Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Ada 1 Juta Guru, Gajinya Rp 200 Ribu per Bulan, Harusnya Minimal Rp 3,2 Juta


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sulistyo, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia, mengatakan, sekitar satu juta guru di Indonesia hanya mendapatkan gaji Rp 200.000 per bulan.
Sulistyo juga mengatakan, guru-guru tersebut adalah guru honorer atau non-pegawai negeri sipil (non-PNS). Oleh karena itu, Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI mengusulkan kepada pemerintah agar standar minimal gaji guru, khususnya non-PNS, ditetapkan sebesar Rp 3,2 juta per bulan.

"Standar gaji minimal bagi guru sangat dibutuhkan untuk kelayakan hidup keluarga mereka. Terlebih lagi, setengah dari sekitar empat juta guru di Indonesia merupakan guru honorer atau non-PNS," kata Sulistyo seusai acara pemberian santunan Bumiputera kepada guru di Sekolah Dasar Pangudi Luhur Yogyakarta, Rabu (7/12/2011).
Ia mengatakan, standar minimal gaji guru non-PNS itu penting karena selama ini mereka kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, pengabdian mereka sama dengan guru yang berstatus PNS.
"Selama ini upaya peningkatan kesejahteraan guru hanya berlaku bagi guru berstatus PNS, yang mendapatkan gaji dan tambahan sejumlah tunjangan, sedangkan hak-hak guru honorer atau non-PNS tidak diperhatikan," kata Sulistyo.
Kepala Wilayah Bumiputera Yogyakarta Nurseto mengatakan, guru bagi Bumiputera merupakan sosok yang tiada duanya karena para gurulah yang mendirikan perusahaan asuransi tersebut pada 1912. "Dalam rangka menuju perayaan 100 tahun, Bumiputera mengajak beberapa pemegang polis asuransi yang sudah dianggap sukses oleh lingkungannya untuk menyampaikan terima kasih kepada guru mereka yang telah memberikan inspirasi," kata Nurseto.
 

Baca Juga

Komentar