

Kartini, dan Bias Peran Kaum Perempuan

Hingga akhir abad ke-19, akses pendidikan bagi perempuan Indonesia, masih merupakan sesuatu yang teramat sangat mahal dan langka. Suatu keadaan yang saat itu nyaris luput dari perhatian, bahkan dianggap sebagai sebuah hal yang biasa saja dan wajar tatkala perempuan Indonesia ditempatkan sebagai – maaf - makhluk kelas dua, dengan tugas domestik, urusan rumah tangga.

Buku dan Sejarah Perpustakaan Nasional

Istilah perpustakaan, awalnya terkait erat dengan buku. Perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti buku atau kitab. Dalam bahasa Inggris, perpustakaan disebut library, dalam bahasa Belanda disebut bibliotheek, dalam bahasa Perancis bibliotheque, dalam bahasa Spanyol dan Portugis bibliotheca. Sejumlah sebutan untuk perpustakaan dalam berbagai bahasa di atas memiliki akar kata yang sama. Akar kata library adalah liber (bahasa Latin), artinya buku. Sedangkan akar kata bibliotheek adalah biblos  (Yunani), yang berarti juga buku. Dalam perkembangan yang lain, juga dikenal sebutan Bible atau Alkitab, yang keduanya berarti sama yakni buku.

Ku Tahu yang Kau Mau (3) : Sumbangan Pak Haji

Sore hari itu, rumahku di sebuah komplek perumahan di Bandung, kedatangan tamu. Dia adalah seorang ibu, tetangga di sebelah kanan rumahku. Dengan raut muka yang masih tersisa masam, ia langsung duduk.
“Saya enggak habis pikir dengan Pak Haji itu...” ucapnya dengan nada cukup tinggi. “Memangnya, ada apa Bu Ida ?”

Ku Tahu, Yang Kau Mau (2) : Pagi Dikubur, Sore Main Bola ?

Siang itu, di Hotel berbintang dan bersejarah di Jalan Asia Afrika Bandung. Rangkaian acara reuni sebuah universitas yang terletak di kawasan Bandung Utara baru saja usai. Empat orang pria dan dua orang perempuan sedang duduk di depan meja bundar hendak memulai santap siang. Tak semuanya, kami saling kenal.

Ku Tahu, Yang Kau Mau (1) : Sekolah Unggulan

Di suatu waktu, di dalam sebuah ruangan kerja. Sambil duduk, seorang ibu berkerudung biru muda mengeluh. “Aduh, berat juga, ya. Sekolahin anak di SMP Islam terpadu” ucapnya memulai. “Memang, kenapa berat, bu ?” tanya teman, seorang ibu juga yang duduk di sebelahnya.

UN : Pelajaran Menjadi “Malaikat” dan “Penjahat” ?

Tampaknya, kontroversi mengenai penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) yang setiap tahun digelar oleh Kemendiknas untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia, lebih dari sekedar persoalan teknis penyelenggaraan dan angka kelulusan saja. Ada masalah yang lebih mendasar untuk diangkat dari sebuah kegiatan rutin tahunan yang menelan biaya lebih dari setengah Trilyun rupiah. Lebih dari sekedar sebuah pertanyaan, “mengapa,  harus ada UN ?”, atau “mengapa, UN harus dihapuskan ?”.

Bom Cirebon : Ibu Hamil 9 Bulan Jadi Korban ?

Andai, ini benar bahwa pelaku aksi bom bunuh diri adalah Muhamad Syarif, salah seorang warga Kota Cirebon yang sering melakukan aksi unjuk rasa. Sungguh sangat memilukan. Kembali, seorang perempuan menjadi korban. Ia diduga sebagai istri dari Muhamaad Syarif yang bertemu terakhir kali pada tanggal 3 April yang lalu. Ia adalah istrinya, seorang ibu berjilbab yang kini sedang mengandung sembilan bulan.

Aksi Bom Bunuh Diri, Mengapa Mereka Lakukan ?

Mengapa, mereka mau melakukan aksi bom bunuh diri di negeri ini ? Sebutlah, misalnya Asmar Latin Sani, M. Salik, atau yang paling akhir, entah siapa yang tewas di Masjid Mapolresta Cirebon, saat pelaksanaan Sholat Jum’at kemarin (15/4).  Kalaupun mau menambahkan sebuah pertanyaan, mengapa ia lakukan di saat jama’ah sedang melaksanakan ibadah sholat Jum’ah di sebuah masjid yang suci ? Mungkin, sebuah modus baru di negeri ini, meski di sejumlah negara yang dilanda konflik, seperti Pakistan atau Irak, merupakan suatu hal yang biasa terjadi.

BOM CIREBON : Hai, Engkau Yang Telah Mati Sia-Sia !

-->
Oleh Srie

Tak habis pikir ! Mengapa, bom bunuh diri itu kembali terjadi. Saat sholat Jum’at (15/4/2011) di sebuah masjid kecil di komplek Mapolres Cirebon Kota, Jabar, sebuah bom bunuh diri meledak. Pelaku bom bunuh diri meninggal di tempat, Kapolresta terluka bersama lebih dari 25 orang lainnya yang ikut sholat, termasuk seseorang yang bertugas sebagai imam sholat Jum’at.

Pemerintah Didesak Hentikan Ujian Nasional

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum bersama perwakilan guru dan orang tua murid mengajukan permohonan eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung tahun 2009 yang melarang Pemerintah melaksanakan Ujian Nasional sebelum syarat-syarat perbaikan pendidikan dipenuhi. Permohonan ini diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 14 Maret 2011.

Keajaiban (2)

Oleh Sri Endang Susetiawati

Kalender telah berganti untuk yang kesepuluh kali. Vonis dokter begitu sakit aku dengar. “Ibu harus dioperasi !” ucapnya menakutkan. Sakit. Lebih dari penyakit yang aku tanggung selama ini.

Guru SMP Palsukan Gelar S2 dan S3 Untuk Sertifikasi dan Jadi Pembicara

TEMPO Interaktif, Jember  - Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember hanya menjatuhkan sanksi mutasi atau pemindahan tugas kepada Suko Budiono, guru SMPN 1 Jenggawah yang diduga kuat memalsukan gelar. Suko diduga kuat memalsukan gelas S2 dan S3 yang selama ini untuk meraih poin sertifikasi dan menjadi pembicara di banyak tempat.

Tanggapan Langsung Marzuki Alie Atas Rencana Pembangunan Gedung DPR

Akhir-akhir ini, polemik mengenai rencana pembangunan gedung baru DPR RI ramai dibicarakan oleh publik. Pro dan kontra pun turut mewarnai banyak media, hampir setiap hari. Saya sempat memberikan tanggapan pula sekaligus bertanya langsung kepada Ketua DPR RI, Bpk. Marzuki Alie, melalui pesan inbox jejaring sosial Kompasiana.Berikut ini, adalah tanggapan langsung dari yang bersangkutan, melalui media yang sama.

Katakan Cinta Dengan Buku !

Buat mereka yang menganggap buku adalah sesuatu yang sangat berharga. Membaca adalah hobinya yang akan membawanya pada kesenangan intelektual dan rasa. Ketika mulut tak kuasa lagi untuk bicara, lidah yang kelu dan terasa kaku hingga tak sanggup lagi mengemban misi suci untuk mengungkapkan suatu perasaan yang terdalam atas seseorang. Buku adalah salah satu alternatif  terbaik untuk digunakan.

Buku, Pengalamanku dan Peradaban Bangsa

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bagi saya, buku adalah sumber pengalaman  yang terbaik. Membaca buku berarti ikut mengalami apa yang ditulis oleh para penulis buku. Dengan membaca buku, saya seolah ikut berkenalan dengan sang penulis, mengikuti alur pikirannya, merasakan apa yang dirasakannya, ikut belajar, berguru dan ikut berdiskusi dengannya berdasarkan apa yang ia alami.

Kritik Sahabat : Bangsa Ini Kurang Percaya Diri ?

Dedeh. Temanku sewaktu kuliah ini tidak banyak berubah mengenai ciri khasnya saat  memberikan kritik terhadap sesuatu hal.   Sangat kritis, analitis, tajam dan blak-blakan secara apa adanya. Begitu pula, saat kemarin ada acara di daerahku, teman yang dulu sering menyandang gelar juara kelas ini berkesempatan mengunjungi kediamanku.  Predikatnya, yang kini sebagai pengusaha busana muslim di Bandung tidak menyurutkan perhatiannya terhadap banyak hal, terutama masalah sosial yang menjadi fenomena di negeri ini.

Panduan Pengembangan RPP IPS SMP

Berikut ini adalah panduan pengembangan RPP mata pelajaran IPS di tingkat SMP dalam format PDF. Semoga bermanfaat.

Panduan Pengembangan Silabus IPS SMP

Pengembangan sebuah silabus amat penting dilakukan oleh seorang guru, sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Berikut ini adalah panduan lengkap mengenai pengembangan silabus mata pelajaran IPS di SMP dalam bentuk PDF. Semoga bermanfaat.

Ada Bahasa Indonesia di Moto GP

Mungkin, bukan baru kali ini terjadi. Namun, jujur saja, saya baru melihatnya. Saat secara sekilas ikut menyaksikan lomba balap motor Moto GP di sirkuit Jerez Spanyol, minggu kemarin. Secara tidak sengaja, mata saya tertuju pada tulisan yang melekat di bagian samping motor balap yang dikendarai oleh Jorge Lorenzo, yang kemudian menjadi juara pertama pada putaran Moto GP di Jerez, kemarin. Ada tulisan Yamaha, Fiat, juga Petronas. Yang menjadi perhatian saya adalah ada tulisan “Semakin Di Depan”, di bagian bawah kata Petronas.

Contoh RPP IPS SMP : Pendidikan Karakter

Berikut ini adalah contoh RPP mata pelajaran IPS SMP dalam bentuk PDF, semoga bermanfaat.