Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Sampeyan Muslim?


Oleh Srie

Ada damai dalam diri muslim. Ada kasih dalam ucap katanya. Ada sayang dalam tiap goresan tangannya. Ada kedamaian dalam tiap langkahnya.
Bukankah Islam berarti juga damai? Perdamaian dalam nilai-nilai kebenaran adalah di atas segala-galanya. Damai berakar pada penghormatan nilai-nilai universal kemanusiaan. Tiada damai tanpa penghormatan pada nilai-nilai kemanusiaan.
Damai itu ada di hati. Hatilah yang mendamaikan mulut saat bicara. Hatilah yang mendamaikan tangan saat menulis. Agar ucap dan kata-katanya tidak berbuah penistaan atas orang lain.

Itulah, mengapa Tuhan mewajibkan kaum beriman untuk berpuasa. Agar hatinya bisa menjadi damai. Agar hatinya mampu mengontrol ucap, tangan dan kaki dalam perbuatan.
Kedamaianlah yang diuji Tuhan saat Lailatul Qodar turun. Damai di hati saat para malaikat dan Jibril turun ke bumi untuk mengurus segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Sepanjang malam itu hingga terbit fajar.
Hanya hati yang damai yang layak memperoleh kemenangan. Itulah, maka idul fitri disebut sebagai hari kemenangan. Saat hati kembali menjadi fitrah. Hati yang cenderung menyukai perdamaian, menyenangi persaudaraan, dan menikmati persahabatan. Bukan hati yang suka membenci, bukan hati yang biasa mencaci, dan apalagi bukan hati yang sering menyakiti.
Ramadhan baru saja dilewati. Idul fitri baru saja dilalui. Saling bermaaf-maafan belum juga menghilang. Sebelas bulan kembali akan kita jalani.
Sampeyan muslim? Yuk, kita sama-sama hayati nilai-nilai Ramadhan. Agar  diri menjadi bagian dari bukti-bukti. Bahwa Islam layak dibanggakan dan dimuliakan. Bukan sebaliknya, diri menjadi bagian dari noktah hitam yang akan menutupi keluhuran ajaran Islam.
Yuk, kita bersaudara dengan cinta, kasih dan sayang..... antar sesama umat manusia di manapun jua...*** [By Srie]

Baca Juga

Komentar