Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Tips Menulis Bagi Anak : KRI Surabaya vs KRI Dewa Ruci


Oleh Sri Endang Susetiawati
Apa yang paling menarik dari dua orang anakku yang ikut menginap di kapal perang KRI Surabaya di kawasan Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL, Surabaya ? Betul. Ternyata mereka bersemangat untuk mau menulis apa saja yang mereka lihat dari atas kapal di buku Diary masing-masing.
Puncaknya, adalah saat si adik menunjukkan jari telunjuk tangannya ke arah sebuah kapal di seberang KRI Surabaya yang kemudian diketahui bernama KRI Dewa Ruci. Saat itu, KRI Surabaya sedang mulai berjalan menuju ke tengah Selat Madura. Sambil membelakangi bentangan Jembatan Suramadu yang sangat indah terlihat dari atas kapal, mereka terlibat perbincangan yang menarik.

“Wah, hebat juga kapal Dewa Ruci atuh, kak” kata si adik.
“Hebat apanya ?” tanya sang kakak.
“KRI Dewa Ruci mah, pasti jalannya lebih cepat”
“KRI Surabaya juga jalannya cepat, tahu....”
“Yah, besar dan berat begini... mana mungkin bisa jalan cepat”
“Ya, bisa atuh ! Apalagi, KRI Surabaya punya tembakan yang besar...”
“KRI Dewa Ruci juga punya... sok di adu tembakannya...!” ucap si adik tidak mau kalah.
“Ya, pasti kalah KRI Dewa Ruci mah. Kapalnya lebih kecil”
“KRI Surabaya yang kalah. Ditembak oleh KRI Dewa Ruci. Door.. pasti tenggelam...”
“KRI Dewa Ruci yang kalah, tahu...”
“KRI Surabaya yang kalah...”
“KRI Dewa Ruci...”
“KRI Surabaya...”
Selanjutnya, adalah peristiwa sebagaimana biasa antar dua kakak- beradik yang sama-sama laki-laki cuma beda usia dua tahun. Mereka terlibat cekcok berketerusan, tidak ada yang mau mengalah, hingga nyaris menjurus ke arah perkelahian ala anak-anak. Beruntung, mereka masih sempat dilerai oleh ayahnya dan dibantu oleh seorang perwira Angkatan Laut yang turut memisahkan keduanya.
“KRI Surabaya dan KRI Dewa Ruci itu sama-sama saudara. Jadi tidak mungkin saling berperang” jelas sang Perwira menasehati.
Mereka hanya terdiam, dan mengangguk saja. Seolah mereka sudah mengerti, apa maksud dari kata-kata seorang pria tegap yang berseragam putih itu. Kemudian, oleh sang ayah, mereka berdua dibawa kembali ke kamar kapal. Lalu, mereka diminta untuk melanjutkan kembali kegiatan menulisnya di atas buku Diary.
Dua hari berikutnya, setelah berada kembali di rumah, saya baca buku hasil tulisan anak-anak. Ada yang menarik saat mereka bercerita mengenai kejadian cekcoknya di atas kapal. Meski, masih ada sedikit perbedaan versi di antara cerita mereka, namun untuk bagian  terakhir, tampaknya nyaris sama.  Mereka sama-sama menuliskan kalimat berikut ini secara hampir mirip sekali :
“Mamah, maafkan kami, ya.... atas pertengkaran tadi di atas kapal. Kami berjanji, akan saling menyayangi dan tidak akan bertengkar lagi....” kata mereka dalam tulisan di Diary-nya masing-masing.
Saya cuma tersenyum agak sedikit terharu. “Yah, ... namanya juga anak-anak” ucap saya hanya dalam hati.
Jadi apa Tips menulis bagi anak ?
1. Tuliskan sendiri, apa yang mereka alami.
2. Teruslah menulis, agar mereka menjadi terbiasa....
(Tips-nya sama saja ya dengan sebelumnya.....? Hehe... memang iya...)
Demikian, terima kasih.
Salam Persahabatan.

Srie
Tulisan sebelumnya yang terkait :
Baca Juga

Komentar