Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Kunci Sukses Belajar (4): Perbaiki Kebiasaan, Atur Pola Hidup

Oleh Sri Endang Susetiawati Kamu pun perlu berlatih untuk mengubah pola hidup, memperbaikinya dan mengatur diri sendiri secara baik. Sangat mungkin, kesulitan belajar sebenarnya berawal dari pola hidup kamu yang salah dalam membagi waktu. Jadi, mengatasi kesulitan kamu dalam belajar, salah satunya adalah dengan mengubah pola hidup kamu atau menjadwal ulang kebiasaan kamu, khususnya selama kamu berada di rumah atau di luar sekolah.Mungkin dianggap sepele, namun hal ini sangat penting bagi perubahan diri kamu. Aturlah dan bagilah waktu kamu di rumah dengan mengutamakan keperluan kamu dalam belajar sebagai urutan nomor satu. Jangan sebaliknya, justru alokasi waktu belajar menjadi urutan terakhir. Itu pun apabila kamu dirasa masih ada waktu yang tersisa.

Wapres: Seluruh Desa Harus Miliki Perpustakaan

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono meminta agar dalam lima tahun ke depan, seluruh desa dan kelurahan memiliki perpustakaan.

"Saya dengar dari 75 ribu desa dan kelurahan baru 19.900 yang punya perpustakaan, ini sangat tidak cukup, saya anjurkan untuk menargetkan dalam lima tahun mendatang seluruh desa di Tanah Air punya perpustakaan," kata Wapres saat mencanangkan hari gerakan nasional pembudayaan gemar membaca di TMII, Jakarta, Kami(27/10/2011).

Untuk itu, menurut Wakil Presiden Boediono perlu adanya sinergi semua pihak baik itu masyarakat, kalangan bisnis maupun juga pemerintah untuk mendukung pengadaan perpustakaan bagi masyarakat.

Kunci Sukses Belajar (3): Tambah Waktu Belajar

Oleh Sri Endang Susetiawati Langkah yang harus kamu lakukan adalah dengan menambah lagi waktu belajar kamu. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan waktu bagi kamu, mempelajari kembali materi pelajaran terkait pada waktu-waktu sebelumnya, atau pada semester sebelumnya. Bahkan, bila perlu kamu harus belajar kembali atas materi pelajaran pada kelas sebelumnya yang lebih bawah. Terkait mengenai waktunya, terserah kamu sendiri untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan tambahan jam belajar di rumah. Tiap anak memiliki kesukaannya masing-masing untuk memilih waktu belajar yang tepat. Ada yang  lebih suka waktu di sore hari, malam hari atau di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah. Hal yang terpenting adalah kamu tidak boleh menunda-nuda lagi untuk mengatasi kesulitan belajar ini. Agar tidak selalu menjadi masalah yang menghalangi kamu dalam menguasai materi pelajaran berikutnya.

Cerber Meranggas (1): Neng Guru Kamilia

Oleh Sri Endang Susetiawati Tangan Kamilia membuka kedua daun jendela kamarnya lebar-lebar. Wajah putihnya yang oval, dibiarkan saja menerima dengan rela sapaan angin pagi yang meniup lembut dan segar, hingga rambut hitamnya yang lurus sebahu tampak tergerai indah melambai-lambai. Hidungnya yang mungil mancung, dengan sengaja terus menghirup udara pagi dalam-dalam hingga tak menyisakan sedikitpun rongga kosong di paru-parunya. Usai oksigen terpakai dan melarut dalam aliran darah, sisa udara itu ia biarkan keluar secara perlahan melalui jalan yang sama. Ia ulangi lagi berkali-kali.Mengambil nafas, terus mengeluarkannya kembali dalam irama yang penuh dengan sensasi di pagi hari.

Kemendikbud Bentuk Tim Asesor, Evaluasi Kinerja Guru Bersertifikasi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Selain memperketat proses sertifikasi untuk guru dan dosen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk tim asesor untuk mengevaluasi dan menilai kinerja guru bersertifikasi. "Sudah ada 746 ribu guru yang bersertifikasi. Tim akan menilai apakah mereka sudah berkinerja baik," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, di kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2011.

Menurut Syawal, pembentukan tim tersebut diharapkan mendorong kinerja para guru bersertifikasi agar lebih baik. Alasannya, para guru bersertifikasi belum menunjukan kinerja lebih baik dibanding saat belum bersertifikasi. "Dengan tim ini, kami akan tahu berapa indeksnya karena secara umum kinerja guru bersertifikasi masih biasa saja," kata Syawal.

Sertfikasi: 80 % Tidak Berpengaruh Pada Peningkatan Mutu Guru

TEMPO Interaktif, Bandung -Sertifikasi guru ikut menyebabkan penurunan kualitas pendidikan. Dari hasil evaluasi, 10 persen guru menjadi tidak sungguh-sungguh mengajar setelah dapat sertifikat.

Menurut Sekretaris Panitia Sertifikasi Guru Rayon X Jawa Barat Uman Suherman, turunnya kualitas mengajar itu karena guru menganggap sertifikasi sebagai hasil akhir. Padahal kemampuan mengajar itu kembali diuji di kelas dan uji kompetensi ulang 5 tahun setelah sertifikat diraih.

"Mereka kurang memiliki komitmen meningkatkan mutu pendidikan," ujarnya di sela diskusi Hari Guru di gedung serbaguna Salman ITB, Kamis (25/11).

Kunci Sukses Belajar (2): Angka 65 % dan Atasi Kesulitan Belajar

Oleh Sri Endang Susetiawati (Tulisan sebelumnyaKlik di sini)
Angka Minimal 65 % Sekarang, bagaimana kamu mengukur diri sendiri apakah kamu telah menguasai materi yang telah dibaca ataukah belum ? Mulailah kamu berlatih jujur dengan menjadi penilai bagi diri kamu sendiri. Ukuran bahwa kamu telah cukup menguasai materi adalah apabila jumlah soal yang dikerjakan dengan benar sekurang-kurangya 65 % dari jumlah keseluruhan soal latihan yang ada atau nilai kamu 6,5. Selanjutnya, jika kamu telah mampu mengerjakan sekurang-kurangnya 65 % jumlah soal yang benar, maka kerjakan kembali soal-soal yang dijawab salah dengan cara membaca kembali materi yang telah dibaca. Pastikan, kali ini kamu telah menjawab dengan benar, minimal 90 % dari jumlah soal  secara keseluruhan. Pastikan pula, dari 90 % soal yang telah dijawab dengan benar itu, kamu memang sungguh-sungguh mampu menjawabnya sendiri, memahami dan menguasai soal dan jawabannya, bukan sekadar berdasarkan kunci jawaban.

Untuk Tekan Anggaran, Kemendikbud Akan Perketat Sertifikasi Guru dan Dosen

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperketat seleksi sertifikasi guru dan dosen umtuk menekan anggaran belanja pegawai.

Pada 2012 saja, rencana belanja di Kemendikbud naik menjadi Rp. 9,9 triliun dibanding 2011 sebesar Rp. 7,4 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan tingginya komponen Gaji, tunjangan pegawai, gaji dosen dan tunjangan guru besar.

"Selain itu, adanya sertifikasi untuk dosen dan terus bertambahnya guru besar" kata Nuh, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Perubahan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2012, di Gedung DPR, Senin, 24 Oktober 2011.

Kunci Sukses Belajar (1): Membaca dan Berlatih

Oleh Sri Endang Susetiawati Tak perlu ada keraguan sedikitpun. Bahwa semua orang, termasuk kamu sebagai pelajar di sekolah, pasti akan dapat meraih kesuksesan dalam belajar. Maka, belajarlah pada orang-orang yang dianggap pernah sukses belajar saat mereka pernah bersekolah. Tanyakanlah pada mereka, guru atau teman-teman kamu sendiri yang dianggap telah berhasil dalam belajar. Bagaimanakah cara mereka belajar ? Apa rahasia mereka sehingga dapat sukses belajar ?

Sejarah Intervensi AS: Ada Minyak, Dibalik “Perang-Perangan” Vietnam (2)

Oleh Sri Endang Susetiawati (Tulisan sebelumnya di sini)
Pada tahun 1950 metode eksplorasi minyak bawah laut lebih dikembangkan dengan meng gunakan ledakan kecil di dalam air, sehingga menghasilkan efek gema suara yang memantul dari berbagai lapisan batuan di bawahnya. Dengan metode ini, surveyor kemudian bisa menentukan lokasi yang tepat, dimana akumulasi cadangan minyak yang besar terdapat dibawahnya. 
Jika metode ini digunakan di lepas pantai Vietnam, maka Standar Oil dianggap tidak memiliki hak, sehingga Vietnam, Cina, dan Jepang mungkin akan beradu cepat dengan Perancis untuk mengadu pada PBB, bahwa Amerika telah mencuri minyak, dan diminta untuk segera menutup operasinya.

Cerber Empal Gentong (10): Fia dan Adit Tertawa (Habis)

Oleh Sri Endang Susetiawati Langkah kaki yang agak terburu-buru terus dipacu untuk berebut ruang sempit di sela-sela kerumunan massa. Suara teriakan yel-yel yang berasal dari sejumlah speaker salon berukuran besar kian memekakkan telinga.  Mereka telah sampai di dekat belakang panggung kampanye. Seorang laki-laki terlihat menyambut dan menyalami Adit, kemudian juga Fia. Lalu, ia mengajak mereka melewati batas panggung yang dijaga ketat oleh para anggota Satgas. Di belakang panggung itu, Fia dan Adit dipertemukan olehnya kepada seseorang yang terlihat sedang duduk di salah satu kursi lipat.

Sejarah Intervensi AS: Ada Minyak, Dibalik “Perang-Perangan” Vietnam (1)

Oleh Sri Endang Susetiawati Pernah menonton Film Rambo, seorang veteran prajurit Amerika yang dianggap pahlawan gagah berani dalam perang Vietnam? Film yang dibintangi oleh aktor Silverster Stallone itu dianggap sebagai bagian dari upaya Amerika untuk menutupi kekalahan prajurit Amerika dalam perang Vietnam yang berkepanjangan (1955-1975). Benarkah tentara AS memang “kalah”? Adalah menarik tulisan Marshall Douglas Smith (2005) yang berjudul Black Gold Hot Gold. Seorang profesional dan praktisi bisnis perminyakan di AS ini menyebutkan bahwa perang Vietnam sebenarnya hanyalah “perang-perangan” yang sengaja dibuat untuk menutupi kepentingan bisnis minyak di sepanjang lepas pantai Vietnam, atau Laut Cina Selatan. Menurutnya, perang vietnam adalah  perang yang sengaja tidak untuk dimenangkan. Mengapa? Karena, tujuannya memang bukan untuk kemenangan perang, namun sekedar untuk mengelabui kegiatan survei kandungan minyak di lepas pantai Vietnam.

Darah Segar, Allahu Akbar

Oleh Sri Endang Susetiawati
Tuhan, Kembali aku tak mampu Sebutkan nama-Mu
Bahkan, Saat aku hendak bersujud untuk menghadap-Mu Dalam shalat Kuangkat kedua telapak tangan untuk mendekat kedua telingaku Kuucapkan.... Allahu Akbar.... Terasa berat Seakan, Aku tak sanggup ucapkan kata itu Lidahku kelu Khusyu menjadi terganggu

Tragedi Khadafi-Libya, Pelajaran Berharga Bagi Kita

Oleh Srie Tragis! Sangat tragis! Akhir dari perjalanan hidup Khadafi yang sangat tragis! Terus diburu oleh rakyatnya sendiri, saat ketemu langsung ditembak, ditangkap, lalu dipukuli rame-rame, diinjak-injak, kemudian rambutnya ditarik, diseret-seret dengan menggunakan mobil, hingga menemui ajalnya. Anak-anaknya, dan para pengawal setianya pun mengalami nasib tragis yang nyaris serupa. Wow..! Luar biasa.... kejam, dan –maaf- tidak beradab! Meskipun, kita tahu bahwa selamaempat dekade Khadafi berkuasa sebagai diktator telah banyak melakukan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan pada rakyatnya sendiri yang dianggap sebagai lawan politiknya. Singkatnya, nasib tragis kematian Khadafi dianggap sebagai karma yang sepadan atas perbuatannya sendiri.

Berubah Menjadi Kemendikbud, Mohammad Nuh Siapkan Agenda Utama

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh telah menyiapkan dua agenda utama kementerian baru terkait keorganisasian dan substansi sebagai konsekuensi yang segera diselesaikan terkait perubahan fungsi dari kemdiknas menjadi kemdikbud.

"Untuk urusan keorganisasian akan ada dua direktorat jenderal yang selama ini menangani terkait dengan kebudayaan sebagai bagian dari kementerian kebudayaan dan pariwisata akan masuk di kemdikbud menjadi direktorat jenderal kebudayaan. Dua ditjen kami gabungkan jadi satu ditjen," kata Mohammad Nuh didampingi Wamendikbud bidang pendidikan, Musliar Kasim dan Wamendikbud bidang kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di Jakarta, Rabu .

Cerber Empal Gentong (9): Rivalitas Terselubung

Oleh Sri Endang Susetiawati Fia terlihat sedang makan siang di sudut sebuah rumah makan di bilangan Blok M. Ada Adit di hadapannya, yang masih setia menemaninya. “Tegaan amat, kamu tinggalkan Seno sendirian di sana” ujar Adit sambil melahap ayam goreng kesukaannya. “Peduli amat sama orang yang tidak pernah peduli sama aku sendiri” balas Fia, yang terlihat masih menyisakan daging rendang di dalam mulutnya. Ada getaran di atas meja. Untuk sementara, pembicaraan mereka terganggu, saat sebuah panggilan telepon masuk di hape milik Fia. “Dari Pak Indra” ucapnya.

Drama PKS Pasca Reshuffle, Masihkah Garang atau Cuma Pecundang?

Oleh Srie Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II usai sudah. Pelantikan para menteri baru, menteri dirotasi dan para wakil menteri sudah dilakukan hari ini. Drama yang masih tersisa adalah bagaimana sikap PKS ketika jumlah menterinya berkurang satu? Akankah PKS dapat memainkan drama yang cukup menarik dan heroik, atau sekedar memperagakan dagelan politik yang cuma mengundang sinisme dan gelak tawa? Hahahahahahahahahahahahhahahahahaahahahaha... Pengurangan jatah kursi menteri asal PKS dari semula 4 menjadi 3 menteri, jelas merupakan jawaban konkrit dari presiden SBY atas ancaman elit PKS jelang reshuffle. Bahwa alasan kontrak politik antara PKS dan SBY jelang deklarasi pasangan SBY-Boediono di Bandung, dua tahun lalu, secara terang-terangan telah diabaikan oleh SBY. Begitu pula, ancaman tijitibeh (mati siji mati kabeh), yang berarti mati satu mati semua, atau jika satu menteri asal PKS diganti, maka semua menteri PKS akan mengundurkan diri, jelas-jelas tidak terlalu ditanggapi oleh…

Diknas Menjadi Dikbud Kembali, Ini Alasan SBY!

TEMPO Interaktif, Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan merombak Kementerian Pendidikan Nasional dan memberinya tambahan tugas baru, mengembangkan fungsi kebudayaan.

"Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Presiden SBY ketika menyampaikan hasil perombakan kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 18 Oktober 2011 malam.

Apa sebenarnya pertimbangan SBY menjadikan Kementerian Pendidikan Nasional kembali di era Menteri P dan K Daoed Joesoef? " Keputusan ini karena pendidikan sangat terkait dengan kebudayaan" kata SBY menjelaskan. " Pembentukan karakter bangsa yang berbudaya, bisa dicapai antara lain melalui pendidikan".

RSBI Dianggap Bikin Kasta, Guru Ajukan Judicial Review UU Sisdiknas

TEMPO Interaktif, Jakarta:- Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti menyatakan akan mengajukan judicial review Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tentang Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. “Kira-kira dua minggu lagi,” kata Retno di kawasan Utan Kayu, Senin 17 Oktober 2011.
FSGI bakal mengajukan permintaan review kepada Mahkamah Konstitusi bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat lainnya, yaitu Indonesia Corruption Watch, Elsam, Lembaga Bantuan Hukum Pendidikan, Koalisi Pendidikan. Secara spesifik mereka menggugat Pasal 50 Ayat 3 UU Sisdiknas yang mewajibkan setiap kabupaten/kota memiliki sekolah berlabel RSBI.

Minat Baca Warga Jabar Minim, Cuma 1 dari 1000 orang yang Suka Baca

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Kabapusipda) Jawa Barat, Enny Heryani Ratnasari, mengatakan minat baca masyarakat di Jawa Barat hanya menunjukan angka 0,01 persen. Itu berarti tingkat minat baca masyarakat Jabar sangat minim. "Kalau diibaratkan ada 1.000 warga Jabar, itu berarti hanya satu orang dari 1.000 warga yang minat untuk membaca dalam satu buku saja," kata Enny di Bandung, Senin. Ia mengatakan hal tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi membaca kepada masyarakat. Sehingga, budaya membaca di masyarakat masih belum tersebar secara merata.

Pembelajaran IPS dan Pendidikan Karakter

IPS merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang secara khusus memiliki fungsi dan peran dalam pendidikan karakter. Mata pelajaran yang lainnya adalah PPKn, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama.
Bagaimana hubungan antara IPS dengan pendidikan karakter? Jika anda adalah seorang guru IPS, bagaimanakah sebaiknya melakukan proses pembelajaran IPS dalam kaitannya dengan misi pendidikan karakter?

Berikut ini adalah uraian singkat dalam bentuk format presentasi. Semoga dapat memberikan manfaat dalam upaya pengembangan pendidikan karakter bagi anak didik di sekolah.

Panduan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Berdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa, seminar, sarasehan, kajian literatur, maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai, moral, budaya, dan karakter, Balitbang menyusun naskah Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat pendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. 
Meskipun demikian, pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahan dalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang. Perubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki sikap baru dan keterampilan baru dari para guru, kepala sekolah dan konselor sekolah. Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (conditio sine qua non) untuk ke…

Cerber Empal Gentong (8): Telepon dari Ketua Partai

Oleh Sri Endang Susetiawati

Di kedai warung kopi yang terlihat sepi. Fia hanya memesan secangkir kopi susu, sedangkan Adit minta kopi hitam kental. “Pak Hasanudin, adalah Ketua DPC Jakarta Selatan yang baru.  Ia menggantikan Pak Jhonny Subangun, enam bulan yang lalu” ujar Adit mulai menjelaskan hasil dari percakapannya dengan salah seorang kenalannya di partai tersebut. “Proses pergantiannya, bagaimana ?” tanya Fia. “Maksudnya ?” tanya balik Adit. “Prosesnya melalui mekanisme yang normal atau bagaimana ?”. “Proses pengantiannya melalui penunjukkan oleh DPP Partai di tingkat pusat” jawab Adit. “Berarti, sempat terlibat konflik internal ?” tanya Fia lagi. “Tepat, kata temanku, sempat ada bentrokan massa antar kedua pendukung di depan kantor partai, setelah sebelumnya ada mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus PAC tingkat kecamatan”.

E-Book (2): Guru dan Kritik Pendidikan

Oleh Sri Endang Susetiawati Pendidikan merupakan masalah yang tak akan pernah usai. Sebagai bagian penting dari masalah bangsa, pendidikan akan selalu mendapatkan masukan dan kritikan yang tiada henti dari berbagai pihak yang terkait. Tujuannya, tak lain adalah agar pendidikan kita dapat memenuhi harapan masyarakat, baik dalam kontek mutu, keterjangkauan maupun pemerataan kesempatan bagi semua warga negara di seluruh pelosok nusantara. Nah, buku “GURU dan KRITIK PENDIDIKAN” edisi e-book ini merupakan hasil pengamatan dan renungan dari pelaku langsung di bidang pendidikan. Berdasarkan pengalamannya yang hampir 20 tahun menjadi guru, penulis hendak memberikan pandangan dan pendapatnya sendiri mengenai bagaimana pendidikan saat ini. Kritik yang diberikan atas dunia pendidikan, diusahakan diberikan tawaran solusi yang dianggapnya lebih realistis, setidaknya dari sudut pandang para guru yang selama ini acapkali terabaikan.

Cerber Empal Gentong (7): Pengakuan Seorang Saksi

Oleh Sri Endang Susetiawati Pagi-pagi sekali, Fia sudah berada di Polsek Pasar Minggu. Adit telah tampak menemani. Ia telah diminta oleh Fia saat waktu shubuh sebelumnya. Terlihat Pak Indra yang ikut mengantar mereka keluar dari ruangan tengah Polsek. Kali ini, ada Suparman yang terlihat mengikuti mereka dari belakang. Sepertinya, Pak Indra telah memberikan izin kepada Fia untuk mewawancarai Suparman di salah satu ruangan di kantor Polsek, setelah semalaman ia sempat dimintai keterangan oleh anggota tim penyidik. Suparman terlihat duduk menghadap ke arah Fia dan Adit.  Masih tampak kelelahan di wajah Suparman, yang memang belum sempat tertidur sejak semalam. Namun, Fia agak memaksanya mengingat ia hanya diberi waktu kurang dari setengah jam saja. Suparman harus segera dikembalikan ke petugas polsek untuk diproses lebih lanjut, meskipun statusnya hingga pagi itu masih sebagai saksi.

Reshuffle Kabinet, Berbasis Kinerja atau Presiden Tersandera?

Oleh Srie Jelang dua tahun usia Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, isu pergantian (reshuffle) Menteri kembali mencuat. Berkali-kali, alasan demi perbaikan kinerja dikemukakan oleh sejumlah pihak, terutama dari kalangan istana. Pertanyaannya, benarkah reshuffle kali ini akan benar-benar lebih berbasis pada perbaikan kinerja? Benar, bahwa isu reshuffle memiliki latar belakang sejumlah Menteri yang dianggap bermasalah. Antara lain, masalah capaian target sejumlah Menteri yang dianggap mengecewakan, masalah moralitas pribadi, masalah kesehatan, hingga masalah yang terkait dengan dugaan korupsi. Masalah-masalah tersebut jelas turut berpengaruh atas mencuatnya isu reshuffle, meski bukan satu-satunya dapat dijadikan sebagai pemicunya.

E-Book (1): Sukses Belajar, Melukis Masa Depan

Oleh Sri Endang Susetiawati Buku berjudul “SUKSES BELAJAR, MELUKIS MASA DEPAN” karya Sri Endang Susetiawati ini merupakan buku yang berisi tentang motivasi belajar bagi siswa, disertai dengan penjelasan tentang kunci sukses belajar dan kiat sukses dalam meraih masa depan.  Inti pesan dari buku ini adalah bahwa siapapun mereka (para siswa) itu, dengan latar belakang apapun yang berbeda akan memiliki peluang yang sama untuk dapat sukses belajar, sekaligus dapat sukses dalam meraih masa depannya. Dalam buku ini, isinya menekankan bahwa sebenarnya setiap anak memiliki peluang yang sama untuk sukses dalam belajar. Tidak ada alasan apapun bagi siswa untuk tidak dapat sukses belajar, kecuali mereka memang malas belajar. Dalam bagian 1 (Belajar Dari Mereka), 2 (Mengapa Harus Belajar?) dan 3 (Berpikir Positif) dari isi buku ini, diuraikan mengenai pentingnya motivasi belajar bagi siswa agar sungguh-sungguh mau belajar. Bagian 4 (Kunci Sukses Belajar) menguraikan mengenai kunci sukses belajar yang…

Cerber Empal Gentong (6): Memutar Rekaman Suara

Oleh Sri Endang Susetiawati Adit mulai memberikan komentar. “Foto kalengnya sih sudah cocok dengan salah satu contoh barang yang pernah diperlihatkan oleh polisi. Tapi, berapa banyak orang yang menyimpan kaleng itu di rumahnya untuk mengusir tikus, lalu mereka akan terkena tuduhan sebagai tersangka penebar racun pada empal gentong ?” katanya. “Barang bukti tidak akan berbunyi apa-apa, tanpa adanya saksi. Juga perlu ada motif yang memiliki kaitan kuat dengan peristiwanya” ujar Fia. Seno pun tak mau terus berdiam diri. “Rupanyakamu telah memiliki sejumlah saksi dan motif yang kuat dari pelakunya, Fia ?” ucapnya.

Khianat, Sang Pejabat

Oleh Sri Endang Susetiawati
Bak petir di siang bolong. Rumor itu, akhirnya terpecahkan juga. Semula, hampir aku tidak percaya. Namun, kedua telingaku telah mendengar secara langsung dari seseorang yang hampir 30 tahun aku percayai. Sungguh, aku masih mencintai sepenuh hati, segenap jiwa dan ragaku pada laki-laki yang kini menyandang jabatan tinggi di negeri ini. “Benar, Bu. Maafkan saya...” ucapnya agak terbata. Siang itu aku terkulai lemas. Terjatuh, di atas anak tangga yang ke tujuh. Perasaanku telah membuat kedua mataku seolah berubah menjadi gelap. Nalarku menjadi tumpul. Entah, tak tahu apa lagi yang harus aku perbuat.

Cerber Empal Gentong (5): ENDRIN, Racun Pembunuh Tikus

Oleh Sri Endang Susetiawati
Fia baru sampai di Polsek Pasar Minggu, terlihat agak terburu-buru. Ia datang terlambat, karena terjebak macet, yang kian parah akibat arak-arakan massa kampanye pemilu dari salah satu partai politik. Aditya menyambut kedatangan Fia, “Sudah telat non, konferensi persnya sudah bubar”. Fia langsung membalasnya, “Aduh, sory. Macet banget. Tapi, ada yang mewakili, kan ?”. “Yang mewakili sih ada, tapi kemana saja seharian, HP mati terus ?” balas Adit. “HP lowbat, semalam aku lupa ngecharge. Soal kemana saja, nanti aku akan ceritakan” jelas Fia. “Pake nanti segala, pakai rahasia lagi...” sindir Adit. “Ha.ha.. Mana Seno ?” tanya Fia. “Ada tuh, di dalam” jawabnya. “Lagi ngapain dia ?”tanya Fia lagi. “Masih menunggu acara konferensi pers”. Mulut Fia berdecak, “Ah, ngibul Lo, katanya sudah bubar”.