Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Indonesia 2011: Ekonomi Tumbuh 6,5 %, Pendapatan per Kapita US$ 3.542,9

 Produk domestik bruto (PDB) Indonesia 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 % jika dibandingkan dengan 2010. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi (10,7 %), diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran (9,2 %), serta sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan (6,8 %).

Hal itu disampaikan Pjs. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, kemarin (6/2). PDB Indonesia 2011 atas harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun atau lebih dari US$ 850 miliar,” katanya.
BPS mencatat pertumbuhan terbesar disumbang sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 1,6 % (13,8 % dari PDB). Sebaliknya sumbangan industri pengolahan dan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan terus menurun.

Lebih lanjut Suryamin mengungkapkan pendapatan perkapita juga meningkat. Pada 2011 pendapatan perkapita mencapai  Rp 30,8 juta atau US$3.542,9 sedangkan pada 2010 hanya Rp 27,1 juta atau US$ 3.010,1.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan pertumbuhan ekonomi 6,5 % itu ditopang pertumbuhan investasi yang mencapai 8,8 %.

Pertumbuhan ekonomi pada 2009 banyak ditopang pertumbuhan konsumsi domestik. Kini, menurut Agus, peran investasi yang cukup besar membuat pertumbuhan ekonomi semakin nyata.

“Sekarang kita mencapai pertumbuhan 6,5 %. Peran dari investasi sangat mencolok. Kita harapkan pertumbuhannya di 2012 investasi bisa 10 %,” ujarnya.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi 2012 mampu mencapai 6,7 %.

“Fokus pada 2012 ialah memacu pertumbuhan di investasi, baik di private sector maupun public sevice, misalnya melalui belanja modal di APBN harus dioptimalkan,” katanya.

Untuk menambah investasi pemerintah harus mewaspadai hubungan industri dengan buruh yang termasuk iklim investasi secara umum. Kepastian hukum dan izin investasi juga tidak boleh merugikan investor.
Orang Kaya Baru

Ekonom avilian menimpali bahwa pertumbuhan saat ini terjadi di sektor yang tidak menciptakan lapangan pekerjaan atau sektor non-tradable . Artinya, tidak terjadi pengentasan warga dari kemiskinan.

Sektor industri pengolahan terbelit banyak masalah, seperti infrastruktur, birokrasi, pajak, dan korupsi. Adapaun sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan juga terhambar masalah perizinan dan penyediaan lahan yang dinilai kecil. Karena itu, masuk akal jika kontribusinya terus menurun.

Peningkatan pendapatan perkapita pun, menurut Aviliani, terjadi karena banyaknya orang kaya baru di sektor pertambangan dan penggalian.

Selain itu, peningkatan pendapatan per kapita didominasi kelas menengah yang dalam hitungan Aviliani mencapai 50-60 juta orang. Ia menegaskan pendapatan per kapita belum dirasakan rakyat yang hampir miskin dan miskin.

“Kita belum cukup mengurangi kemiskinan dn membawa masyarakat ke kelas menengah. Soalnya, 50 % masyarakat kita masih berpendidikan SD.” (X-17).

____________________________
Sumber berita: Disalin dari Marchelo, Media Indonesia, Selasa 7 Februari 2012.

Baca Juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangkitnya Ekonomi Syariah, Saatnya Dukung Nyata Bebas Bunga

Oleh Sri Endang Susetiawati Perkembangan ekonomi syariah, kini telah memasuki babak baru, di mana kehadirannya kian diperhitungkan di dunia. Adiwarman A. Karim menyebutnya sebagai kebangkitan ekonomi dan keuangan  syariah di dunia yang ditandai oleh adanya tiga indikator penting. Pertama, semakin besarnya volume dan transaksi bisnis berbasiskan syariah; kedua, semakin menguatnya pembangunan infrastruktur kelembagaan yang mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah; dan ketiga, penyebaran institusi keuangan syariah yang semakin meluas ke berbagai belahan dunia. Pada indikator pertama, berdasarkan data dalam Ten-Year Framework and Strategies (IFSB, 2007), volume dan transaksi bisnis berdasarkan prinsip syariah secara global telah mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20 % per tahun. Pada kurun waktu ini, terdapat 284 institusi keuangan syariah yang mengelola dana lebih dari US$ 350 milyar, dan beroperasi di 75 negara di dunia. Sekitar USS 300 milyar tertanam di perbankan syaria…

Ironi Kedele di Negeri Tahu Tempe

Oleh Sri Endang Susetiawati
Dalam tiga pekan terakhir ini, mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat terpuruk hingga menyentuh angka Rp 12.000,- per dollar AS. Padahal, sebulan lalu, 1 dollar AS masih diperdagangkan pada kisaran angka di bawah Rp 10.000.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), pada saat yang hampir bersamaan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus angka di bawah 4000, atau terendah dalam 3 tahun terakhir.  Padahal,  di awal tahun ini, IHSG bahkan sempat memecahkan rekor angka 5000, atau tepatnya 5010,907 pada 19/4/2013, atau angka tertinggi sepanjang sejarah kehadiran bursa saham di negeri ini.
Terpuruknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yang hampir seiring dengan kian melemahnya nilai IHSG sempat mengingatkan kembali peristiwa sekitar 15 tahun lalu ketika Indonesia memasuki krisis ekonomi, kemudian krisis politik yang menyebabkan kejatuhan rezim Orde Baru (Orba).
Meski selalu ditepis oleh pemerintah, bayang-bayang krisis ekonomi…

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…