Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

IGI: Guru Perlu Melek Internet dan Biasa Menulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru-guru di Indonesia terus didorong untuk melek internet dan menulis. Penguasaan teknologi dan menulis yang dimiliki para guru diyakini dapat mendorong perubahan kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas di sekolah. 

Gerakan guru melek internet dan menulis itu menjadi fokus dalan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kualitas guru yang diprogramkan Ikatan Guru Indonesia (IGI) pada tahun 2012.

Demikian salah satu komitmen dari rapat kerja nasional IGI di Surabaya, Minggu (29/1/2012).

"IGI ingin setiap siswa dan guru bisa menulis dan membukukan karya tulisnya dalam berbagai media," kata Ketua Umum IGI Satria Dharma.

Menurut Satria, gerakan menulis ini merupakan kelanjutan dari gerakan membaca yang sebelumnya digulirkan IGI. "Peradaban bangsa ditandai dengan banyaknya karya tulis. Kita masih sangat kekurangan penulis," tuturnya.

Satria berharap gerakan menulis ini bisa melahirkan penulis-penulis muda andal yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa ini ke depan.

Anggota Dewan Pembina IGI, Ahmad Rizali, menambahkan gerakan membaca merupakan inisiatif pembelajaran bernalar. Sebab, dari hasil observasi IGI di sejumlah kampus besar di Indonesia, tampak mahasiswa kurang bernalar dalam proses pembelajaran.

"Ini akibat proses menghafal sebagai titik berat kegiatan belajar-mengajar atau KBM di sekolah. KBM di kelas tidak bernalar. Semuanya menghafal. Dengan menulis, kami ingin guru dan siswa sama-sama menggunakan nalarnya di kelas," tutur Ahmad.
Baca Juga

Komentar