Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Tinjauan Buku “Lumpur Lapindo File, Konspirasi SBY-Bakrie”: Konspirasi Bohongi Rakyat, Bobol Uang APBN

Judul Buku: Lumpur Lafindo File, Konspirasi SBY-Bakrie Penulis: Ali Azhar Akbar (Alumni Teknik Perminyakan ITB) Penerbit: IndoPetro Publishing, Cetakan Kedua pertengahan Mei 2012 Jumlah Halaman (Plus Lampiran) : 467 halaman
Buku “Konspirasi SBY-Bakrie” merupakan sebuah rekaman sejarah tentang industri hulu migas yang tidak dijalankan dengan baik, berdasarkan prinsip good corporate, dan good governance. Banyak fakta menunjukkan bahwa semburan Lumpur Lapindo yang terjadi sejak 29 Mei 2006 bukanlah merupakan bencana alam, akan tetapi dampak dari kesalahan manusia yang dilakukan secara sengaja dan berlangsung secara terus-menerus, operational default .

Cerpen : Suamiku, Selingkuhanku

Oleh Srie Entah, apa yang terjadi pada diri ini. Ada gairah baru. Senyum sesekali mengembang di bibirku yang mungil. Mataku menjadi lincah laksana ingin menyapa seluruh isi rumah yang tampak mengamatiku dengan penuh kagum. Yah, aku telah menemukan kembali masa-masa remajaku dulu.

Kumandang Adan Pitu

Dari Stasiun Prujakan, aku butuh waktu 20 menit untuk sampai di suatu tempat yang aku tuju, dengan berjalan kaki. Di tempat itu, ada lapangan terbuka yang cukup luas, dengan jalan beraspal yang mengelilinginya.