Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Ketua PGRI: Kelola Guru Jangan Pakai Ancaman

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia  Sulistyo menolak keras jika tata kelola guru dilakukan dengan pendekatan yang bernada ancaman. Hal tersebut diungkapkannya menanggapi terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yang mengatur kembalinya mengenai pengelolaan guru yang diserahkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mulai tahun 2012 mendatang.

Salah satu hal yang diatur dalam SKB lima menteri tersebut adalah mengenai pemerataan pendistribusian guru. Para guru dituntut harus siap untuk ditempatkan dimana saja. Jika ada guru yang tidak taat, maka guru tersebut disudutkan dengan pilihan yang dinilai Sulistyo sangat tidak adil, yaitu diberhentikan.


"Saya paling tidak suka jika mengelola guru dengan  pendekatan semacam ancaman, apalagi jika ancamannya adalah diberhentikan," katanya, kepada Kompas.com di sela-sela sebuah diskusi publik bertajuk "Membedah Problematika Guru dan Solusinya", di Gedung PGRI, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Menurutnya, para guru tentunya memang harus siap dan taat pada aturan yang ditetapkan dalam SKB tersebut. Dengan catatan, semua harus dilaksanakan secara adil, dan tidak ada nuansa hukuman.

Ia menjelaskan, distribusi guru harus dilakukan secara adil, di mana para guru yang nantinya akan ditempatkan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), harus diberikan perhatian dan fasilitas yang lebih baik. jika tidak ada perhatian khusus, Sulistyo menilai, sama saja sebagai bentuk lain dari hukuman.

"Ini yang harus hati-hati dan yang bisa melakukan adalah orang yang paham guru. Distribusi guru jangan berdasar pada suka atau tidak suka. Itu yang harus kita jaga, jangan "menghukum" guru sampai ke ujung dunia. Maka kondisi daerah harus disiapkan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim  mengungkapkan, rotasi pendistribusian guru nantinya akan dilakukan mulai dari tingkat yang terkecil, dari tingkat kabupaten/kota, antarkabupaten/kota, provinsi, dan antarprovinsi.

"Daripada guru repot mengajar di sekolah lain untuk memenuhi minimal waktu mengajarnya lebih baik taat pada aturan ini. Pilih siap ditugaskan di mana saja atau berhenti," kata Musliar. ***




Baca Juga

Komentar

  1. Prinsipnya sya pribadi sebagai seorang guru, siap ditempatkan dimana saja, mau tiap tahun pindah antar provinsi itu malah nambah wawasan saya.
    Namun yang perlu diperhatikan apakah kepindahan itu diiringi/dijamin masalah kesejahteraanya?
    Jika harus pindah jarak jauh tentu perlu perumahan, jika jarak sedang apakah malah nambah biaya transportasi, itu perlu dipikirkan Siap pindah aslkan menjadi lebih baik, bukan nambah biaya, nambah susah wajar toh... siapa yang nyari susah

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).