Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Cerber Meranggas (6): Rajin atau Malas

Oleh Sri Endang Susetiawati

Hari masih terasa pagi. Mata-mata yang polos masih terus menatap ke arah guru. Untaian kata-kata yang terdengar lembut terus meluncur, terucap dari bibir Bu Kamilia.
“Jika ada kesulitan, kalian catat apa masalahnya, lalu pertanyakan kepada guru di kelas”
“Tidak ada sukses belajar, tanpa kalian mau membaca dan berlatih di rumah !” tegasnya, meyakinkan kepada para siswa.
“Tapi kan, otak kami tidak sama, beda-beda bu ?” komentar lepas dari salah seorang siswanya.

“Apa maksudnya beda-beda ?” tanya bu guru.
“Ya, mungkin ada yang pintar, ada yang biasa-biasa saja, atau ada yang telat mikir alias bodoh, bu...” jawab siswa itu.
“Komentar yang sangat bagus. Beri tepuk tangan buat Andi” pujinya, yang disusul dengan suara tepukan tangan dari seluruh siswa di ruangan kelas.
“Kalian dengarkan kata-kata ibu dengan baik !” perintahnya dengan menegakkan telunjuk tangan kanannya.
Anak-anak mulai terlihat lebih serius, dengan kedua mata mereka tertuju kepada gurunya, yang masih tegak berdiri di depan kelas.
“Terus, kalian catat !” lanjutnya.
“Lalu, kalian baca catatan itu berkali-kali, diulangi lagi berkali-kali, saat kalian sedang berada di rumah !”.
“Apa kalian sudah siap mendengarkan dan mencatat ?”
“Siap, Bu....”
“Otak kalian semuanya sama, terdiri dari milyaran sel otak, yang jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih hebat dari gabungan sejuta komputer atau hape yang kalian miliki” jelasnya.
“Tidak ada otak pintar, otak biasa saja atau otak bodoh. Yang ada, kalian rajin atau kalian malas baca dan enggan berlatih” 
“Semua bisa menjadi pintar, dan semua bisa menjadi bodoh"
“Semuanya, tergantung apakah kalian rajin ataukah malas !”
Setiap kali Bu guru Kamilia memotivasi, selalu saja ia lakukan dengan ucapan kata-kata dan bahasa tubuh yang sangat yakin dan percaya diri. Ia berharap keyakinan diri dan rasa percaya dirinya itu bisa tertularkan kepada anak-anak didiknya.
Untuk mendukung harapannya itu, tidak jarang pula ia menyisipkan cerita tentang kisah sukses tokoh-tokoh tertentu atau ceritera tentang orang-orang biasa saja yang telah berhasil menggapai kesuksesan dalam hidupnya. Bu Kamilia sering menganjurkan siswanya untuk menyempatkan diri membaca buku-buku atau tulisan yang terkait dengan kisah sukses tersebut.
Bagi siswa, cara mengajar Bu Kamilia memang sangat disuka. Maka, tidaklah heran bila setiap kali ia mengajar, mereka tidak merasa bosan, bahkan sering tidak terasa, kalau waktunya telah habis.
“Baiklah. Kita bertemu lagi hari Kamis”
“Assalamu ‘alaikum...”
Anak-anak menjawab ucapan salam gurunya, “Wa ‘alaikum salam....”. Bu guru Kamilia keluar dari ruangan kelas.*** By Srie

(Bersambung........)
Baca Juga

Komentar