Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Cerber Meranggas (5): “Isi Dulu Otak Kalian!”


Oleh Sri Endang Susetiawati
       
Kini, Bu Kamilia sudah berada di ruang kelas. Ia berdiri di depan puluhan murid-muridnya yang terlihat duduk di kursi, berpasangan di setiap meja belajarnya. Wajah-wajah mereka masih tampak segar, saat hendak mengikuti pelajaran pertamanya hari ini. 
Mereka terlihat santai, namun tetap menaruh hormat kepada guru yang dikenalnya sering mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Termasuk, saat ia hendak memulai kegiatan belajar di kelas.
“Apa kabar, anak-anak ?”

“Baik, Bu....”
“Hari ini, kita mau belajar tentang apa ?”
“Tentang persamaan kuadrat, Bu....”
“Baiklah. Apa ada masalah yang kalian temukan, saat belajar tentang persamaan kuadrat di rumah ?”
“Ada, Bu....” ucap mereka sambil mengacungkan tangan, seolah saling berebut untuk memenangkan nomor antrian.
“Bagus. Berarti kalian telah belajar di rumah. Sekarang, sampaikan pertanyaannya. Dimulai dari lima siswa dulu, di barisan depan sebelah kanan, terus barisan belakang di sebelah kiri, barisan tengah, lalu ke depan lagi di sebelah kiri, dan di bagian belakang sebelah kanan” ucap Bu guru Kamilia, seraya menunjuk ke arah siswa yang dimaksud.
Begitulah, cara ia memulai pelajaran. Sekaligus menjadi ciri khasnya, yang membedakan dari guru-guru lainnya dalam hal mengajar di ruangan kelas. Dimulai dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa, untuk memancing konsentrasi mereka. Kemudian memberi kesempatan kepada murid-muridnya untuk satu persatu mengajukan pertanyaan atau masalah yang dihadapi saat mereka belajar sebelumnya di rumah.
Lalu, ia menerangkan secara terbatas pada hal-hal yang dianggap penting atau dianggap sulit oleh siswanya. Separuh waktu belajar ia pakai untuk bertanya-jawab, saling berkomentar atau berdiskusi di antara para siswa sendiri. Jika masih ada sisa waktu, atau seperempat waktu belajar, ia akan gunakan untuk memberikan motivasi dan arahan agar siswanya tetap bersemangat dan rajin belajar, termasuk belajar terlebih dahulu di rumah tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Ia selalu mengingatkan agar pelajari materi pelajaran, kuasai materinya dengan mengerjakan soal-soal latihan, dan catat hal-hal apa saja yang dianggap belum mengerti atau tidak bisa dikuasai, untuk kemudian dipertanyakan kepada gurunya pada kesempatan pertemuan di kelas berikutnya.
Bagi Bu guru Kamilia, siswa belajar dulu di rumah, merupakan suatu keharusan agar kegiatan belajar di kelas menjadi lebih baik dan lebih bermutu. Setiap ada kesempatan, ia selalu mengingatkan dan terus memotivasi anak-anak didiknya.
“Isi dulu otak kalian di rumah, dengan memori tentang materi pelajaran yang akan diajarkan di kelas.  Saya tidak mau belajar dengan siswa yang memori otaknya masih kosong” ucapnya yang sering terlontar, saat ia memulai mengajar di depan siswa yang baru diajarnya. 
“Kuncinya cuma satu” ucapnya lagi saat itu. “Kalian harus mau membaca dan mau berlatih mengerjakan soal di rumah”. ***By Srie

Baca Juga

Komentar