Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Mendikbud: Terima Kasih, Guru....

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdikbud) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat (25/11/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Upacara yang langsung dipimpin oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendikbud), Mohammad Nuh ini dihadiri oleh seluruh jajaran kementerian.

Dalam pidatonya, Nuh menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, tenaga pendidik dan kependidikan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Dalam kesempatan ini pula saya ucapkan selamat memperingati Hari Guru Nasional 2011 dan sekaligus selamat hari ulang tahun ke-66 PGRI," kata Nuh.
Ia mengatakan, hanya seorang guru yang mampu menyentuh pinggiran masa depan. Profesi guru menjadi jauh lebih menarik daripada profesi lainnya, karena dapat bersentuhan dengan para peserta didik yang mewakili masa depan. Baginya, itulah jawaban sesungguhnya guru teladan.
Kemampuan menyentuh masa depan, kata dia, walau hanya pinggirannya tetapi menempatkan guru pada tanggung jawab yang sangat berat, namun mulia. Kesempatan itu tidak dimiliki oleh profesi yang lain.
"Pada diri guru tertumpu beban tanggung jawab menyiapkan masa depan yang lebih baik, berfungsi sebagai jembatan bagi para peserta didik untuk melintas menuju masa depan mereka," ujarnya.
Menurutnya, masa depan para peserta didik tergantung "jembatan" tersebut. Dari tiga penggalan masa (masa lalu, masa kini, dan masa depan), masa depanlah yang menjadi tujuan dengan memanfaatkan sebaik-baiknya masa lalu dan masa kini.
"Tugas guru sangat mulia karena menyiapkan generasi penerus demi masa depannya yang lebih baik, lebih berbudaya, dan sekaligus membangun peradaban. Dengan demikian, secara hakiki dan asasi, guru adalah mulia. Menjadi guru adalah menjadi mulia, bahkan kemuliaannya sama sekali tidak memerlukan atribut tambahan,"  papar Nuh.

Baca Juga

Komentar