Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Belajarlah dari Kompasiana : Indahnya Demokrasi, Tanpa Perlu Caci Maki

Oleh Sri Endang Susetiawati Bagaimana pun, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan Kompasiana. Maka, ketika dua hari lalu saya menyatakan sikap tegas untuk menolak kehadiran iklan rokok menempel di head banner Kompasiana, tak lain adalah bagian dari kecintaan saya tersebut. Bahwa, saya tidak merasa nyaman kalau Kompasiana ternoda oleh sesuatu yang menurut saya sangat prinsip, substantif, strategis dan berdaya jangkau ke depan. Sebuah perasaan, yang sangat mungkin berbeda dirasakan oleh teman-teman lain. Bahkan, boleh jadi lebih banyak teman-teman yang sangat tidak merasakan sama sekali. Tentu dengan berbagai alasan dan pandangan yang tak kalah kuat pula.

Jadilah Mahasiswa, Tidak Sekedar Kuliah !

Oleh Sri Endang Susetiawati Kuliah, adalah kegiatan akademik yang terkait langsung dengan kewajiban mahasiswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampus sesuai dengan target kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan. Ukuran keberhasilannya adalah dalam bentuk nilai A, B, C, D atau E. Di akhir kegiatan perkuliahan, mahasiswa harus mengikuti sidang ujian Skripsi untuk memperoleh keberhasilan paling akhir, yaitu lulus sebagai seorang Sarjana dengan berhak menyandang gelar kesarjanaan dan memegang Ijazah Sarjana pula.

Kisah Curang UN : Siswa SD Dipaksa Ikuti Kesepakatan Konyol Hingga Stres

JAKARTA (Okezone.com)- Sistem pendidikan di Indonesia kembali membawa korban. Target kelulusan dalam ujian nasional yang ditempatkan sebagai evaluasi mutlak mutu peserta didik maupun penyelenggara pendidikan, berujung pada praktik-praktik kecurangan. Ironisnya, kecurangan itu terjadi di tingkat sekolah dasar.

Kompasiana Pasang Iklan Rokok, Maaf Saya Cuti Posting Tulisan

Oleh Sri Endang Susetiawati Bagi saya, adanya iklan rokok yang terdapat di bagian HEAD KOMPASIANA adalah tidak mendidik dan telah membuat saya tidak merasa nyaman. Mengapa KOMPASIANA tidak  cari iklan yang lain saja, seperti sejumlah lembaga olahraga yang kini MENOLAK IKLAN ROKOK ? Bukankah pembaca Kompasiana juga banyak yang masih pelajar ? Bagaimana mungkin, saya minta anak-anak pelajar untuk klik Kompasiana, atau setidaknya baca tulisan saya, sementara mereka harus disuguhi iklan yang tidak edukatif seperti itu.

Islam Yes, Korupsi Yes ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Slogan di atas, tentu saja tidak terkait langsung dengan slogan terkenal “Islam Yes, Partai Islam No !” yang pernah dilontarkan oleh almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur) kira-kira sejak 40 tahun lalu. Jika “Islam Yes, Partai Islam No !” merupakan kritik pedas atas perilaku para politisi muslim yang saat itu mengidentikkan Islam dengan partai yang diusungnya dalam Pemilu, maka “Islam Yes, Korupsi Yes ?” hanya merupakan bagian dari introspeksi atas perilaku para pejabat yang mengaku beragama Islam yang hingga kini tetap saja gemar melakukan korupsi.

Cegah Korupsi : Kurangi Peran Parpol, Usulkan Caleg dan Capres Independen

Oleh Sri Endag Susetiawati Upaya untuk mencegah perilaku korup di kalangan pejabat di negeri ini perlu selalu dilakukan. Salah satunya, adalah mengurangi peran Partai Politik (Parpol) dan mengusulkan adanya Calon Legislatif (Caleg) dan Calon Presiden/Wakil Presiden (Capres/Cawapres) independen pada Pemilu 2014 mendatang. Mengapa hal ini perlu dilakukan ? Karena, Parpol merupakan salah satu akar terjadinya korupsi.

Kasus Nazarudin : Blunder Politik Demokrat, Perahu Yang Sedang Bocor

Oleh Srie Suka atau tidak suka kasus M. Nazarudin membuka kembali rivalitas internal antar faksi di tubuh Partai Demokrat (PD) secara terbuka. Ibarat sebuah pendulum yang menggantung di ujung kaitan tali SBY, maka besi pendulum itu kini menjauh dari faksi (kubu) Anas Urbaningrum (AU). Lalu, ke manakah besi pendulum itu kembali mengarah ?

Fiksi Novel (Lanjutan) : Senyum Kemenangan

Oleh Sri Endang Susetiawati Di siang hari yang telah dijanjikan, Zaza turun dari taksi berwarna biru di depan sebuah rumah makan khas Sunda “Riung Sari”, di kawasan Jl. Riau yang rimbun dengan pepohonan. Salah satu jalan yang terdapat banyak factory outlet terkenal di kota Bandung. Ia melenggang dengan balutan busana yang casual, celana jeans warna hitam, kaos lengan panjang warna krem, serta tutup kepala berupa kerudung warna biru muda. Tas kecil berwarna hitam terlihat menggantung di bagian bahu kirinya.

Seri Novel : SMS Tak Berbalas

Oleh Sri Endang Susetiawati Di sore hari yang cerah, Zaza, mahasiswi yang sering disebut oleh teman-teman sekampusnya sebagai kembaran salah seorang artis dan bintang iklan sabun mandi itu, masih berada di dalam kamar kos nya, di kawasan Jl. Kebon Sirih Bandung. Namun, kali ini ada yang tidak biasa saat ia tampak gelisah dalam lentangan tidur, sambil memeluk bantal guling dengan  bermalas-malasan di atas kasur warna biru bergambar Doraemon.

P-4 dan Upacara Bendera Diusulkan Untuk Diterapkan Bagi Mahasiswa, Anda Setuju ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se- Jawa Timur mengusulkan kepada Ditjen Dikti Kemendiknas agar P-4 (Pedoman Pelaksanaan dan Pengamalan Pancasila) kembali diajarkan di Perguruan Tinggi. P-4 dianggap memiliki materi empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) yang dianggap relevan untuk diajarkan kepada mahasiswa. Usulan tersebut diungkapkan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof Nursyam, Senin, 23 Mei 2011 di kampusnya.

Puisi Untuk Seorang Sahabat

i
Oleh Sri Endang Susetiawati
Dalam kesunyian... Aku menitikkan air mata berlinang Sungguh,  Sepenuhnya ... Aku mengaku khilaf dan salah

Cerber Empal Gentong (2) : Saat Makan Siang, Perempuan Berbaju Kumal

Oleh Sri Endang Susetiawati Keesokan harinya, Khalifia, atau biasa disapa Fia datang lagi ke tempat yang sama, di sebuah jalan dekat Stasiun Pasar Minggu, Jakarta. Kali ini, ia sendirian tanpa mengenakan baju seragam. Setelah menunggu untuk beberapa saat lamanya, ia melihat perempuan berbaju kumal dan anak-anaknya melintas di depannya. Persis, saat berjalan di depan warung Pak Haji Gendut, rengekan si kecil terdengar kembali, “Emak...., mau empal...mau empal...”. Perempuan itu hanya menoleh sebentar ke arah warung, untuk kemudian ia berusaha untuk menenangkan anaknya.

Kisruh Kongres PSSI : Kang Agum, Mengapa Tidak Voting Saja ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Apa yang dapat dikomentari dari pelaksanaan Kongres PSSI kemarin ? Adalah sebuah proses “politik” yang biasa saja. Bahwa ketika perbedaan pendapat dan kepentingan itu belum bertemu, maka perilaku “tidak tertib” dari sebagian peserta Kongres merupakan hal yang biasa.

Pelajar Perempuan Dominasi 10 Besar Nilai UN SMA, Cuma Satu Pelajar Pria

Oleh Sri Endang Susetiawati
Fakta membuktikan, bahwa dalam nilai rata-rata hasil Ujian Nasional (UN), pelajar perempuan jauh lebih baik dibandingkan dengan pelajar pria. Mengapa ? Karena, peraih nilai rata-rata tertinggi dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dominasi oleh kaum wanita. Dari 10 siswa yang memperoleh nilai tertinggi itu, hanya menyisakan 1 (satu) orang saja yang pria, sisanya adalah kaum perempuan. Pelajar pria yang masuk 10 besar itu adalah Agung Waluyo Utomo, pelajar  SMAN 2 Lamongan, Jawa Timur. Agung meraih nilai rata-rata 9,79.

Pelajaran Sejarah : 20 Mei, Mengapa Jadi Hari Kebangkitan Nasional ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Pelajaran Sejarah baru saja hendak dimulai di suatu kelas SMA. Ibu guru yang belum genap setahun mengajar itu langsung mengajukan sejumlah pertanyaan kepada murid-muridnya. Guru : Anak-anak, kalian tahu besok hari apa ? Murid : ???????

Cerber Empal Gentong (1)

si Oleh Sri Endang Susetiawati Hentakan roda kereta yang membentur sambungan rel yang sudah tua, begitu berisik terdengar dan cukup memekakkan telinga. Namun, orang-orang tetap saja acuh tak acuh saat mereka hilir mudik melewati lintasan rel kerata api yang tidak dijaga. Dengan alasan mempersingkat waktu, mereka memaksakan diri untuk selalu memanfaatkan jalan sempit yang cuma dikelola oleh pak Ogah.

99,2 % Siswa SMA Lulus UN, Apa Artinya Bagi Kita ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK tahun 2011 telah diumumkan, Senin kemarin (16/5/2011). Hasilnya, secara nasional 99,2 % lebih siswa SMA dinyatakan lulus UN (meningkat dari 99,04 % tahun lalu), sedangkan angka kelulusan siswa SMK sebesar 99,51 %. Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi daerah terbanyak siswa tidak lulus, yaitu 369 siswa (4,3 %), sedangkan Bali menjadi daerah dengan ketidaklulusan terkecil, yaitu 10 siswa (0,04 %). Di Jakarta, siswa yang tidak lulus sebanyak 118 orang atau 0,19 %. (VIVAnews.com)

Cara Menyikapi Perbedaan Pendapat

Oleh Sri Endang Susetiawati Perbedaan pendapat, pastilah akan terjadi dalam hidup ini. Mengapa ? Karena kita memang terlahir dengan segala perbedaan dengan orang lain, bahkan dengan orang terdekat, seperti orang tua, saudara, atau bahkan saudara kembar sekalipun. Di samping, tentu saja, sebenarnya masih terlalu banyak persamaan di antara kita dan mereka, termasuk dengan mereka yang bukan saudara, beda asal usul, beda agama, dan beda bangsa.

Seri Praktek Korupsi (3) : Setor Uang Dimuka, Dapatkan Proyek Pemda via Anggota Dewan

Oleh Sri Endang Susetiawati
Untuk ke sekian kalinya, Denny, bukan nama sebenarnya datang kembali ke rumah kenalannya, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD di salah satu kota di Jawa Barat. Dilihat dari raut wajahnya dan caranya dia berjalan, kini tampak ada semacam optimisme yang sedang mekar di hatinya. Maka, saat sudah berada di ruang tamu, langsung saja ia mengutarakan maksudnya.

Teror, Atas Nama Pancasila

Oleh Sri Endang Susetiawati Jam di dinding, belum juga menunjuk penuh pada angka 10 malam. Saya dan tujuh orang teman aktivis mahasiswi masih saling berbincang di dalam sebuah kamar. Belasan teman-teman aktivis mahasiswa masih terdengar saling mengobrol dan bercanda kian kemari, di ruang tengah yang sekaligus berfungsi sebagai ruang tamu di sebuah sekretariat organisasi kemahasiswaan di Bandung.

Seri Praktek Korupsi (2) : SK Anggota Dewan Digadaikan, Proposal Jadi Andalan !

Oleh Sri Endang Susetiawati Sebutlah namanya Deny, bukan nama sebenarnya. Dia bermaksud datang sebagai tamu di rumah kenalan akrabnya yang kini menjadi salah seorang anggota DPRD di salah satu kota di Jawa Barat.  Untuk apa dia bertamu ? Hah, apalagi kalau untuk dua hal saja : (1) untuk berbasa-basi sebagai salah seorang anggota Tim Sukses sang anggota Dewan saat Pemilu lalu; (2) untuk sebuah keperluan khusus, permohonan bantuan uang terkait anaknya yang dirawat di rumah sakit.

Karena UN, Generasi Muda Kurang Toleran !

Oleh Sri Endang Susetiawati Seorang teman bertanya kepada saya sebagai seorang guru, apa yang menyebabkan para pelajar kita bersikap kurang toleran ? Saya jawab : Ujian Nasional (UN) ! Sang teman sempat kaget. Mungkin, selama ini tak terpikirkan sama sekali. Kok, bisa ya ? “Bisa !” jawab saya. Akar dari sikap toleran adalah sikap yang menghargai adanya perbedaan pendapat atau pandangan. Sikap intoleran, salah satunya terbentuk oleh kebiasaan seseorang yang berada dalam keseragaman berpendapat.

Pancasila Dalam Bahaya ? Mimpi Di Siang Bolong !

Oleh Sri Endang Susetiawati Isu mengenai adanya terorisme dan gerakan NII, tampaknya telah agak melenceng dari apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ? Karena, isu terorisme dan gerakan NII secara langsung atau tidak langsung telah menyudutkan kembali posisi umat Islam, sebagai bagian warga negara yang telah ikut melahirkan dan merawat Indonesia.

Korupsi, Tetaplah Korupsi !

Oleh Sri Endang Susetiawati Bukannya mereka tidak tahu, bahwa ada keganjilan dari harta yang dimilikinya. Sebutlah nama samaran dia, Abang. Pria paruh baya yang dulu pernah menjabat sebagai pimpinan Kantor Pajak di kawasan elit Jakarta Pusat. Setiap hari Jum’at hingga Minggu, biasa berkunjung di rumah kampung miliknya, di sebuah daerah pegunungan yang berhawa sejuk.

Toleransi Berkurang, PMP Diusulkan Kembali Diajarkan. Setujukah ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Akhir-akhir ini, kian terdengar mengenai sinyalemen adanya sikap toleransi yang makin berkurang di tengah masyarakat kita. Lantas, ada yang mengusulkan perlunya  pendidikan moral Pancasila (PMP) untuk kembali diajarkan di sekolah-sekolah. Pendidikan Pancasila yang kini digabungkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKN) dianggap kurang mencukupi. Benarkah, ini merupakan solusi yang tepat ?

Politik Kotor dan Korup, Harus Segera Diakhiri !

Oleh Sri Endang Susetiawati Politik, salah satunya dapat dipahami sebagai sebuah seni dalam mengelola kekuasaan. Asumsinya, tidak mungkin semua orang yang menjadi rakyat harus memerintah sebuah negara. Maka, politik mengatur mengenai siapa saja yang dianggap sah untuk dapat mengatur dan memerintah negara, sekaligus memimpin dan memerintah rakyatnya. Maka, dibuatlah sebuah aturan, mekanisme atau prosedur mengenai bagaimana kekuasaan yang secara teoritis dimiliki oleh rakyat itu kemudian didelegasikan kepada mereka yang dianggap memperoleh mandat yang sah untuk menyelenggarakan kekuasaan negara.

Menulislah, Lebih dari Sekedar Sebuah Tulisan

Oleh Sri Endang Susetiawati Pernahkah, Anda mengalami suatu kejenuhan atau sejenak merasa bosan saat hendak menulis ? Jika pernah, mungkin ada saatnya untuk istirahat sebentar. Sekurangnya, mengendapkan kembali apa-apa yang pernah ditulis, dan mencernanya kembali apa kira-kira kekurangan yang perlu segera untuk diperbaiki. Prinsipnya, tak perlu dianggap serius, bahwa kejenuhan atau bahkan kebosanan ada saatnya akan mampir pada diri seseorang, termasuk bagi diri saya, dan mereka yang hobi menulis.

Kemendiknas Ubah Kurikulum Pendidikan

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang menyiapkan perubahan kurikulum pendidikan untuk memperkuat jiwa nasionalisme para peserta didik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kurikulum pendidikan diserahkan ke sekolah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, setelah dilakukan evaluasi ada beberapa hal yang dinilai tidak tepat, terutama terkait kurikulum penguatan nasionalisme.

Menulislah, Apa yang Ingin Engkau Tulis ....

Oleh Sri Endang Susetiawati Menulislah apa yan ingin engkau tulis. Menulis adalah bagian dari ekspresi jiwa. Apa yang ingin kita katakan ? Katakan saja ! Tentu, bukan dalam kata-kata lisan yang terucap. Namun, dalam kata-kata tertulis yang terbaca. Dengan tulisan, kita dapat membaca diri sendiri, dan orang lain pun akan dimungkinkan dapat membaca apa yang kita pikirkan dan dan kita rasakan.

Ketika, Salah Itu Benar. Maka.....

Oleh Sri Endang Susetiawati
Ketika salah itu benar Maka, kami akan bertanya Pelajaran apakah yang telah engkau dapatkan ? Pelajaran tentang kejujuran yang telah tertanam ? Ataukah tipuan kebohongan yang telah melekat di hatimu, hingga tak terpisahkan ?

Tips Menulis Bagi Anak : KRI Surabaya vs KRI Dewa Ruci

Oleh Sri Endang Susetiawati Apa yang paling menarik dari dua orang anakku yang ikut menginap di kapal perang KRI Surabaya di kawasan Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL, Surabaya ? Betul. Ternyata mereka bersemangat untuk mau menulis apa saja yang mereka lihat dari atas kapal di buku Diary masing-masing.

Apakah Anda Ingin Menulis di Blog ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Pernahkah Anda terpikir untuk dapat menulis sendiri sebuah tulisan, hingga terpampang di sebuah Blog ?  Jika pernah, maka mulailah dari sekarang saja Anda menulisnya. Maka, tulisan Anda pun akan kami muat di Blog Tulisanku, sebuah blog yang diperuntukkan bagi Anda yang ingin terbiasa menulis. Blog untuk anda semua yang mau menulis. Anggaplah ini Blog Keluarga Penulis, termasuk Anda yang baru mau menulis. Klik di sini

Apa yang Paling Dibutuhkan oleh Anda Dalam Hidup ?

-->

Oleh Srie “Apa yang paling dibutuhkan oleh seseorang dalam hidup?”. Pertanyaan itu terlontar oleh Nurcholish Madjid, atau biasa dipanggil Cak Nur, saat ada suatu pertemuan di Bandung. “Ketenangan” ucap Cak Nur sambil sedikit bercerita.  Bahwa kata yang sama pernah terucap oleh Abah Anom, seorang ajengan (kyai) kharismatik yang bertempat tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat. Apa itu ketenangan? Adalah sebuah kondisi dalam keseimbangan. Kondisi yang seimbang akan menghasilkan sebuah ketenangan. Mengapa air mengalir? Karena ia mencari kesetimbangan baru, dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.  Air akan terus bergerak mengalir hingga ke tempat kesetimbangan baru, dan saat itulah air dalam keadaan yang tenang. Begitu pula, mengapa tanah menjadi longsor, karena tanah mencari kesetimbangan baru agar tidak bergerak lagi, tetap diam, hingga menjadi tenang kembali. Bumi dan planet-planet lain terus berputar mengelilingi matahari dalam keadaan yang setimbang yang teratur ant…

Apa Yang Dilakukan Oleh Soekarno, Saat Merebut Irian Jaya ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Apa yang dilakukan oleh Soekarno, ketika Belanda mengingkari perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) sehingga Irian Jaya belum juga mau diserahkan kepada Indonesia ? Sejak satu tahun usai pengakuan kedaulatan 27 Desember 1949, Indonesia selalu mengajak Belanda untuk berunding mengenai penyerahan wilayah yang masih dikuasasinya. Apa tanggapan Belanda ?

Apakah Anda Ingin Menulis di Blog ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Pernahkah Anda terpikir untuk dapat menulis sendiri sebuah tulisan, hingga terpampang di sebuah Blog ?  Jika pernah, maka mulailah dari sekarang saja Anda menulisnya. Maka, tulisan Anda pun akan kami muat di Blog Tulisanku, sebuah blog yang diperuntukkan bagi Anda yang ingin terbiasa menulis. Blog untuk anda semua yang mau menulis. Anggaplah ini Blog Keluarga Penulis, termasuk Anda yang baru mau menulis.

Pendidikan Kita Dalam Bahaya Besar ! Mengapa ?

Oleh Sri Endang Susetiawati
Entah, hendak berkata apalagi Pak Mendiknas tentang dunia pendidikan kita, khususnya terkait penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Sudah jelas, bahwa ada masalah besar, bahkan bisa disebut bahaya besar mengancam dunia pendidikan dalam arti yang sebenarnya. Peningkatan mutu pendidikan secara nasional itu penting, namun haruskah mengorbankan sendi-sendi luhur dunia pendidikan ?

Usul Pendidikan Karakter : Kembangkan Dialog, Terapkan Ujian Lisan dan Essay, Hentikan Pilihan Ganda.

Oleh Sri Endang Susetiawati Mulai Tahun Ajaran (Pembelajaran) 2011/2012, Kemendiknas akan memberlakukan Pendidikan Karakter dalam proses pembelajaran di sekolah. Sebuah langkah kebijakan yang sebenarnya bukan barang baru, karena memang sejak dulu hakikat dari pendidikan adalah pembentukan karakter peserta didik. Lantas, mengapa pendidikan karakter kemudian seolah menjadi sesuatu yang dianggap penting dan mendesak untuk segera diterapkan dalam proses pembelajaran sekolah ?

Tips Menulis Bagi Anak : Pengalaman Naik Kapal Perang

Oleh Sri Endang Susetiawati Jelang H-3 rencana perjalanan menuju ke Surabaya, dua anakku yang masih duduk di bangku SD, menyapaku di depan pintu. Ini tidak biasanya. Baru saja saya pulang mengajar dari sekolah. “Mah, enak enggak naik kapal perang....?” tanya Raza, anakku yang masih duduk di Kelas IV SD.

Penyakit SMS

Oleh Sri Endang Susetiawati Tentu, kita semua sudah sangat mengenalnya. Namanya Muhammad Jusuf Kalla atau biasa disapa dengan Pak JK. Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI pada pemerintahan SBY Jilid Ke-1 ini kerap memberikan pernyataan yang spontan kepada wartawan. Salah satunya, pernyataan yang paling saya suka adalah tentang penyakit SMS.