Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Buntut Dugaan Asusila, Noer Fajrieansyah Dipecat Sebagai Ketum PB HMI

RMOL. Noer Fajriansyah sudah diberhentikan dari Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Hal ini sesuai hasil Rapat Harian PB HMI yang dilakukan kemarin malam (Kamis, 9/2).

Selain memberhentikan Fajri, dalam rapat itu juga menunjuk Dwi Julian sebagai Pj Ketua Umum PB HMI.

M. Arbayanto, kader HMI yang pernah menjadi Kabid Hukum dan HAM PB HMI, dan ikut dalam rapat pleno itu, mengatakan, pemberhentian ini tidak lepas dari adanya kasus amoral yang telah mencoreng nama baik organisasi oleh Fajri, sebagaimana diakui HMI-wati Niskalawati. Niskalawati mengaku telah berkali-kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Fajri dan terpaksa membongkarnya karena Fajri tak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Fajri dinilai sudah tidak punya i'tikad baik untuk memperbaiki citra HMI yang digadang-gadang isu amoral itu. Bahkan upaya klarifikasi, melalui Pleno PB HMI, secara personal, hingga tuntutan adanya sumpah secara Islami tak diindahkan oleh Fajri.

Tentu saja HMI resah dengan pengakuan Niskalawati, sehingga upaya meminta klarifikasi terus dilakukan. Namun, kata Arbayanto, Fajri tak pernah sedikitpun mengindahkan upaya resmi melalui pintu organisasi. Terakhir, pada Kamis (9/2) sore saat digelar adanya sumpah Islami terhadap Fajri di Masjid Sunda Kelapa juga harus digagalkan, karena yang bersangkutan sudah tidak mengindahkan.

"Ini menunjukkan bahwa Fajri telah melakukan pencemaran nama baik secara pasif karena tidak mau mengklarifikasi. Padahal ini isu yang sangat prinsipil bagi HMI. Sehingga kami mengambil alih kepemimpinannya di HMI," kata Arbayanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat malam, 10/2).

"Sejak tadi malam, Fajri bukan lagi Ketua Umum HMI," kata dia. [dem]
Baca Juga

Komentar