Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Ketika, Ke-Indonesia-an Kita Diklaim Oleh Mereka ...


Oleh Sri Endang Susetiawati

Masih ingat, ketika sejumlah budaya Indonesia di klaim oleh pihak Malaysia ?
Tentu, kita bertanya-tanya. Ini, apa maunya negara yang sok merasa lebih kaya ?
  
Masih ingat, ketika Nurdin Halid mengklaim sedang berjuang untuk  kemajuan sepakbola Indonesia ?
Tentu, kita tidak lantas percaya. Apanya yang diperjuangkan oleh dia ?

Masih ingat, ketika para politisi mengklaim atas nama kepentingan rakyat Indonesia ?
Tentu, kita tersenyum kecut mendengarnya. Apanya yang dapat kita percaya dari mereka ?

Masih ingat, ketika sebuah operator telekomunikasi seluler tiba-tiba mengklaim diri merasa paling Indonesia ?
Tentu, kita akan tertawa geli bersama-sama. Jangkauan terluas dan pelanggan terbesar. Itukah yang dimaksud paling Indonesia ?

Klaim, selalu saja sepihak. Tidak murni. Selalu saja ada motif kepentingan di balik setiap pernyataan klaim mereka. Ada udang di balik batu.

Kata “Indonesia” selalu diklaim jika ada “udang” yang melekat di balik sisinya.
Mulut mereka terus berliur. Menatap Indonesia yang gurih dan renyah.
Bagi mereka, Indonesia hanyalah santapan belaka.
Untuk membuat perut mereka gendut. Tak peduli rakyatnya lapar, dan kurus kering.
Mereka bilang, cukuplah batu kerikil buat mereka yang terpinggirkan itu.

Seorang teman bertanya : “Adakah yang salah dengan klaim atas nama Indonesia ?”
“Tidak juga” kataku.
Klaim sajalah seenak perutmu ! Bila perlu, tak usah menyisakan sedikitpun Indonesia bagi mereka yang sesungguhnya lebih berhak.

Temanku, kini hanya terdiam.
Lalu, aku hanya mau katakan.  Lakukan klaim atas nama Indonesia, dengan jujur dan tanpa pamrih.

Seperti, ketika para pemuda dulu.... saat mengklaim diri sebagai pemuda Indonesia.
Yang bertanah air satu, tanah air Indonesia. Yang berbangsa satu, bangsa Indonesia. Yang berbahasa satu, bahasa persatuan Indonesia.
Mereka lakukan itu, dengan penuh kesungguhan di tengah ancaman pemerintah kaum penjajah. Yang setiap saat, kapan saja mereka dapat menangkapnya.

Seperti, ketika para pemuda dulu.... saat mengklaim diri atas nama bangsa Indonesia. Dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia....
Mereka lakukan itu, dengan  penuh keberanian di tengah ancaman tentara Jepang, dan kekuatan tentara Inggris dan Belanda untuk kembali menjajah. Nyawa mereka menjadi taruhannya !

Ingatlah, ketika para pemuda dulu... saat mengklaim diri dengan menyebut kami rakyat Indonesia.
Mereka nyatakan itu, dengan penuh kepahlawanan siap berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia sampai titik darah penghabisan. Cuma satu yang mereka tahu. Merdeka atau Mati !

Kini, aku hanya mau katakan : “Hai para pemimpin Indonesia !”
Katakan kepada mereka : Malaysia, Singapura, Cina, Jepang, India, Amerika dan Eropa.
Katakan kepada mereka : “Hai, kalian ! Kami bangsa Indonesia. Di sini, kami tegak, kokoh berdiri. Kami telah siap menyambut tantangan kalian semua !”

Ini, klaim yang aku mau.....
Paling Indonesia !!!***

(Bersambung ......)

Demikian, terima kasih.
Salam Indonesia

Srie

Tulisan terkait :

Baca Juga

Komentar