Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Agar Lulus UKA, Guru di Sumut Akui Diminta Jutaan Oleh Aparat Dinas Setempat

SERDANG BEDAGAI, KOMPAS.com - Agar lulus ujian kompetensi awal, sejumlah guru sekolah dasar di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengaku diminta membayar Rp 2 juta oleh aparat dinas pendidikan setempat. Ujian kompetensi awal merupakan bagian dari proses sertifikasi guru. 

Terhadap pungutan tersebut, para guru tidak berani mengungkapkan identitas dirinya. Mereka khawatir, jika berbicara, akan dikenai sanksi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai dan dipindahkan ke tempat terpencil. 

Para guru mengungkapkan hal itu kepada Tim Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik Sumatera Utara yang turun ke sekolah-sekolah di Serdang Bedagai, Kamis (1/3/2012). Mereka datang ke kabupaten tersebut setelah menerima laporan adanya dugaan pungutan kepada para guru supaya lulus ujian kompetensi awal. 

Pada awalnya, para guru tutup mulut dan takut mengungkapkan dugaan pungutan tersebut. Namun, setelah digaransi bahwa identitas tak dikeluarkan, akhirnya mereka bicara. ”Kalau kami bicara, kami takut kena sanksi. Tetapi, kalau tidak bicara, mengingkari suara hati kami,” tutur seorang guru. 

Guru yang lain mengatakan belum menyerahkan uang itu karena dirinya tidak punya uang.Para guru mengungkapkan, aparat Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai memberi batas akhir pembayaran pada 5 Maret 2011. Menurut para guru, pungutan itu tidak memaksa. dan aparat itu pun mengatakan hanya menjalankan perintah atasan. 

Ketua Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik Sumatera Utara FJ Pinem mengatakan, selain Serdang Bedagai, laporan adanya pungutan juga terjadi di Kota Binjai. FJ Pinem meminta para guru tidak membayar uang yang diminta. ”Banyak guru yang takut mengungkapkan hal ini karena takut dimutasi,” tutur FJ Pinem. 

Beberapa kecamatan
Sekretaris Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik Sumatera Utara Abdul Latif Ibrahim mengatakan, laporan terjadinya pungutan ada di Kecamatan Sei Rampah, Kecamatan Bandar Kalipah, Kecamatan Bamban, Kecamatan Tanjung Beringin, Kecamatan Pegajahan, dan Kecamatan Rambutan. Namun, pungutan diduga merata di semua kecamatan. 

Di Sumatera Utara, pelaksanaan ujian kompetensi awal dilakukan Sabtu lalu. Bagi guru SD yang sudah tua, mengikuti proses sertifikasi sudah menjadi momok, apalagi harus mengikuti uji kompetensi awal.
Kepala Dinas Pendidikan Serdang Bedagai Rifai B Tanjung belum bisa dikonfirmasi terkait kasus ini. Telepon selulernya tak bisa dihubungi. 

Wakil Bupati Serdang Bedagai Soekirman saat dikonfirmasi mengatakan, pendidikan bukan bidang yang diurusi. Namun, dirinya mengaku menerima beberapa SMS serupa dari guru. ”Saya setuju ada kontrol terhadap kinerja pendidikan dan sektor pelayanan dasar karena ini urusan wajib pemerintah,” ujarnya. (Aufrida Wismi Warastri)
 
Sumber : Kompas Cetak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangkitnya Ekonomi Syariah, Saatnya Dukung Nyata Bebas Bunga

Oleh Sri Endang Susetiawati Perkembangan ekonomi syariah, kini telah memasuki babak baru, di mana kehadirannya kian diperhitungkan di dunia. Adiwarman A. Karim menyebutnya sebagai kebangkitan ekonomi dan keuangan  syariah di dunia yang ditandai oleh adanya tiga indikator penting. Pertama, semakin besarnya volume dan transaksi bisnis berbasiskan syariah; kedua, semakin menguatnya pembangunan infrastruktur kelembagaan yang mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah; dan ketiga, penyebaran institusi keuangan syariah yang semakin meluas ke berbagai belahan dunia. Pada indikator pertama, berdasarkan data dalam Ten-Year Framework and Strategies (IFSB, 2007), volume dan transaksi bisnis berdasarkan prinsip syariah secara global telah mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20 % per tahun. Pada kurun waktu ini, terdapat 284 institusi keuangan syariah yang mengelola dana lebih dari US$ 350 milyar, dan beroperasi di 75 negara di dunia. Sekitar USS 300 milyar tertanam di perbankan syaria…

Ironi Kedele di Negeri Tahu Tempe

Oleh Sri Endang Susetiawati
Dalam tiga pekan terakhir ini, mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat terpuruk hingga menyentuh angka Rp 12.000,- per dollar AS. Padahal, sebulan lalu, 1 dollar AS masih diperdagangkan pada kisaran angka di bawah Rp 10.000.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), pada saat yang hampir bersamaan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus angka di bawah 4000, atau terendah dalam 3 tahun terakhir.  Padahal,  di awal tahun ini, IHSG bahkan sempat memecahkan rekor angka 5000, atau tepatnya 5010,907 pada 19/4/2013, atau angka tertinggi sepanjang sejarah kehadiran bursa saham di negeri ini.
Terpuruknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yang hampir seiring dengan kian melemahnya nilai IHSG sempat mengingatkan kembali peristiwa sekitar 15 tahun lalu ketika Indonesia memasuki krisis ekonomi, kemudian krisis politik yang menyebabkan kejatuhan rezim Orde Baru (Orba).
Meski selalu ditepis oleh pemerintah, bayang-bayang krisis ekonomi…

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…