Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Rembuknas Resmi Ditutup, Apa Hasilnya?

DEPOK, KOMPAS.com - Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) telah resmi ditutup, Selasa (28/2/2012) sore, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Dalam dua hari pelaksanaan, apa hasilnya?

Kegiatan rutin tahunan Kemdikbud ini diisi dengan membahas sejumlah topik pendidikan terhangat bersama pengelola pendidikan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Dari kesimpulan yang dipaparkan oleh semua komisi, sejumlah program dan kebijakan masih memiliki kelemahan dalam segi penyajian data yang akurat. Di luar itu, Kemdikbud juga perlu menguatkan koordinasi di level internal dan bersinergi dengan pemangku kebijakan di level
daerah untuk mengatur regulasi yang tepat.

Contohnya, kesimpulan Komisi 2 dengan topik peningkatan layanan pendidikan dasar bermutu dan kesimpulan Komisi 3 yang membahas topik pelaksanaan pendidikan menengah universal. Dari hasil yang dipaparkan diketahui, masalah utama yang dihadapi dua komisi itu adalah belum adanya data akurat berbasis peserta didik, dan satuan pendidikan.

Dalam sejumlah kasus, masih ditemui ada penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang belum tepat sasaran. Padahal, seyogianya data penerima BSM disajikan "by name by address" yang mengacu pada prinsip ramah sosial dengan tujuan akhir dapat membebaskan siswa miskin  dari biaya operasional.

Lebih jauh Komisi 2 menilai, Kemdikbud mengalami kesulitan menyajikan database yang terkait posisi/status sekolah rusak, dan berapa banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan.

Selain itu, sistem pembelajaran saat ini juga dianggap masih belum efektif karena pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) belum tergambar secara menyeluruh. Khususnya di jenjang pendidikan dasar (SD/SMP). Komisi 2 beranggapan perlu adanya pelatihan tentang  sistem pembelajaran yang aktif termasuk mengembangkan pengetahuan lingkungan.

Peserta lainnya, yang tergabung dalam Komisi 6 membahas topik tentang desentralisasi pendidikan, penguatan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan penjaminan mutu pendidikan.

Terkait desentralisasi pendidikan, Komisi 6 menilai, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus lebih tegas melakukan koordinasi untuk meninjau kembali peraturan perundang-undangan dan melakukan pendataan guru secara internal, tidak hanya antar Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) tapi juga dengan Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi.

Sementara untuk penguatan RSBI, Komisi 6 menyayangkan adanya permasalahan hukum yang tumpang tindih dan tidak mendukung.

Komisi 6 beranggapan, seharusnya Peraturan Pemerintah No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bisa memperjelas kewenangan di setiap levelnya.

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah memberikan keleluasaan sekolah untuk melakukan seleksi murid, pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi pembuatan KTSP, pemerintah provinsi mengambil alih penyediaan sarana dan prasarana, serta dana dan kebijakan tetap ada di wilayah pemerintah pusat.

Komisi 1 setelah membahas topik tentang Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal. Para peserta diskusi menilai pemerintah pusat belum maksimal bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan pelatihan guru pendamping PAUD yang berijazah SMA/sederajat.

Masih terkait PAUD, Kemdikbud juga dinilai perlu mengatur regulasi yang lebih jelas tentang penyelenggaraan PAUD terpadu. Karena regulasi  yang ada selama ini secara tidak langsung masih menciptakan perbedaan kesejahteraan antar lembaga PAUD, dan berimplikasi pada kesejahteraan pengawas serta penilik PAUD itu sendiri.

Catatan : Hasil Rembuknas 2013 dapat dilihat dan diunduh di sini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangkitnya Ekonomi Syariah, Saatnya Dukung Nyata Bebas Bunga

Oleh Sri Endang Susetiawati Perkembangan ekonomi syariah, kini telah memasuki babak baru, di mana kehadirannya kian diperhitungkan di dunia. Adiwarman A. Karim menyebutnya sebagai kebangkitan ekonomi dan keuangan  syariah di dunia yang ditandai oleh adanya tiga indikator penting. Pertama, semakin besarnya volume dan transaksi bisnis berbasiskan syariah; kedua, semakin menguatnya pembangunan infrastruktur kelembagaan yang mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah; dan ketiga, penyebaran institusi keuangan syariah yang semakin meluas ke berbagai belahan dunia. Pada indikator pertama, berdasarkan data dalam Ten-Year Framework and Strategies (IFSB, 2007), volume dan transaksi bisnis berdasarkan prinsip syariah secara global telah mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20 % per tahun. Pada kurun waktu ini, terdapat 284 institusi keuangan syariah yang mengelola dana lebih dari US$ 350 milyar, dan beroperasi di 75 negara di dunia. Sekitar USS 300 milyar tertanam di perbankan syaria…

Ironi Kedele di Negeri Tahu Tempe

Oleh Sri Endang Susetiawati
Dalam tiga pekan terakhir ini, mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat terpuruk hingga menyentuh angka Rp 12.000,- per dollar AS. Padahal, sebulan lalu, 1 dollar AS masih diperdagangkan pada kisaran angka di bawah Rp 10.000.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), pada saat yang hampir bersamaan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus angka di bawah 4000, atau terendah dalam 3 tahun terakhir.  Padahal,  di awal tahun ini, IHSG bahkan sempat memecahkan rekor angka 5000, atau tepatnya 5010,907 pada 19/4/2013, atau angka tertinggi sepanjang sejarah kehadiran bursa saham di negeri ini.
Terpuruknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yang hampir seiring dengan kian melemahnya nilai IHSG sempat mengingatkan kembali peristiwa sekitar 15 tahun lalu ketika Indonesia memasuki krisis ekonomi, kemudian krisis politik yang menyebabkan kejatuhan rezim Orde Baru (Orba).
Meski selalu ditepis oleh pemerintah, bayang-bayang krisis ekonomi…

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…