Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Bom Cirebon : Ibu Hamil 9 Bulan Jadi Korban ?

Andai, ini benar bahwa pelaku aksi bom bunuh diri adalah Muhamad Syarif, salah seorang warga Kota Cirebon yang sering melakukan aksi unjuk rasa. Sungguh sangat memilukan. Kembali, seorang perempuan menjadi korban. Ia diduga sebagai istri dari Muhamaad Syarif yang bertemu terakhir kali pada tanggal 3 April yang lalu. Ia adalah istrinya, seorang ibu berjilbab yang kini sedang mengandung sembilan bulan.

Apa lagi yang dapat saya katakan ? Apapun alasannya, aksi bom bunuh diri adalah sebuah kesalahan, dan akan menyengsarakan bagi mereka yang menjadi korbannya. Termasuk, istri pelaku sendiri, yang hingga kini berharap bahwa foto yang tersebar di berbagai media massa itu, bukanlah suaminya yang baru menikahinya kurang dari setahun yang lalu.
Apa yang kira-kira akan almarhum katakan kepada istrinya kini ? Entahlah. Dugaan saya, dia sangat menyesal dan sangat bersedih, saat bagiamana ia melihat sendiri sang istri, sambil menanggung beban sang calon bayi, anaknya sendiri. Seorang anak yang kelak akan menjadi yatim, saat ia sebentar lagi akan dilahirkan. Bagaimana, kira-kira ia menyesali aksinya ? Klik Di sini.
Harapan saya. Sudahilah, aksi-aksi semacam ini. Tidak ada yang diuntungkan, kecuali sang aktor inteletual. Hanya merugikan bagi semua pihak, apalagi bagi seorang istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertama yang dinanti dan dicintainya.
Saya cuma ikut prihatin, Mbak. Salam.
_____________________________
(Oleh Sri Endang Susetiawati)
Baca Juga

Komentar