Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Daftar Nama Guru Lulus UKA 2012

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Nomor 12344/J/KP/2012 tanggal 16 Maret 2012 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2012, dengan ini diumumkan peserta yang dinyatakan lulus UKA dan berhak mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) tahun 2012 sebanyak 248.733 orang.
Nama-nama peserta yang lulus UKA dapat dilihat berikut ini, Klik daftar kelulusan UKA.

Jakarta, 18 Maret 2012

249.001 Guru Lolos UKA, Kuota Menuju Sertifikasi Belum Terpenuhi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengeluarkan hasil uji kompetensi akhir (UKA) sertifikasi guru. Sedikitnya, ada 249.001 guru yang dinyatakan lolos UKA. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, kuota 250.000 yang tersedia tidak terpenuhi menyusul banyaknya guru yang tidak lolos UKA.

"Ada juga yang tidak lolos. Tidak semua kuota itu bisa dipenuhi," kata Nuh, Senin (20/3/2012) di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Anggota DPR: Larangan Pungutan Liar di Sekolah Tidak Efektif!

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyesalkan tidak efektifnya pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 60/2011 tentang larangan pungutan karena berbagai pungutan di sekolah-sekolah saat ini justru semakin parah.

"Ini artinya Permendikbud tersebut diabaikan oleh sejumlah sekolah. Bahkan, pungutan tersebut tidak hanya terjadi pada saat tahun ajaran baru, seperti pernyataan Menteri sendiri, tetapi juga terjadi menjelang persiapan Ujian Nasional dan akhir tahun ajaran," ujarnya di Jakarta, Senin.

FSGI: Ingin Lulus UKA, Guru Diminta Setor 1 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses Uji Kompetensi Awal (UKA) yang dijalani guru-guru honorer dinodai oleh tindakan pungutan liar. Berdasarkan laporan yang diterima Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), banyak yang melaporkan adanya pungutan kepada peserta uji kompetensi yang diduga dilakukan sejumlah oknum di jajaran dinas pendidikan daerah.
Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listiarti mengatakan, ada beberapa guru di wilayah DKI Jakarta yang melaporkan praktik pungutan itu. Umumnya, kata dia, para guru, khususnya guru di sekolah swasta, diminta menyetorkan Rp 1 juta sebagai jaminan kelulusan dalam proses UKA.

Mendikbud: Lawan Pungutan Liar, Guru Jangan Mau Dibodohi!

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta kepada semua pihak untuk menolak praktik pungutan liar yang terjadi di dunia pendidikan. Penolakan dan aksi melawan pungutan liar, kata dia, menjadi simbol memerangi praktik pungutan liar agar tidak terus "membudaya" di masa yang akan datang.

Saat ini, Nuh mengatakan, Kemdikbud melalui Inspektur Jenderal (Irjen) tengah menyusun strategi untuk memerangi pungutan liar atas nama apapun. Baik itu dalam hal uji kompetensi guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan program-program lainnya.

Maret Ini, Dana BOS SMA Cair

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan operasional sekolah bagi siswa SMA sederajat segera cair bulan Maret ini. BOS dari pemerintah pusat ini untuk mendukung dirintisnya pendidikan menengah universal.
”Tadinya direncanakan cair bulan Januari, tetapi ada perbaikan DIPA. Bulan Maret ini sudah bisa disalurkan ke sekolah-sekolah,” kata Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Minggu (4/3/2012).

Dugaan Adanya Pungutan Agar Lulus UKA, Muncul di Berbagai Daerah

MEDAN, KOMPAS.com - Laporan adanya aparat dinas pendidikan yang meminta uang dari para guru agar lulus ujian kompetensi awal bermunculan di Sumatera Utara. Pungutan serupa muncul di daerah lain pada guru yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi.

Ketua Gabungan Pendidik dan Tenaga Pendidik Sumatera Utara FJ Pinem, Jumat (2/3), mengatakan, laporan baru muncul dari Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

”Yang diminta pembayaran adalah para guru sekolah dasar yang sudah dua kali tidak lulus sertifikasi,” tuturnya.

Pemerintah Siapkan Rp 30 Triliun, Bantuan Dana Bagi Siswa Miskin

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan bagi siswa SD yang miskin akan disalurkan lewat kantor pos. Bantuan ini diberikan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak agar siswa miskin tetap bisa bersekolah dan tidak putus sekolah.
”Besarnya bantuan masih akan dihitung, begitu pun banyaknya siswa miskin penerima bantuan masih diverifikasi,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, Rabu (29/1/2012). Adapun bantuan untuk siswa SMP yang miskin sementara ini direncanakan disalurkan lewat sekolah.

UKA Dinilai Langgar UU dan PP, Presiden Diminta Tegur Mendikbud

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR RI Rohmani meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh terkait uji kompetensi sebagai syarat awal mendapatkan sertifikasi profesi guru. Menurutnya, persyaratan ini melanggar peraturan.
"Karena hal tersebut jelas melanggar peraturan dan telah menimbulkan keresahan," ujar Rohmani, Rabu (29/2/2012), di Jakarta.

Minat Baca di Indonesia Rendah, 1 Buku Dibaca 80 Ribu Orang

JAKARTA, KOMPAS.com -- Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Kondisi saat ini tercatat satu buku dibaca sekitar 80.000 penduduk Indonesia.
Angka produksi buku di Indonesia sampai saat ini masih belum membanggakan. "Kita masih setara dengan Malaysia dan Vietnam, padahal jumlah penduduk Indonesia lebih banyak. Kondisi ini tidak masuk akal," kata Direktur Eksekutif Kompas Gramedia, Suwandi S Subrata, dalam jumpa pers usai pembukaan Gramedia Fair di Istora Senayan Jakarta, Rabu (29/2/2012).