Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Banyak Tidak Lulus Sertifikasi, Para Guru Bertolak Ke Jakarta


Madiun (ANTARA News) - Puluhan perwakilan guru yang tidak lulus sertifikasi melalui sistem Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 115 Malang, Jawa Timur, Rabu, bertolak ke Jakarta guna mempertanyakan penilaian dalam program sertifikasi guru tahun ini.
Perwakilan guru dari 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur itu berencana mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional di Jakarta.

Puluhan perwakilan guru tersebut berangkat ke Jakarta dari Terminal Purbaya Madiun dengan menggunakan bus PO Sejuta Bintang, di antaranya berasal dari Kabupaten Madiun, Malang, Pasuruan, Trenggalek, Blitar, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Kota Madiun.

Sekretaris PGRI Jawa Timur, Ikhwan Sumadi, mengatakan, kedatangannya ke Jakarta untuk menanyakan permasalahan sistem penilaian terhadap guru yang mengikuti ujian sertifikasi tahun 2011 di Universitas Negeri Malang.

"Kami menduga pelaksanaan penilaian di Rayon 155 Malang terjadi penyimpangan, hingga banyak guru yang tidak lolos sertifikasi. Ada kejanggalan pada pelaksanaan penilaian ujian ini, sebab ada guru yang layak lolos tapi tidak lolos dan guru yang tidak ikut ujian malah lolos," ujarnya.

Ada bukti-bukti yang ditemukan oleh para peserta ujian sertifikasi, yakni adanya peserta yang sakit keras dan tidak bisa menulis pada saat pelaksanaan ujian, namun peserta yang bersangkutan dinyatakan lolos, sementara peserta yang sehat malah dinyatakan tidak lolos.

"Bahkan ada juga hasil temuan kami bahwa peserta yang sudah meninggal dunia dan tidak ikut ujian, tapi malah mendapat nilai," katanya.

Pada tahun 2011 dari 10 kota dan kabupaten tersebut terdapat sekitar 11 ribu guru peserta ujian sertifikasi, namun dari jumlah tersebut sekitar 46 persen peserta dinyatakan tidak lolos. Terbanyak jumlahnya dari guru kelas SD, terbanyak kedua dari guru Pendidikan Jasmani, dan terbanyak ketiga dari guru Bahasa Inggris.

Oleh karena itu, PGRI Jawa Timur menuntut kepada Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar meninjau ulang sistem penilaian ujian sertifikasi serta menuntut adanya pelaksanaan ujian sertifikasi ulang.

"Kami menuntut agar para guru yang tidak lulus sertifikasi 2011 dapat mengikuti ujian yang diselenggarakan pada tahun 2012," tandasnya.

Sementara itu Kabid Advokasi dan Perlindungan Hukum, PGRI Kabupaten Madiun, Harsono, mengatakan, di Kabupaten Madiun sendiri terdapat 152 peserta ujian sertifikasi, namun dari jumlah itu, sekitar 64 peserta dinyatakan tidak lolos.

Untuk Magetan terdapat sekitar 197 guru mengikuti ujian sertifikasi dan 82 guru dinyatakan tidak lolos.
"Kami menilai ada banyak kejanggalan disini. Karena itu kami meminta untuk diadakan peninjauan ulang sistem penilaiannya. Baru kalau tidak bisa, dilakukan ujian ulang dengan penilaian yang lebih baik," kata Harsono.

(ANT-072/E011)
Editor: B Kunto Wibisono



Baca Juga

Komentar