Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Peranan Guru Dalam Pendidikan Anti Korupsi (4) : Arah dan Sasaran

Oleh Sri Endang Susetiawati

Pendidikan Anti Korupsi perlu dilakukan secara terencana dan matang berdasarkan arah dan sasaran yang akan dicapai. Berkenaan dengan hal tersebut, maka pendidikan Anti Korupsi, diarahkan agar siswa dapat mengetahui dan memahami beberapa hal sebagai berikut, antara lain:
  1)    Siswa memahami pengertian korupsi, beserta modus perbuatan korupsi yang banyak terjadi di sejumlah lembaga pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

2)    Siswa memahami akibat yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi, baik akibat bagi orang lain, termasuk  kerugian keuangan negara yang berakibat pada kerugian pada berkurangnya pelayanan negara untuk kepentingan rakyat,  maupun bagi dirinya sendiri, antara lain saat harus diperiksa oleh polisi, kejaksaan atau KPK, diadili oleh pengadilan, hingga gambaran mengenai ancaman lamanya hukuman penjara, serta  besarnya denda yang harus dibayarkan.
3)    Siswa memahami bahwa akibat tindakan korupsi seseorang akan mengakibatkan dampak yang buruk pula bagi anggota keluarganya, dengan memberitahukan pada siswa mengenai sejumlah kisah mengenai keluarga pelaku korupsi yang ikut menderita.
4)    Siswa memahami bagaimana dirinya dapat ikut berpartisipasi secara proaktif, diantaranya memiliki keberanian untuk memberitahukan atau melakukan laporan atau pengaduan pada pihak-pihak terkait, termasuk pemberitahuan lembaga-lembaga mana saja beserta nomor kontak teleponnya yang dapat dijadikan tempat untuk pengaduan adanya tindak pidana korupsi.
5)    Siswa memahami kondisi saat pelaku ditangkap oleh polisi, kondisi pengadilan korupsi, atau kondisi penjara dimana pelaku korupsi di tahan melalui tayangan foto atau video, sehingga akan lebih terhayati mengenai akibat buruk yang ditimbulkan oleh tindakan korupsi.
6)    Siswa memahami sejumlah larangan perbuatan korupsi, baik berdasarkan ajaran agama masing-masing maupun berdasarkan ketentuan hukum perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.*** By Srie

Baca Juga

Komentar