Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Nanti, Guru Pun Bisa Menjadi Siswa Lemhanas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional menargetkan produk kajiannya menjadi acuan dan rujukan tingkat internasional pada 2025. Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji mengatakan produk kajian lembaga ini diharapkan menjadi rujukan di level regional ASEAN pada 2015, lalu Asia Pasifik pada 2020.
"Pada 2025 Lemhannas harus sekelas dengan institusi-institusi internasional dalam pendidikan calon-calon pemimpin dan thinktank negara ini," kata Budi Susilo dalam pertemuan dengan pemimpin media di Gedung Lemhannas Kebon Sirih Jakarta pagi ini, Rabu 9 November 2011.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal itu, Lemhannas akan meningkatkan komposisi siswa yang belajar di lembaga ini. Jika saat ini hanya terdiri dari militer dan calon menteri atau direktur jenderal, nantinya akan diperluas dan melibatkan kalangan media, partai politik, pengusaha, guru, pegiat LSM dan lain-lain.
Budi menjelaskan, saat didirikan pada 1965 lalu oleh Presiden Soekarno, Lemhannas hanya memiliki 38 siswa terdiri dari militer dan beberapa calon pejabat. Semakin lama jumlah siswa yang belajar di lembaga ini semakin bertambah dan berasal dari berbagai kalangan, termasuk saat ini dari partai politik.
Peserta dari daerah luar Jawa, terutama Indonesia timur, juga akan diperbanyak. Demikian pula peserta dari negara asing. Saat ini sudah ada siswa dari luar Jawa meski jumlahnya tidak besar dan beberapa peserta dari 13 negara asing.
"Untuk TNI dan negara sahabat akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Program pendidikan reguler akan ditingkatkan," kata dia lagi.

KARTIKA CANDRA
Baca Juga

Komentar