Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Guru Bocorkan Soal Ujian, Siswa Satu Sekolah Akan Digugurkan


TEMPO Interaktif, Jakarta -  Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan akan menggugurkan satu sekolah yang mengikuti Ujian Nasional, jika  ditemukan ada  guru atau kepala sekolah yang membocorkan soal. Sementara bagi orang yang membocorkan soal ke luar sekolah akan dikenai tindak pidana.  "Sebagai pembocor rahasia negara," katanya
Nuh menganalogikan tes yang baru dijalani siswa Sekolah Menengah Atas dan Pertama itu seperti bal-balan alias sepak bola. "Tidak ada pertandingan tanpa pelanggaran," katanya di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 28 April 2011 malam.
Pengawas ujian bertindak layaknya wasit di lapangan hijau yang mengidentifikasi dan mencatat setiap pelanggaran. Jika perlu, Nuh melanjutkan, mereka juga mengusir pelanggar.
Maka dia meminta semua pihak untuk menahan diri setiap  menemukan pelanggaran di Ujian Nasional. "Tidak mungkin mengulang pertandingan setiap wasit meniup peluit," katanya. Tapi dia menjamin tiap pelanggaran akan dikenai tindakan.Misalnya siswa yang kedapatan melanggar akan dicatat nomor ujiannya, sehingga saat penilaian, nilainya otomatis terhapus.
Menurutnya, pelanggaran ujian nasional menunjukan tren turun. Tahun lalu jumlahnya 504 kasus dan sekarang 88 kasus. Terdiri atas kebocoran, jual beli soal, pungutan dan lainnya. Selain dari laporan pengawas, kementerian juga membuka pos pengaduan lewat pesan singkat, telepon dan surat elektronik. Sebanyak 2,4 juta siswa SMA mengakhiri ujian nasionalnya pekan lalu, dan 3,7 juta siswa SMP siang tadi.

RESA M
Baca Juga

Komentar