Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Stephen Hawking Tidak Percaya Tuhan, Mengapa ?

Oleh Sri Endang Susetiawati Jujur saja, saya masih enggan untuk menulis tentang pemikiran Stephen Hawking (SH), seorang ilmuwan yang kini menjabat sebagai Ketua Royal Society, sebuah jabatan yang pernah dipegang oleh ilmuwan terkenal, Isaac Newton pada abad ke-17.  Lalu, ketika ada pernyataan SH di sejumlah media tentang Surga yang dianggapnya  cuma dongeng, saya pun masih belum tergerak untuk menulis. Mengapa ? Karena, pernyataan itu bukanlah istimewa, karena saya sedikit sudah tahu bagaimana jalan pikiran SH, melalui buku yang ditulisnya sendiri, “ A Brief History of Time”.

Ensiklopedi al-Qur’an, Islam (8): Pasal 29 UUD 1945, Kalimah al Sawa’ di Indonesia

Oleh M. Dawam Rahardjo
Pada ayat selanjutnya, Q.S. al-Baqarah : 66, al-Qur’an melukiskan Ibrahim bukan sebagai seorang Yahudi maupun Nasrani, melainkan seorang yang hanif, seorang yang tulus dan cenderung pada Kebenaran dan seorang Muslim, yang menundukkan dirinya hanya pada Allah: Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani. Akan tetapi, ia adalah seorang yang lurus (hanif), dan seorang yang menyerahkan diri (Muslim), dan sekali-kali dia bukanlah dari kategori orang-orang yang menyekutukan (musyrik). Istilah musyrik dalam ayat itu secara formal diartikan sebagai “orang yang menyekutukan Tuhan dengan yang lain”. Arti materialnya, seorang musyrik adalah yang tunduk pada sesuatu yang bukan Tuhan, misalnya hawa nafsu, kekayaan, ras, bangsa, kekuasaan atau negara, yang menurut ahli psiko-analisis, Eric Fromm, adalah sesuatu yang bisa dijadikan obyek pengabdian atau orientasi.

Kemendikbud Kaji Ulang Pelaksanaan Otonomi Pendidikan

Bogor (ANTARA News) - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji ulang konsep pelaksanaan otonomi pendidikan yang telah diberlakukan lima tahun lebih itu. "Pelaksanaan otonomi pendidikan yang telah berlangsung lima tahun lebih kerap mengalami banyak hambatan dan permasalahan, yang berpotensi mengganggu efektivitas, efisiensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan," kata Kepala Balitbang Kemdikbud, Prof Khairil Anwar Notodiputro di Bogor, Senin.

Prof. Slamet: Otonomi Daerah Sebabkan Deprofesionalisasi dan Politisasi Pendidikan

BOGOR, KOMPAS.com - Otonomi daerah telah menyebabkan terjadinya deprofesionalisasi dan politisisasi pendidikan dan tenaga kependidikan. Hal itu dikatakan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Prof Slamet, pada lokakarya desentralisasi pendidikan, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/11/2011). "Terjadinya deprofesionalisasi dan politisasi pendidik dan tenaga kependidikan, karena kuatnya peran gubernur dan bupati/ walikota dalam memilih pejabat dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota," kata Slamet.

Catatan Atas SKB 5 Menteri: Ngurus Pendidikan, Jangan Pake Coba-Coba... (2)

Oleh Sri Endang Susetiawati
Sertifikasi, Tidak Signifikan Lebih parah lagi, ketika tunjangan pendapatan guru melalui program sertifikasi, dalam prakteknya dianggap jauh dari harapan. Kemendikbud sendiri menilai bahwa program sertifikasi tidak signifikan dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme guru. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pertama, raw input guru yang memang bermasalah telah menghasilkan mutu guru yang tidak siap berkembang menjadi profesional. Kedua, mekanisme pengawasan yang hampir tidak berjalan efektif, sehingga guru tidak benar-benar merasa dituntut untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya sebagai pendidik.

Catatan Atas SKB 5 Menteri: Ngurus Pendidikan, Jangan Pake Coba-Coba... (1)

Oleh Sri Endang Susetiawati Satu lagi bukti. Bahwa otonomi daerah tidak selalu identik dengan penyelenggaraan urusan publik yang lebih baik. Otonomi di bidang pendidikan adalah contohnya. Euforia reformasi tahun 1998 telah mendorong otonomisasi daerah yang terkesan dilakukan secara serampangan, dan dalam hal tertentu dapat dikatakan sebagai terlalu dipaksakan, atau bahkan kebablasan. Akibatnya, setelah lebih dari satu dasa warsa pelaksanaanotonomi daerah, maka banyak pihak yang menyerukan perlunya peninjauan kembali, khususnya dalam hal otonomi pendidikan.

Ini, Surat Sosialisasi SKB 5 Menteri Tentang Distribusi Guru PNS

Untuk mengatasi ketimpangan pemerataan guru di sekolah-sekolah, maka pemerintah pusat mengambil alih kewenangan daerah dalam hal pengelolaan guru yang melibatkan 5 kementerian, yaitu Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, Kemenkeu dan Kemenpanrb. Berikut ini adalah surat sosialisasi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh 5 Menteri mengenai penataan dan pemerataan guru PNS.

Daerah Tak Becus Kelola Guru, Akan Kena Sanksi Tegas

JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah pengelolaan guru secara nasional yang belum juga tuntas dan semakin rumit akibat desentralisasi pendidikan mendorong lima kementerian terkait turun tangan. Bahkan, kelima kementerian yang sepakat bekerja sama untuk mendorong pemerintah kota/kabupaten dan provinsi untuk bekerja keras mengelola guru di masing-masing daerah juga menyiapkan sanksi yang tegas. Pengelolaan soal guru tersebut diatur dalam Peraturan Bersama yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Menteri Keuangan.

FSGI: Beban 27,5 Jam Mengajar Aneh, Idealnya Guru Mengajar 18-20 Jam Pelajaran

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan yang dirancang pemerintah untuk menambah beban jam mengajar guru haruslah dengan tujuan memperkuat kualitas pendidikan di kelas-kelas. Karena itu, beban jam mengajar guru jangan hanya dimaknai secara sempit menyampaikan materi pembelajaran secara tatap muka di kelas.
Oleh karena itu, usul Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menetapkan jam mengajar guru menjadi 27,5 jam bukanlah upaya yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Pemerintah justru seharusnya mendesain beban kerja yang mampu membuat guru mengoptimalkan kualitas pengajaran.

Ketua PGRI: Kelola Guru Jangan Pakai Ancaman

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia  Sulistyo menolak keras jika tata kelola guru dilakukan dengan pendekatan yang bernada ancaman. Hal tersebut diungkapkannya menanggapi terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yang mengatur kembalinya mengenai pengelolaan guru yang diserahkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mulai tahun 2012 mendatang.
Salah satu hal yang diatur dalam SKB lima menteri tersebut adalah mengenai pemerataan pendistribusian guru. Para guru dituntut harus siap untuk ditempatkan dimana saja. Jika ada guru yang tidak taat, maka guru tersebut disudutkan dengan pilihan yang dinilai Sulistyo sangat tidak adil, yaitu diberhentikan.

Penempatan Guru Diambil Alih Pusat, Guru Menolak Diminta Berhenti Saja

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakin soal distribusi guru yang tidak merata bisa selesai tahun 2013. Pasalnya, Kemendikbud sudah diberi wewenang untuk mengatur pengelolaan guru untuk mewujudkan distribusi guru yang merata di semua daerah di Indonesia. "Kemendikbud sudah berhasil menggandeng empat kementerian lain untuk membuat peraturan bersama soal pengelolaan guru. Pada pekan lalu, sosialisasi sudah dilakukan untuk semua ketua dinas kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Semuanya justru menyambut baik ," kata Musliar Kasim, Wakil Mendikbud bidang pendidikan usai membuka diskusi publik yang digelar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Senin (28/11/2011).

Mahfud MD: Permalukan Pelaku Korupsi, Sediakan Kebun Koruptor

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengusulkan dibuat sebuah kebun bagi koruptor, sebagaimana dengan kebun untuk binatang. "Saya usul agar koruptor jangan dibikin takut, tapi dipermalukan. Misalnya dibuat kebun bagi koruptor," kata Mahfud MD usai Silaturahim Anti Korupsi di Gedung Juang, Jakarta, Minggu. Menurut Mahfud, pelaku korupsi tak ubahnya seperti hewan. Dengan adanya kebun bagi koruptor itu, kata Mahfud, maka sebaiknya dipertontonkan kepada publik.

Tahun 2012, Masalah Distribusi Guru Libatkan Lima Kementerian

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Januari 2012, lima kementerian sepakat untuk melakukan penataan dan pemerataan guru pegawai negeri sipil (PNS). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia. "Kesepakatan lima menteri ini sudah ditandatangani melalui peraturan bersama. Ini tindak lanjut dari instruksi Presiden mengenai regulasi pemerataan distribusi guru yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, Jumat (25/11/2011) di Kemdikbud, Jakarta.

Ensiklopedi al-Qur’an, Islam (7): Dua Perspektif Islam, dan Kalimah al-Sawa’

Oleh M. Dawam Rahardjo
Pada umumnya, “Islam” dimengerti sebagai nama agama, dengan bukti Q.S. Ali Imran : 19 dan Q.S. al-Ma’idah : 3. Agama di sini adalah “agama yang terorganisasikan” (organized religion), agama formal atau agama mapan. Dalam al-Qur’an, pengertian agama diwakili oleh kata al-din. Agama Islam adalah al-din al-Islam. Pengertian semacam ini agaknya juga diterima oleh Fazlur Rahman. Namun, ia juga membuka kesempatan bagi penafsiran lain ketika menerjemahkan al-din menjadi “jalan kepatuhan yang benar” (the truth path of obidience). Apabila kemudian istilah Islam diterjemahkan lagi, maka ayat 19, surat Ali Imran, bisa diterjemahkan menjadi: “Sesungguhnya, jalan kepatuhan kepada sisi Allah, adalah penyerahan diri (kepada Allah)”. Selanjutnya, Allah, seperti diketahui, memiliki nama-nama yang indah (al asma’ al-husna), antara lain al-Haq (Kebenaran) atau al-Adl (Keadilan), sehingga secara keseluruhan, ayat itu dapat diterjemahkan menjadi “Sesungguhnya, jalan kepatuhan (yang b…

Peranan Guru Dalam Pendidikan Anti Korupsi (3): Nilai-Nilai Karakter Anti-Korupsi -2

Oleh Sri Endang Susetiawati
Hampir senada dengan pendapat di atas, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah dikarenakan faktor individu, yang terkait dengan karakter seseorang.[1] Sejumlah faktor karakter individu tersebut, antara lain adalah sebagai berikut:

Peranan Guru Dalam Pendidikan Anti Korupsi (2): Nilai-Nilai Karakter Anti-Korupsi -1

Oleh Sri Endang Susetiawati Peranan guru dalam pendidikan Anti Korupsi pada hakikatnya hampir sama dengan peranan guru pada umumnya sebagai seorang pendidik. Bedanya, peranan guru untuk saat ini dipandang jauh lebih berat dan lebih kompleks, yakni tidak semata peran guru sebagai pengajar di depan kelas. Perubahan peranan guru seperti ini, dikarenakan oleh adanya perubahan zaman yang melahirkan sejumlah tantangan baru yang dihadapi oleh guru, sekaligus adanya tugas baru yang dibebankan oleh masyarakat atau pemerintah kepada para guru, antara lain tugas pendidikan Anti Korupsi.

Cerber Meranggas (6): Rajin atau Malas

Oleh Sri Endang Susetiawati
Hari masih terasa pagi. Mata-mata yang polos masih terus menatap ke arah guru. Untaian kata-kata yang terdengar lembut terus meluncur, terucap dari bibir Bu Kamilia. “Jika ada kesulitan, kalian catat apa masalahnya, lalu pertanyakan kepada guru di kelas” “Tidak ada sukses belajar, tanpa kalian mau membaca dan berlatih di rumah !” tegasnya, meyakinkan kepada para siswa. “Tapi kan, otak kami tidak sama, beda-beda bu ?” komentar lepas dari salah seorang siswanya.

Korupsi, dan Kunci Surga yang Terlupakan

Oleh Si Topeng
Hati si Topeng sedang berbunga-bunga. Tulisannya yang berjudul Republik Dengkul, Politisi Ngibul, Lebih Baik Macul !!! ternyata terpilih sebagai Headline (HL) di Kompasiana. Wah, wah... inilah, tulisan si Topeng yang pertama kalinya menjadi HL selama bergabung di Kompasiana. Bahkan, boleh jadi tulisan itu akan merupakan satu-satunya tulisan HL si Topeng sepanjang hidupnya, dan mungkin untuk selama-lamanya. Hahahahahahahaha.... Keesokan harinya, masih dengan penuh gaya dan bangga si Topeng berkunjung ke rumah Kyai Gendheng untuk berbagi cerita.

Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1433 Hijriyah

Oleh Sri Endang Susetiawati
Apa yang dapat dicatat dari tahun baru Islam? Sebuah perjuangan moral! Ya, sebuah kisah dinamis tentang perjuangan dari sebuah kelompok masyarakat baru yang didasarkan atas nilai-nilai idealisme dan moralitas yang tinggi. Mereka adalah bagian dari kelompok yang sadar atas keadaan masyarakat yang dianggapnya telah terjadi banyak penyimpangan. Kritik pun, mereka berikan atas sebuah kondisi masyarakat yang dinilai timpang.

Otak Einstein Dipamerkan di Philadelphia

TEMPO.CO, Philadephia - Penasaran seperti apa otak orang genius seperti Albert Einstein? Datang saja ke Philadelphia, Amerika Serikat. Di sana masyarakat umum dapat melihat 46 potongan otak fisikawan yang mengembangkan teori relativitas itu untuk pertama kalinya. Otak itu dipamerkan selama sembilan hari di Mütter Museum and Historical Medical Library, Philadelphia. Kurator museum, Anna Dhody, menyatakan para pengunjung dapat mengamati 45 irisan otak sebagaimana aslinya, sedangkan satu potongan lagi diperbesar di bawah lensa.

Republik Dengkul, Politisi Ngibul, Lebih Baik Macul !!!

Oleh Si Topeng

Entah, kemasukan setan apa, semalaman si Topeng berpikir terus tentang politik. Seorang tersangka KPK masih kabur di Singapura. Ya, siapa lagi kalau bukan M. Nazarudin, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat (PD) yang jabatan di partainya sebagai Bendahara Umum sudah pecat. Eh, sekarang umbar ancaman akan membuat negeri ini menjadi kiamat. “Nazarudin banyak pegang rahasia, siapa saja yang terlibat korupsi Wisma Atlet Sea Games XXVI di Palembang, dan korupsi dana APBN. Kalau dia buka semua, maka republik ini akan goncang, karena melibatkan banyak pihak, tidak hanya satu partai saja” ucap OC Kaligis, pengacara Nazarudin saat mengikuti acara Talk Show Jakarta Lawyer Club, semalam.

Peranan Guru Dalam Pendidikan Anti Korupsi (1) : Kerjasama KPK - Kemendikbud

Oleh Sri Endang Susetiawati
Setahun lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud, dulu Kemendiknas)[1] telah menargetkan penerapan pendidikan Anti Korupsi sebagai bagian dari pendidikan karakter pada tahun ajaran 2011/2012.    Saat menyampaikan keterangan persnya di gedung A, lantai 2, Kemdiknas, pada hari Senin (4/10/2010), Mendikbud, Mohammad Nuh menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembahasan dan uji coba bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tentang pentingnya pendidikan Anti Korupsi.

Cerber Meranggas (5): “Isi Dulu Otak Kalian!”

Oleh Sri Endang Susetiawati Kini, Bu Kamilia sudah berada di ruang kelas. Ia berdiri di depan puluhan murid-muridnya yang terlihat duduk di kursi, berpasangan di setiap meja belajarnya. Wajah-wajah mereka masih tampak segar, saat hendak mengikuti pelajaran pertamanya hari ini.  Mereka terlihat santai, namun tetap menaruh hormat kepada guru yang dikenalnya sering mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Termasuk, saat ia hendak memulai kegiatan belajar di kelas. “Apa kabar, anak-anak ?”

Perbaiki 200.000 Kelas Rusak, Tahun 2012 Pemerintah Siapkan Dana 19 Triliun

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah akan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi, sebanyak 200.000 ruang kelas yang rusak di seluruh Indonesia pada tahun 2012. Untuk melaksanakan program itu, akan disediakan dana dalam APBN 2012 sebanyak Rp 19 triliun.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, saat mengadakan kunjungan kerja ke Padang, Jumat (25/11/2011).

Mendikbud: Terima Kasih, Guru....

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdikbud) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat (25/11/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Upacara yang langsung dipimpin oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendikbud), Mohammad Nuh ini dihadiri oleh seluruh jajaran kementerian.

Ensiklopedi al-Qur’an, Islam (6): Makna Substantif Islam, Trilogi Iman, Islam dan Taqwa

Oleh M. Dawam Rahardjo
Cara ketiga yang dilakukan oleh ahli sejarah, ahli bahasa dan ahli Islam ini adalah menjelaskan makna substantif Islam. Makna Islam secara substantif ini dijelaskan dari Hadits Nabi saw. Yang kemudian dirumuskan oleh para ulama sebagai Rukun Islam, yaitu mengucapkan syahadat (kesaksian) “Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”, menegakkan shalat, menjalankan puasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan melakukan perjalanan haji paling tidak sekali dalam hidup, jika mampu. Namun, arti Islam secara substantif tidak hanya itu. Pernah Rasulullah saw. ditanya tentang “Islam yang lebih baik (afdhal)”. Terhadap pertanyaan itu, Nabi memberikan penjelasan, di antaranya yaitu:

Peranan Guru Di Era Baru (3) : Perubahan Paradigma

Oleh Sri Endang Susetiawati
Proses pembelajaran yang seperti ini, tentu saja amat sesuai dengan empat visi pendidikan abad ke-21 versiUNESCO, yang lebih mendasarkan pada paradigma learning, atau tidak lagi mengacu pada paradigma teaching.[1]Keempat visi pendidikan itu adalah: 1).Learning to think (belajar berpikir),yang berarti pendidikan berorientasi pada pengetahuan logis dan rasional, sehingga pelajar barani menyatakan pendapat dan bersikap kritis serta memiliki semangat membaca yang tinggi.

PGRI Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi Otonomi Pendidikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melayangkan kritik terhadap pemerintah terkait kebijakan pendidikan nasional yang dinilai belum memiliki arah yang jelas. Ketua Pengurus Besar PGRI Sulistyo mengatakan, pihaknya memberikan beberapa pernyataan sikapnya.
Pertama, mendesak pemerintah agar reformasi pendidikan nasional dijadikan agenda utama. Sebab, menurutnya, berbagai fakta menunjukkan bahwa kemajuan bangsa-bangsa di dunia selalu dimulai dengan penataan sistem pendidikannya.

Inilah Daftar 40 Orang Terkaya di Indonesia, Ical Turun 57 %

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun kondisi perekonomian global sedang gonjang-ganjing, perekonomian Indonesia masih tetap melaju. Hal itu tecermin dari meningkatnya produk domestik bruto Indonesia  hingga 70 persen dan pasar modal Indonesia juga naik 3 persen.

Hal tersebut, menurut Forbes, membantu meningkatkan total kekayaan 40 orang kaya Indonesia tahun ini hingga 19 persen menjadi 85,1 miliar dollar AS.

Peringatan Hari Guru Nasional: Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air memiliki korelasi langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Padahal, katanya, hal ini akan membawa implikasi terhadap kemakmuran dan martabat mulia bangsa. Desain pendidikan nasional, menurut Sulistyo, meneruskan kerangka politik etis pemerintah kolonial Belanda. Hal itu tercermin pada pendidikan yang masih diskriminatif,  menghasilkan tenaga kerja murah, dan menciptakan lulusan yang berorientasi menjadi pegawai negara.

Peranan Guru Di Era Baru (2) : Kompetensi Dasar

Oleh Sri Endang Susetiawati
Untuk dapat melakukan peran tersebut di atas, maka sosok guru di era baru harus mampu bekerja secara profesional.Guru harus memiliki sekurangnya empat kompetensi dasar sebagai pendidik, yaitu kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.[1] Dua kompetansi awal merupakan kompetensi yang terkait dengan tugas guru di sekolah, sementara dua kompetensi terakhir adalah kompetensi guru di tengah masyarakat.

Ensiklopedi al-Qur’an, Islam (5) : Apa Artinya Islam?

Oleh M. Dawam Rahardjo
Telah banyak buku atau artikel ditulis tentang Islam dalam keseluruhannya. Tapi semua buku itu hanya sedikit mengupas tentang apa arti Islam secara mendalam. Tak seorang pun penulis, Muslim ataupun non-Muslim yang mendedikasikan sebuah artikel saja yang secara khusus mengupas apa arti Islam, kecuali Prof. Dr. P.A. Hoesein Djajadiningrat.  Bukunya Apa artinya Islam (J.B. Wolters, Jakarta, Groningen), sebenarnya berasal dari pidato pada peringatan Dies Natalis ke-4 Universitas Indonesia, 4 Februari 1954. Tulisan ini juga menunjukkan kehebatan pelopor kesarjanaan di kalangangan bangsa Indonesia itu, sebagai pemikir. Ia biasanya menulis Islam-historis. Tapi dalam pidato dan bukunya itu ua menulis sebuah Islam-ideal.

Peranan Guru Di Era Baru (1) : Pengembangan Tiga Kecerdasan

Oleh Sri Endang Susetiawati
Saat ini kehadiran guru tidak saja dihadapkan pada masalah internal guru, namun sekaligus pula dihadapkan pada tantangan eksternal guru yang kian bertambah berat dan rumit. Pada waktu sebelumnya, guru lebih banyak hanya berkutat pada masalah dirinya, antara lain kurangnya kualifikasi dan kompetensi guru, dan kurangnya tingkat kesejahteraan guru. Dulu, guru masih lebih banyak berkutat pada masalah rendahnya etos kerja dan komitmen guru, serta kurangnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru.

Target Sertifikasi Guru: Selesai 2013, Dua Tahun Lebih Cepat

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom menyatakan optimistis proses sertifikasi guru akan selesai tahun 2013. Menurut dia, target ini lebih cepat dua tahun dari yang diagendakan.   Syawal menjelaskan, guru yang mengajukan sertifikasi pada 2010 mencapai 2.791.204 orang. Pada tahun 2011, sedikitnya ada 1.102.021 guru yang telah disertifikasi.Jumlah 1.102.021 guru yang disertifikasi berasal dari 746.727 guru yang disertifikasi pada 2010, ditambah sisanya yang berasal dari proses sertifikasi tahun 2011.

Tradisi Menulis Lebih Rendah Dari Minat Baca

Bandung (ANTARA News)- Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak menuturkan, tradisi menulis di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan tradisi membaca, terlebih di kalangan anak muda. "Minat membaca saja sebenarnya masih rendah. Bayangkan, minat menulis justru berada di bawah minat membaca. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan," kata Abdul Khak ketika dihubungi di Bandung, Rabu. Abdul menerangkan, rendahnya tradisi menulis ini akibat rendahnya minat membaca. "Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi. Membaca itu referensi untuk menulis. Bagaimana bisa seseorang menulis jika tidak suka membaca," terangnya.

Ensiklopedi al-Qur’an: Islam (4)

Oleh M. Dawam Rahardjo
Barangkali karena ketidakpuasan terhadap buku introduksi Islam selama ini yang ditulis oleh orang-orang Barat, maka Fazlur Rahman tak ketinggalan ikut menulis buku dengan judul singkat, Islam (University of Chicago Press, 1979). Ia menyadari bahwa tak seorang pengarang pun yang mampu menulis tentang agamanya sendiri, tanpa menyampaikan sesuatu pun mengenai identitas batinnya sendiri dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang bersangkutan. Di lain pihak untuk menulis sebuah buku bagi pembaca non-Muslim, ia perlu bersikap obyektif dalam melihat sejarah agamanya sendiri. Dalam bukunya itu, ia memulai menjelaskan Islam dengan menampilkan Nabinya, Muhammad SAW. Baru kemudian, ia berbicara mengenai al-Qur’an dan Sunnah. Sesudah itu ia berbicara tentang fiqh, teologi dan tasawuf. Bagian-bagian akhir bukunya berbicara mengenai Islam di zaman modern. Di sini, ia sekaligus berbicara Islam sebagai Islam-ideal dan Islam-historis, walaupun ia lebih membatasi diri pada aspek keb…

Guru Sertifikasi Keluhkan Pembayaran Tunjangan Profesi

Kendari (ANTARA News) - Guru sertifikasi di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan tunjangan profesi guru tahun 2011 yang pembayarannya dinilai tidak adil karena ada yang dibayarkan sembilan bulan dan ada yang hanya dua bulan. "Kami tidak paham mengapa Dinas Pendidikan Kota Baubau diskriminatif dalam membayar tunjangan profesi guru. Ada guru yang sudah menerima tunjangan dari Januari hingga September dan ada yang baru menerima tunjangan Januari hingga Feberuari 2011," kata Heriayanto, salah seorang guru di Kecamatan Sorawolio melalui telepon dari Baubau, Rabu (23/11/11).

New Venture (2) : Pengembangan Usaha Berbasis Lingkungan

Oleh Srie New Venture adalah salah satu program dari World Resources Institute (WRI), lembaga riset independen yang berpusat di Washington, DC. Di Indonesia, New Ventures mulai beroperasi sejak bulan Juli 2005 yang bekerja sama dengan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) dan di dukung oleh Citi Foundation dan Hewlett-Packard. Selain di Indonesia, New Ventures juga telah beroperasi di sejumlah negara berkembang lainnya, antara lain di Brazil, Mexico, Cina, India dan Colombia. Tujuan utama dari program New Ventures yang diprakarsai oleh World Resources Institute (WRI)[1] adalah untuk mendukung pengembangan usaha berbasis lingkungan dan berkelanjutan (sustainable enterprise) di negara berkembang dengan menghubungkan pebisnis kecil dan menengah yang berbasis lingkungan dengan partner bisnis potensial, antara lain melalui kegiatan forum investor yang mempertemukan para pelaku usaha kecil dan pebisnis potensial dengan para calon investor.

Korupsi di Indonesia (2) : Menyebar, Menebar Kemiskinan

Oleh Sri Endang Susetiawati
Persepsi internasional mengenai tingkat korupsi di Indonesia jelas memperoleh pembenaran jika melihat angka-angka yang ditunjukkan oleh para penegak hukum. Kasus praktek korupsi telah menyebar, baik di tingkat pusat hingga di daerah-daerah. Kasus-kasus korupsi, kini seolah-olah telah menjadi berita harian yang tiada henti di berbagai media massa yang diketahui oleh masyarakat.

Korupsi di Indonesia (1) : Peringkat Teratas

Oleh Sri Endang Susetiawati
Korupsi telah menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia. Di tingkat regional Asia dan Asia Pasifik, Indonesia selalu menduduki peringkat teratas sebagai negara paling korup. Political and Economy Risk Consultancy (PERC), sebuah lembaga konsultan independen yang berbasis di Hongkong, menempatkan Indonesia pada posisi sebagai negara juara korupsi di Asia selama sepuluh tahun lebih secara berturut-turut.

Kunci Sukses Belajar, Berpikir Positif (4): Kemandirian, Untuk Menjadi Pemenang

Oleh Sri Endang Susetiawati
Kemandirian Siswa Tahukah kamu, bahwa saat ini cara belajar di sekolah telah berubah ? UNESCO, salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang salah salah satu tugasnya mengurusi bidang pendidikan menyebutkan bahwa pada abad ke-21 perlu terjadi perubahan paradigma, atau cara berfikir.Yakni, dari paradigma teaching, yang memprioritaskan pada pengajaran oleh guru, menjadi paradigma learning, yang menempatkan pada pembelajaran pada diri siswa sendiri sebagai hal yang paling utama.

Ensiklopedi al-Qur’an: Islam (3)

Oleh M. Dawam Rahardjo
Persepsi ketiga mengenai Islam adalah apa yang disebut Islam-sejarah (historical Islam). Ini adalah Islam, sebagaimana yang diwujudkan dalam sejarah. Islam, sebagaimana yang dirumuskan oleh para ulama dan cendekiawan, oleh Wilfred Cantwell Smith, disebut sebagai “Islam ideal”. Ketika dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat, hukum, negara, dan kebudayaan maka Islam yang nampak adalah yang nyata perwujudannya dalam sejarah. Islam dalam realitas sejarah ini mungkin mengandung jarak dari Islam-ideal. Karena itu, yang disebut ”masyarakat Muslim” atau “kebudayaan Muslim”, mungkin mengecewakan karena dinilai tidak selalu sesuai dengan rumusan idealnya. Islam yang ini, mungkin pula telah tercampur dengan unsur-unsur budaya lain, baik yang sesuai atau bertentangan dengan Islam yang dipersepsikan. Selain itu, Islam historis adalah Islam yang berubah dan berkembang atau mungkin juga Islam yang beku dan mundur dari perkembangan yang telah dicapai pada suatu titik sejarah ter…

E-Learning, Inovasi di Zaman Informasi

Oleh Sri Endang Susetiawati
E-learning merupakan program pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Pemanfaatan TIK, terutama teknologi internet dalam pembelajaran merupakan bagian dari inovasi pendidikan sebagai tanggapan atas perubahan zaman. Mengacu pada kategorisasi Alvin Tofler, saat ini, kita telah melewati zaman pertanian dan zaman industri. Saat ini, kita telah memasuki zaman baru, yaitu zaman informasi, dimana informasi menjadi sesuatu yang sangat penting yang memberikan dampak pula pada dunia pendidikan.

Pakar Pendidikan: “Soft Skill”, Nilai Tambah Untuk Meraih Sukses

Yogyakarta (ANTARA News) - "Soft skill" atau keterampilan mengatur diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain dapat menjadi nilai tambah mahasiswa untuk meraih sukses, kata pakar pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Mochammad Bruri Triyono. "Dengan memiliki `soft skill` diharapkan mahasiswa dapat bersaing dan meraih sukses dalam kuliah dan terjun ke lapangan kerja," katanya pada pembekalan "soft skill" bagi 2.500 mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Yogyakarta, Minggu. Menurut dia, "soft skill" dapat membuat mahasiswa memiliki daya saing yang tinggi dan tidak hanya kompeten di bidangnya sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja dan masyarakat.

Ensiklopedi al-Qur’an: Islam (2)

Oleh M. Dawam Rahardjo
Persepsi tentang Islam Dalam suatu ceramahnya di Departemen Agama, beberapa waktu yang lalu, ahli sejarah Islam terkemuka, Bernard Lewis, dalam awal pembicaraannya merasa perlu menjelaskan terlebih dahulu apa yang disebut dengan “Islam” itu. Ada tiga persepsi mengenai Islam, katanya. Persepsi pertama, Islam sebagaimana terwujud dalam al-Qur’an dan Hadits. Sebagai konsep, Islam dalam wujud ini dinyatakan oleh kaum Muslim sebagai tidak berubah. Agaknya ia perlu menyatakan hal ini untuk menghindari kesalahpahaman.

Cerber Meranggas (4): SMPN 5 Cibingbin

Oleh Sri Endang Susetiawati Bagi Kamilia, Nuri adalah sosok murid yang istimewa. Nuri dianggap mewakili citra ideal dari seorang siswi yang nyaris sempurna, sesuai dengan apa yang dikehendakinya.Seorang siswi yang terlahir di tengah keluarga miskin, yang tidak menunjukkan prestasi apapun saat ia duduk di Kelas I SMP. Bahkan ia dikenal sebagai sosok yang pemalas, apatis dan kurang bergaul. Kehadirannya di kelas tak lebih dari sekedar perwujudan keharusan saja dari sebuah perintah orang tuanya untuk terus bersekolah.

Ensiklopedi al-Qur’an: Islam (1)

Oleh M. Dawam Rahardjo
Islam pertama-tama adalah suatu iman seperti dicontohkan oleh Ibrahim, seorang Nabi yang disebut bukan penganut agama Yahudi atau agama Nasrani, yang merupakan agama yang mapan (organized religion). Akan tetapi, Ibrahim adalah seorang yang tulus dan cenderung pada kebenaran. Tapi, ia tidak menjalankan agamanya itu untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk dipeluk oleh masyarakat. Dari situlah terjadi evolusi, dari sekedar keyakinan menjadi aturan-aturan perilaku dan masyarakat hingga terlembaga menjadi sistem kemasyarakatan. Tulisan ini mengelaborasi konsep “Islam”, serta hubungannya dengan “iman”, “ihsan” dan “takwa”, serta hubungannya dengan agama-agama atau kepercayaan lain dengan mencermati evolusi tersebut. Dari situ akan terlihat hubungan dinamis antara “Islam ideal” dan “Islam sejarah”.

Sertifikasi Guru Belum Memuaskan, Baru Sekedar Meningkatkan Pendapatan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Anggota Komisi X DPR Rohmani mengemukakan bahwa sertifikasi guru yang berlangsung saat ini belum sesuai dengan harapan undang-undang (UU), belum menyentuh tujuan dasar diadakannya sertifikasi guru tersebut. Rohmani berpendapat, proses pelaksanaan sertifikas guru belum sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa tujuan sertifikasi guru adalah untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan.

Materi Presentasi: Penilaian Pembelajaran IPS, Kemendiknas

Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pencapaian belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dalam penilaian, diantaranya akan mencakup ruang lingkup penilaian, aspek penilaian, prinsip penilaian hingga penilaian kelas. 
Berikut ini merupakan materi presentasi tentang pembelajaran IPS yang disusun oleh Tim Pengembang IPS Kemendiknas.
Penilaian Pembelajaran IPS -

New Venture (1) : Masalah Kemiskinan dan Lingkungan Hidup

Oleh Srie
Newventure, atau dalam bahasa Indonesia berarti usaha baru, merupakan sebuah konsep yang lahir dari dua masalah pokok dalam masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Masalah pertama adalah masalah kemiskinan yang merupakan fenomena umum yang terjadi di sebuah negara berkembang, termasuk di Indonesia. Jumlah wargamiskin di Indonesia pada tahun 2010 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) adalah di sekitar angka 8 % atau sekitar 19 juta orang.[1]