Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Dahlan Iskan: Indonesia Sudah Kalahkan Ekonomi Belanda, 2 Tahun Lagi Kalahkan Ekonomi Spanyol


Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan, bahwa tingkat ekonomi Indonesia sudah bisa mengalahkan ekonomi Belanda yang pernah menjajah Indonesia selama ratusan tahun.

"Kita bisa mengalahkan Belanda sejak 2011 karena produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat itu sudah 800 miliar dolar AS lebih, sedangkan PDB Belanda hanya 700 miliar dolar AS lebih," katanya di Surabaya, Sabtu (5/5).

Ia mengemukakan, hal itu dalam dialog "Public Figure on Talk" bertajuk "Optimisme Pemuda Menuju Indonesia Bersinar" yang digelar BEM ITS dan dihadiri lebih dari 1.600 mahasiswa serta perwakilan mahasiswa dari ITB, UGM, Unair, dan sebagainya.
Dalam acara yang dibuka Pembantu Rektor I ITS Prof. Dr.Ing. Herman Sasongko itu, mantan Dirut PT PLN itu menyatakan prestasi itu sangat bersejarah meski tidak dirayakan seperti di Cina. "Indonesia yang dijajah ternyata bisa balas dendam secara luar biasa, bahkan tahun depan kapitalisasi pasar modal Indonesia sudah bisa mengalahkan Singapura. Dua tahun lagi, kita bisa mengalahkan ekonomi Spanyol," katanya.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi nasional yang terus positif di atas 6 persen per tahun bukan hal yang mustahil akan dapat menyejajarkan Indonesia dengan ekonomi negara-negara maju dalam beberapa tahun ke depan. "Cina itu berpenduduk besar dan miskin, tetapi mereka sanggup mengalahkan ekonomi Jepang pada dua tahun lalu. Dari segi penduduk dan jumlah penduduk miskin tidak jauh berbeda dengan kita, tapi kenapa Cina bisa lebih maju?" katanya.

Menurut dia, kunci kemajuan Cina itu tak lain optimisme. "Untuk menumbuhkan optimisme itu mereka selalu merayakan kemenangan saat mampu mengalahkan ekonomi Inggris, Jerman, dan dua tahun lalu mengalahkan ekonomi Jepang. Cina-Jepang itu 'musuhan' seperti Indonesia-Belanda," katanya.

Bahkan, China diramalkan akan mengalahkan Amerika dan tingkat perekonomiannya akan menjadi terbesar di dunia pada tahun 2016.

"Bagaimana dengan Indonesia, menurut saya, kita punya potensi seperti itu karena PDB Indonesia di tingkat ASEAN sudah mencapai 51 persen dan sisanya dibagi untuk 10 negara ASEAN lainnya. Jadi, ekonomi Indonesia tidak bisa diremehkan," katanya.

Namun, kata Dahlan, tingkat perdagangan Indonesia di ASEAN masih nomor empat, perdagangan dengan Selandia Baru, Australia, Jepang, dan Amerika juga masih nomor empat dibandingkan dengan perdagangan dari negara lain. "Kita bisa menaikkan peringkat perdagangan itu menjadi nomor satu, tentu secara bertahap dengan fokus ke peringkat ketiga lebih dulu. Caranya, kita harus melakukan sejumlah hal konkret," katanya.

Hal konkret itu, antara lain merebut potensi sarang burung ke Cina yang bernilai Rp25 triliun dengan memenuhi syarat ke Cina, yakni jangan menggunakan bahan kimia dan mempertahankan kualitas tanpa bahan kimia.

"Untuk ekspor sawit yang kita masih dikalahkan Singapura juga akan dapat kita rebut. Caranya, saya akan menggabungkan tujuh BUMN sektor perkebunan sawit dalam dua tahun ke depan. Kalau DPR setuju, maka kita akan menjadi pemilik perkebunan sawit terbesar di dunia," katanya.

Selain itu, pihaknya akan menggenjot perekonomian dengan membangun pelabuhan besar di Tanjung Kuala dan Dumai agar kapal besar bisa masuk sehingga Indonesia bisa memasarkan minyak sawit dengan kapal besar ke Singapura secara langsung atau bahkan tanpa lewat Singapura juga bisa. 

"Lebih dari itu, kita harus menularkan optimisme seperti yang dilakukan rakyat Cina karena sesungguhnya kita punya potensi, tapi kita belum memiliki optimisme. Kalau kita menyaksikan media, negara kita digambarkan seperti hancur-hancuran. Karena itu, kita harus menularkan optimisme dan menghindari pergaulan dengan mereka yang dipenuhi rasa pesimisme," katanya. (Ant)
Baca Juga

Komentar

  1. Semoga saja sistem kita tidak riskan dengan semua pikiran-pikiran terbaiknya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).