Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Politik Kotor dan Korup, Harus Segera Diakhiri !


Oleh Sri Endang Susetiawati
Politik, salah satunya dapat dipahami sebagai sebuah seni dalam mengelola kekuasaan. Asumsinya, tidak mungkin semua orang yang menjadi rakyat harus memerintah sebuah negara. Maka, politik mengatur mengenai siapa saja yang dianggap sah untuk dapat mengatur dan memerintah negara, sekaligus memimpin dan memerintah rakyatnya. Maka, dibuatlah sebuah aturan, mekanisme atau prosedur mengenai bagaimana kekuasaan yang secara teoritis dimiliki oleh rakyat itu kemudian didelegasikan kepada mereka yang dianggap memperoleh mandat yang sah untuk menyelenggarakan kekuasaan negara.
Itulah, mengapa ada pemilihan umum yang dianggap sebagai prosedur yang paling demokratis untuk mengukur kehendak rakyat. Itulah mengapa ada parlemen atau anggota DPR, yang secara teoritis dianggap sebagai wakil rakyat dalam menjalankan sebagian kekuasaan negara dalam hal seperti fungsi legislasi, kontrol, dan penganggaran. Itulah, mengapa ada presiden dan wakil presiden yang dipilih langsung pula, yang dianggap sebagai orang yang terpilih secara sah dalam menyelenggarakan kekuasaan eksekutif di sebuah negara.
Pertanyaannya, untuk kepentingan apakah mekanisme politik itu terselenggarakan ?  Jelas, untuk kepentingan mengabdi demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Pertanyaan lanjutannya, benarkah seluruh mekanisme penyelenggaraan politik di negeri ini mengabdi demi kepentingan rakyat sebagai pemegang tertinggi kedaulatan negara ? Jawabannya, adalah sebuah ironi yang nyinyir, bahwa politik justru telah dirasakan sebagai bagian dari masalah besar yang dialami oleh negara. Politik, amat jauh dari apa yang dirasakan oleh rakyat sebagai sebuah solusi yang membawa rakyat pada keadaan yang lebih baik.
Hingar bingar politik demokrasi, belum sejalan atau belum berbanding lurus dengan tingkat kemajuan yang dirasakan langsung oleh rakyat, seperti tingkat kesejahteraan ekonomi, kemudahan dalam hal akses memperoleh pekerjaan, pendidikan, kesehatan, atau keadilan hukum. Mengapa, hal ini bisa terjadi ? Sekali lagi, karena politik telah menjadi bagian dari masalah besar yang diderita oleh republik ini ! Akibatnya, secara langsung atau tidak langsung, rakyatlah yang kembali harus menanggung seluruh beban masalah tersebut.
Adanya fakta, bahwa sistem politik kita yang berbiaya tinggi (high cost) adalah merupakan  salah bukti kuat mengenai adanya akar masalah negara dari sisi penyelenggaraan proses politik.  Politik, kemudian menjadi terjebak pada ajang transaksi kekuasaan yang bertali kelindan dengan kepentingan eknomi secara terang-terangan dan tampak kasar. Para pelaku politik atau politisi, dalam realitasnya lebih mewakili kepentingan dirinya sendiri, dan sebagian kepentingan partainya, dari pada mewakili kepentingan rakyat atau konstituen yang telah memilihnya saat Pemilu.  
Mengapa, hal ini bisa terjadi ? Karena, politik tidak lagi berfungsi sebagai sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, telah makin mempertegas, tak lebih sebagai sarana berlakunya praktek pencarian keuntungan materi semata. Kata-kata “rakyat” bukan lagi menjadi substansi atau roh dari politik, namun telah turun secara drastis, hanya menjadi asesoris murahan, pemanis bibir dan penghias partai. Senyatanya, kata-kata “rakyat” yang terucap dan menjadi slogan hanyalah bagian dari akal-akalan dalam memoles pencitraan diri dan partai politik belaka.
Inilah yang menjelaskan, mengapa korupsi masih terus terjadi, seolah menjadi menu harian yang tak pernah henti. Inilah yang menjelaskan, mengapa kepekaan itu tidak lagi dimiliki oleh mereka yang menyandang wakil rakyat yang terhormat, untuk sekedar dapat menahan diri agar tidak bersuka ria melancong ke luar negeri. Anggota DPR bukan disibukkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam hal pembelaan atas kepentingan rakyat. Namun, sejatinya lebih sibuk dengan pembelaan mati-matian atas kepentingan dirinya sendiri yang begitu memuakkan bagi rakyatnya.
Politik, kini telah jauh melenceng dari tujuan semula. Kini, politik telah berlari kian kemari, di atas jalanan logika dan kepentingan para politisi yang kian telanjang bulat, mempertontonkan sepenuh kesejatiannya yang bobrok. Kini, politik telah kian mengundang seluruh rakyat Indonesia untuk melampaui batas kesabarannya. Bahwa sudah saatnya politik yang kotor, korup dan tidak berpihak pada rakyat harus segera diakhiri..... !
Bagaimana dengan pendapat Anda ?
Demikian, terima kasih.....
Salam Persahabatan
Srie
  
Baca Juga

Komentar