Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

New Venture (2) : Pengembangan Usaha Berbasis Lingkungan


Oleh Srie
New Venture adalah salah satu program dari World Resources Institute (WRI), lembaga riset independen yang berpusat di Washington, DC. Di Indonesia, New Ventures mulai beroperasi sejak bulan Juli 2005 yang bekerja sama dengan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) dan di dukung oleh Citi Foundation dan Hewlett-Packard. Selain di Indonesia, New Ventures juga telah beroperasi di sejumlah negara berkembang lainnya, antara lain di Brazil, Mexico, Cina, India dan Colombia.
Tujuan utama dari program New Ventures yang diprakarsai oleh World Resources Institute (WRI)[1] adalah untuk mendukung pengembangan usaha berbasis lingkungan dan berkelanjutan (sustainable enterprise) di negara berkembang dengan menghubungkan pebisnis kecil dan menengah yang berbasis lingkungan dengan partner bisnis potensial, antara lain melalui kegiatan forum investor yang mempertemukan para pelaku usaha kecil dan pebisnis potensial dengan para calon investor.

Dalam kegiatannya selama ini, New Ventures mempunyai catatan keberhasilan yang bagus dalam membantu usaha kecil dan menengah yang dijalankan dengan prinsip usaha berbasis lingkungan dan sosial di negara-negara yang sedang berkembang untuk meningkatkan usahanya. Bidang usaha yang dilakukan adalah berbasis lingkungan dan berkelanjutan, dengan  fokus New Ventures antara lain adalah:
1). Pertanian dan perikanan berkelanjutan.
Adalah bidang pertanian dan perikanan yang berbasis pada budi daya yang dapat dikembangkan oleh masyarakat sekitar, antara lain pengembangan tanaman pangan unggulan, seperti buah-buahan, budi daya rumput laut dan terumbu karang.
2). Pertanian organik
Adalah bidang garapan yang berusaha mengembangkan pertanian organik, dengan menghindarkan semakmsimal mungkin penggunaan bahan-bahan kimia, baik dikarenakan telah menyebabkan kerusakan lingkungan pertanian maupun berdampak pada kesehatan orang yang mengkonsumsi hasil pertanian. Bidang garapan tersebut antara lain adalah pengembangan tanaman pangan organik, seperti padi dan buah-buahan organik, dan penggunaan pupuk kompos atau pupuk organik.
3). Hasil hutan non kayu dan kayu bersertifikat,
Adalah bidang garapan yang dihasilkan dari hutan dengan cara tidak merusak lahan hutan, baik dilakukan secara resmi atau melalui kegiatan penebangan liar. Bidang garapan ini dapat berupa pemanfaatan tanaman kayu yang dibudidayakan, atau tanaman non kayu yang merupakan tanaman tumpang sari di sekitar lahan hutan. Pengusahaan bidang usaha ini dilakukan secara ketat melalui penerapan standar kayu bersertifikat yang tidak merusak lingkungan hutan.
4). Energi terbarukan
Adalah bidang garapan yang berbasis pada pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, antara lain pengembangan tanaman jarak sebagai bahan bakar minyak nabati, pemanfaatan tanaman kelapa, dan lain-lain. Kesemuanya itu bermakna ganda, yaitu bermanfaat secara ekonomis, juga berdampak pada pemeliharaan lingkugan hidup.
5). Teknologi alternatif
Adalah bidang garapan yang mengembangkan berbagai penerapan teknologi alternatif yang dapat membantu pengembangan usaha berbasis lingkungan dan sosial. Contohnya, antara lain berupa teknologi penemuan bibit unggul, teknologi pengolahan makanan,  teknologi pelestarian lingkungan, dan teknologi hemat energi.
6). Teknologi bersih,                   
Adalah bidang garapan yang mendukung pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, antara lain teknologi pemurnian air bersih, dan teknologi pengurangan emisi zat karbon bagi kendaraan bermotor.
7). Pengelolaan limbah dan daur ulang
Adalah bidang garapan yang memanfaatkan limbah (sampah) organik yang dapat didaur ulang menjadi barang yang bernilai ekonomi, antara lain pembuatan pupuk kompos, pembuatan baran-baran kerajinan berbahan limbah, dan lain-lain.
8). Ekowisata
Adalah bidang garapan yang mengembangkan pemanfaatan keindahan alam, budi daya tanaman  dan upaya pelestariannya sebagai daya tarik dalam wisata. Antara lain adalah pemanfaatan kebun tanaman teh sebagai area wisata, pemanfaaatan sungai sebagai lokasi arung jeram, pemanfaatan tanaman buah-buahan secara langsung untuk dipetik dan dibeli, seperti tanaman stroberi, apel dan lain-lain.

Bentuk Program
Adapun, bentuk program New Ventures dari World Resourse Institute (WRI) ini lebih menitikberatkan pada bantuan bukan berupa bantuan permodalan, apakah hibah atau pinjaman.  Bantuan yang diberikan pada pelaku usaha baru adalah dalam bentuk pendampingan pengembangan usaha yang meliputi, antara lain pengembangan kemampuan menangkap peluang pasar, akses pemasaran, peningkatan kemampuan manajemen, peningkatan kemampuan berproduksi, dan  kemampuan dalam  pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
1). Kemampuan Pasar
Adalah bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha baru dalam membaca peluang pasar, mengembangkan pasar dan mempermudah akses pasar. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan volume usaha yang akan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan usaha.
2). Kemampuan Berproduksi
Adalah bantuan yang diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan wirausahawan dalam memproduksi barang atau jasa layanan usahanya. Hal ini penting untuk dilakukan dalam rangka peningkatan mutu barang atau mutu layanan, peningkatan efisiensi biaya produksi, maupun meningkatkan sistem kontrol mutu secara berkesinambungan.
3). Kemampuan Manajemen.
Adalah bantuan yang diberikan dalam rangkan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mengelola usaha, antara lain mengelola keuangan, mengelola karyawan, mengelola bahan baku, mengelola proses produksi, pengemasan hingga pengantaran ke pasar. Hal ini penting dilakukan, sekali lagi untuk meningkatkan daya saing usaha, sekaligus memungkinkan untuk pengembangan usaha dalam skala usaha yang lebih besar atau lebih luas.
4). Kemampuan Pemanfaatan ICT
Adalah bantuan yang diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan wirausaha dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana penunjang dalam melakukan produksi, pengelolaan, dan pemasaran. Hal ini penting dilakukan agar dapat melakukan peningkatan efisiensi usaha, peningkatan mutu produk dan penigkatan akses pasar. ***[Srie]
(Bersambung......)



[1] Lihat www.wri.org
Baca Juga

Komentar