Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Selamat Berbahagia Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Oleh Sri Endang Susetiawati Idul Fitri merupakan bagian dari babak kehidupan umat manusia. Idul Fitri, terkait langsung dengan makna puasa yang berarti upaya memelihara kefitrahan manusia. Meminjam kata-kata sastrawan Dante, Cak Nur menyebutkan bahwa manusia memulai hidup dalam alam kebahagiaan, alam paradiso, karena manusia menurut Islam dilahirkan dalam keadaan fitrah.
Namun, karena kelemahannya sendiri, manusia mengalami pengotoran hati nuraninya, sehingga lama-kelamaan akan jatuh dan terseret ke alam kesengsaraan, alam inferno. Maka, datanglah bulan Ramadhan sebagai rahmat Allah kepada manusia, untuk memberi kesempatan membersihkan diri dan bertobat, dan inilah proses di alam purgatorio.

Mudik Idul Fitri: Alasan Silaturahmi, Lalu Apa Lagi?

Oleh Sri Endang Susetiawati Ada apa dengan lebaran Idul Fitri? Belasan juta orang bergerak pada saat yang hampir bersamaan menuju kampung halaman. Selama beberapa hari, kemacetan mewarnai jalanan di sepanjang jalan lintasan arus mudik. Ribuan bis-bis besar, kendaraan pribadi, dan sepeda motor yang menyemut terlihat mengangkut ratusan ribu orang pemudik setiap hari. Keramaian banyak orang yang hendak mudik di sejumlah terminal, stasiun, pelabuhan atau bandara, kian memperjelas bahwa arus mudik itu memang ada.

Ketika Balita Ikut Mudik Di Atas Roda Dua...

sial
Oleh Sri Endang Susetiawati Andai, anak balita itu sudah mengerti dan berani menyatakan pendapatnya. Amat mungkin mereka keberatan untuk ikut naik motor bersama orang tuanya saat mudik lebaran. Betapa tidak, mereka berlama-lama diterpa oleh angin, debu dan panas terik matahari dalam perjalanan yang cukup jauh dan sangat melelahkan. Mudik lebaran dengan membawa balita di atas kendaraan sepeda motor, kembali banyak dijumpai saat kemarin dan hari ini.

Islam, Ajaran Perubahan Sosial

Oleh Srie Banyak cara untuk memahami Islam. Salah satunya, adalah memahami Islam sebagai sebuah ajaran tentang perubahan sosial.Benarkah? Ya. Karena Islam, pada hakikatnya adalah sebuah ajaran tentang perubahan sosial, yang terangkum dalam kalimat ‘amar ma’ruf, nahiy munkar, wa tu’minuna billah.

Mudik Lebaran, Jangan Habis-Habisan....

Oleh Sri Endang Susetiawati Berlebaran dengan cara mudik ke kampang halaman, sungguh sangat menyenangkan. Bisa bertemu dengan orang tua, saudara dekat, tetangga, atau teman lama merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang telah lama menetap di sebuah kota besar. Mudik lebaran saat hari raya Idul Fitri, memang sudah menjadi bagian dari tradisi di negeri ini.

Islam, dan Olok-Olok tentang Poligami

Oleh Srie Banyak cara untuk menyudutkan ajaran Islam. Salah satunya, kata mereka : olok-oloklah Islam dengan isu POLIGAMI. Benarkah demikian ? Ternyata, isu olok-olok itu salah alamat! Poligami tidaklah identik dengan Islam. Praktek poligami pernah dilakukan oleh banyak orang di belahan dunia, termasuk di Indonesia, tanpa memandang agama yang dianut. Hingga saat ini, praktek poligami pun masih dianut oleh sebagian di antara mereka di berbagai penjuru dunia, tanpa mengenal ajaran agama yang dianutnya, bahkan amat mungkin oleh mereka yang mengaku tidak beragama sekalipun.

Kejujuranmu Telah Hilang, Kawan....

Oleh Srie   Aku masih mengenalimu kawan. Meski kini engkau terlihat jauh lebih gemuk dan tampak lebih subur. Wajahmu, memang sedikit agak berbeda. Tentu saja, engkau tampak jauh lebih tua, bahkan dari usiamu. Ah, mungkin salah penglihatanku saja....   Cara bicaramu, masih hampir seratus persen sama seperti ketika puluhan tahun yang lalu. Begitupun saat engkau berdiri, berjalan atau sedang duduk. Hanya tatapan matamu yang terlihat menyimpan sesuatu. Aku tidak mengenalmu seperti itu. Sungguh, hanya tatapan itu yang tampak begitu asing bagiku.

Makna Puasa Dalam Totalitas Kehidupan Kaum Beriman

Oleh Sri Endang Susetiawati   Puasa, adalah ibadah yang sangat private, ibadah yang sangat bersifat pribadi. Puasa berbeda dengan pilar rukun Islam yang lain, yakni syahadat, sholat, zakat dan haji. Dalam hadits Qudsi disebutkan bahwa “ Puasa adalah untuk-Ku semata, dan Akulah yang menanggung pahalanya”. Artinya,  seseorang yang berpuasa hanya dapat diketahui oleh Allah, dan dirinya sendiri.     Lantas, untuk apa kita berpuasa ?  Puasa adalah untuk menjadi lebih bertakwa. Takwa adalah kesejajaran iman dan tali hubungan dengan Allah (hablu minallah), yang merupakan dimensi vertikal yang benar. Dengan berpuasa, diharapkan kita akan lebih baik dalam hal berhubungan dengan Allah.

Awasi Dana BOS: Peduli Anti Korupsi, Peduli Mutu Pendidikan Sekolah

Oleh Sri Endang Susetiawati Apakah anda punya kepedulian yang tinggi atas upaya pemberantasan korupsi? Jika ya, salah satunya bisa dilakukan melalui kepedulian kita dalam ikut mengawasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dimana anak-anak kita menjadi siswanya. Kepedulian atas pengawasan dana BOS berarti pula kepedulian atas sebagian upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah.

Lailatul Qodar: Malam Penentuan, Malam Kedamaian...

Oleh Sri Endang Susetiawati Sudah menjadi tradisi, saat memasuki hari yang ke 21 di bulan Ramadhan banyak umat Islam yang bersengaja untuk menahan tidur saat malam. Mereka, seolah berburu malam Lailatul Qodar dengan berdiam diri (i’tikaf) di sejumlah masjid atau mushola, secara bersama-sama.

Demokrasi Korup, Politik Pembodohan Bagi Rakyat!

Oleh Srie Terkuaknya kasus dugaan korupsi yang melibatkan M. Nazarudin, Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini telah dipecat kian menambah kegeraman rakyat. Akal sehat rakyat berkata bahwa hampir tidak mungkin Nazarudin memperoleh proyek pemerintah yang didanai oleh uang rakyat (APBN) tanpa memanfaatkan faktor kekuasaan, dan tanpa melibatkan sejumlah rekan. Angkanya cukup fantastis, dengan total nilai proyek lebih dari Rp 6 trilyiun yang tersebar di sejumlah Kementerian dan lembaga negara lainnya.

Merdeka, dari Korupsi!

Oleh Srie Banyak orang yang menganggap sudah eneg, merasa ingin muntah saat mengetahui berita tentang kasus korupsi Nazarudin. Banyak di antara kita yang sudah merasa kebal atau biasa-biasa saja, hampir tanpa reaksi sedikitpun saat praktek korupsi kembali terungkap di negeri ini. Semua, banyak yang sudah merasa muak, ingin membuangnya jauh-jauh hingga menimbulkan sikap apatis, masa bodoh, sinisme hingga ketidakpercayaan sama sekali terhadap para penguasa di negeri ini.

Satu Minggu Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Oleh Sri Endang Susetiawati Tanggal 9 Agustus 1945 tiga pemimpin bangsa Indonesia dikirim ke Dallat, sebuah kota yang terletak 300 km sebelah utara Saigon, Vietnam. Mereka adalah Soekarno, M. Hatta dan Radjiman Wediodiningrat dalam kapasitasnya sebagai Ketua, Wakil Ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan mantan Ketua BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Tujuannya adalah menemui Marsekal Terauchi Hisaichi, seorang Panglima Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara di tempat Markas Besar-nya.

Puasa Ya, Korupsi Jalan Terus..... Umroh Lagi!

Oleh Srie Masih ingatkah saat M. Nazarudin, tersangka KORUPSI dan buronan KPK, ditangkap di Cartagena, Kolombia? Katanya, ia dalam keadaan sedang berPUASA. Tentu saja, amat mungkin ia masih melakukan SHOLAT  lima waktu setiap hari.

Refleksi Puasa : Tentang Harapan

Oleh Srie Mengapa kita mau melaksanakan puasa ? Salah satu alasannya, adalah karena kita punya harapan. Dengan berpuasa kita berharap Tuhan mau menerima amal kebaikan kita dengan memberikan ganjaran yang berlipat ganda. Dengan berpuasa kita berharap agar Tuhan bersedia mengampuni segala dosa kita. Dengan berpuasa kita berharap dapat terbebas dari siksa api neraka. Artinya, pun kita berharap kelak akan masuk surga.

Berharap Berkah Puasa, Bagi Mereka yang lemah

Oleh Srie Apa yang dirasakan oleh kita saat menjelang tarawih pertama di bulan puasa ? Ada gairah yang luar biasa, umat Islam tampak berbondong-bondong mendatangi masjid atau mushola. Mereka tidak hanya sendirian, namun biasanya bersama teman, para tetangga atau anggota keluarga.