Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Saweran KPK

Bung! Saweran itu, adalah suara kami...
Suara yang kian serak Untuk mereka yang berwajah sengak.. Mata, penuh katarak.. Bertelinga, tapi pekak.. Di negeri yang banyak manusia congkak
Kami teriak.. Karena muak!

Kutampar Jihadmu

Oleh Sri Endang Susetiawati Angin kemarau berhembus di saat malam mulai memasuki dini hari. Laras terbangun. Kedua matanya terus menatap ke arah Latifah, anaknya yang masih tertidur pulas di atas ranjang yang mulai terlihat kusam. Bibir Laras tersenyum. Tangan kanannya mengusap-usap wajah dan rambut sang balita dengan lembut. Lalu, ia berdiri. Ia tinggalkan Latifah agar dapat terus menikmati mimpinya yang indah. Lampu ruangan masih menyala. Langkah demi langkah, ia ayunkan kaki ke arah panggilan suara di bagian depan rumah. Suara berbisik, kembali ia dengar. “Sayang.... datanglah...” Laras tertegun. Matanya hampir tak percaya atas apa yang terlihat di depannya. Seseorang yang sangat ia kenal telah berdiri membelakangi pintu. Dari kedua bibir yang melekat di bagian wajahnya yang terlihat pucat, suara itu kembali memanggilnya dengan ramah.