Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

SBY: 10 Tahun Lagi, Indonesia Menjadi Negara Maju

Oleh Srie Untuk kesekian kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan optimismenya tentang masa depan Indonesia. Saat berada di New York, Amerika Serikat terkait lawatannya ke forum Sidang Majelis Umum PBB, SBY menyatakan keyakinannya bahwa 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu negara maju di dunia.

Akibat Ijazah Palsu, Semua Ijazah Guru di Banten Diverifikasi Ulang

TEMPO.CO,Jakarta- Setelah ditemukannya enam guru yang terbukti memalsukan ijazah dalam proses sertifikasi guru di Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Provinsi Banten akan melakukan verifikasi ulang ijazah S1 para guru, baik yang lulus maupun yang masih mengikuti proses sertifikasi guru, di Provinsi Banten. Dinas Pendidikan akan melakukan konfirmasi ulang ke pihak perguruan tinggi. "Verifikasi ijazah akan dilakukan terhadap guru yang belum sertifikasi maupun guru yang sudah melaksanakan sertifikasi. Semua akan kami periksa silang ijazahnya ke perguruan tinggi bersangkutan," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina, Selasa, 25 September 2012.

Satu Lagi, Pelajar Tewas Akibat Tawuran!

Oleh Srie Satu lagi, seorang pelajar tewas akibat tawuran yang terjadi siang hari ini, di Jl. Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Pihak kepolisian sektor (Polsek) Tebet telah memastikan, korban yang tewas adalah Deny Januar (17), siswa SMA Yayasan Karya 66 atau biasa disebut SMA Yake. "Korban atas nama Deny Januar, kelahiran Jakarta 3 Januari 1995. Deny beralamat di Jl Manggis 1 RT 4/2 No 2 Manggarai Selatan," kata Kasi Humas Polsek Tebet Aiptu Broto Suwarno di lokasi kejadian, Rabu (26/9).

Menkeu: Indonesia, Bisa Jadi Ekonomi Ke-6 Terbesar Dunia

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, ekonomi Indonesia bisa masuk menjadi tujuh besar dunia dengan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dan melakukan efisiensi dalam bidang energi. "Saya sependapat, Indonesia kalau bisa mempertahankan pertumbuhan dan pembangunannya, kita bisa masuk enam atau tujuh besar negara terbesar," ujarnya di Jakarta, Selasa malam. Menkeu mengatakan tantangan yang dihadapi pemerintah untuk mewujudkan target tersebut adalah pengelolaan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan adanya produktivitas sektor pertanian.

MGI: 2030, Ekonomi Indonesia Kalahkan Inggris dan Jerman

JAKARTA- McKinsey Global Institute (MGI) memperkirakan pada 2030 Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh di dunia.  Perusahaan konsultan manajemen global tersebut memprediksi, ekonomi Indonesia akan mengalahkan Jerman dan Inggris sebagaimana diulas dalam laporannya bertajuk The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential.Posisi Indonesia berada di bawah China, Amerika Serikat,India,Jepang, Brasil,dan Rusia. Direktur MGI Richard Dobbs mengatakan, jejak rekam ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat luar biasa,namun kurang mendapat apresiasi.

Agar Lulus Remedial Ujian Sertifikasi, Guru di Garut Wajib Setor Upeti

TEMPO.CO,Garut- Program sertifikasi guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga diperjualbelikan. Tarif yang ditawarkan berkisar antara Rp 500 ribu-Rp 1 juta setiap orang. Harga ini disodorkan kepada para guru yang tidak lulus dalam ujian sertifikasi pada 2012 ini. "Upeti ini sifatnya wajib bagi guru yang mengikuti remedial (ujian ulang) yang kedua," ujar Engkus, salah seorang guru yang enggan untuk menyebutkan sekolah tempatnya mengajar, kepadaTempo, Senin, 17 September 2012.

Aliansi Mahasiswa Keguruan Gugat PPG Ke MK

TEMPO.CO,Jakarta- Aliansi Mahasiswa Keguruan bersiap mengajukan permohonan uji materi Pasal 9 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terkait diberlakukannya Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada 2013. Sesuai UU itu, tahun depan, semua orang harus melalui pendidikan profesi guru terlebih dulu untuk jadi guru. Pendidikan profesi ini mirip dengan profesi dokter. "Kami mahasiswa IKIP tidak akan bisa mengajar bila tidak ikut PPG," kata Koordinator Aliansi Mahasiswa Keguruan Nusantara, Achmad Ridlo, kepadaTempo, Jumat, 14 September 2012.

Film "Omar" (Umar Bin Khaththab) Tayang Ulang Di Televisi

Oleh Srie Apakah selama bulan Ramadhan kemarin, anda sempat menyaksikan sebuah film berseri tentang Omar atau Umar Bin Khaththab yang tayang saat waktu sahur di MNC TV? Jika belum sempat melihat, atau masih penasaran untuk menyaksikannya lagi, kita dapat menyaksikan tayangan ulang film ini di televisi yang sama pada setiap hari Sabtu dan Minggu, pukul 17.00, mulai kemarin. Kehadiran tayangan Film Omar telah menyita perhatian banyak kalangan. Termasuk saya, bersama keluarga, yang hampir tak pernah absen menonton pada sekitar pukul 04.00 pagi, di saat waktu sahur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah merekomendasikannya sebagai tayangan yang sangat baik dan sarat dengan tuntunan. Di tengah masih minimnya acara TV yang bersifat edukatif dan menarik, saya menganggap film Omar memang sangat baik, berbobot dan bermanfaat . Film yang dibuat di Mesir dan Suriah dengan melibatkan ribuan personel dan menghabiskan hampir setengah trilyun rupiah ini memang layak ditonton. Film in…

Anak-Anak Dalam Lingkaran Kemiskinan

Oleh Srie Waktunya, lebih dari sebulan yang lalu. Hari menjelang siang di kala angin masih membawa pesan Ramadhan. Kusapa mereka. “Apa kabar kalian?”. “Baik, bu,” jawabnya serempak, namun datar. Tak lupa, saya berikan senyum pada mereka yang sedang mengikuti pelatihan lifeskill, untuk anak-anak putus sekolah, yang diadakan oleh PKBM di daerahku. Kutatap puluhan pasang mata anak-anak berusia belasan tahun itu, satu per satu. Mereka, banyak yang langsung menunduk, lalu alihkan perhatian pada kedua tangannya. Pertanda malu atau seolah mengangggapku tidak ada di hadapannya?

Cagub Kalah, Bukan Kiamat Bagi Rakyat

Oleh Srie Tidak ada faktor tunggal dalam politik. Pilkada adalah peristiwa politik, di mana beragam faktor turut berpengaruh. Ada syahwat kekuasaan, ambisi, motif ekonomi, kekayaan, adu gengsi, balas dendam, katarsis kekecewaan, sentimen kolektivitas, sikap primordialisme, dan lain-lain. Apa yang terjadi dengan Pilkada DKI Jakarta, terutama pada putaran pertama? Secara umum, Pilkada di ibukota negeri ini tak ada bedanya dengan pilkada-pilkada lainnya di sejumlah daerah di Indonesia. Sebuah peristiwa politik, di mana masing-masing calon kepala daerah dan para pendukungnya berusaha untuk bersaing dalam memenangkan kursi kekuasaan.

Stigma Politik ORBA: SARA, EKA, EKI dan ELI

Oleh Srie Di zaman Orde Baru (ORBA), stigma politik ternyata tidak hanya SARA, yang merupakan sebuah akronim dari “Suku, Agama, Ras dan Antar golongan”. Dalam doktrin rezim ORBA, masih ada lagi stigma politik lainnya, yang merupakan pelengkap dari stigma SARA. Antara lain, adalah stigma politik “EKA, EKI dan ELI”. Apa itu EKA, EKI dan ELI? Kalau masih sempat, tengoklah kembali buku-buku panduan penataran P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Penataran Kewaspadaan Nasional (TARPADNAS). Kedua penataran tersebut, diklaim sebagai bagian dari indoktrinasi ideologi Pancasila.

Indonesia Makin Sexy, MIST Geser BRIC

Oleh Srie Setelah sukses memperkenalkan akronim BRIC(Brazil, Rusia, India, China, atau BRICS plus South Africa), sejak tahun 2001 lalu, Jim O’Neill, pimpinan Goldman Sachs Asset Management, sebuah perusahaan yang mengelola dana investasi global yang berkantor di New York, Amerika Serikat, kini memperkenalkan akronim baru, yaitu MIST (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki). MIST, adalah negara-negara yang tergolong pada empat pasar terbesar dalam Goldman Sachs N-11 (Next 11) Equity Fund.MIST menyumbang sekitar 73 persen dari PDB N-11 tahun lalu.Selain MIST, kelompok N-11 meliputi Bangladesh, Mesir, Nigeria, Pakistan, Filipina, Vietnam dan Iran. Untuk Iran, Goldman Sachs tidak menginvestasikan dananya ke negeri Persia tersebut, karena pasarnya tidak terbuka untuk investor asing.

SARA, Stigma Politik dan Pilkada

Oleh Srie  SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) sejatinya adalah bagian dari fakta sejarah atas berdirinya republik ini. Indonesia lahir dari rahim kebhinnekaan, di mana SARA merupakan salah satu bagian terpenting dari komponen kemajemukan sebuah bangunan bangsa. Adalah hampir tidak mungkin semboyan Bhinneka Tunggal Ika akan lahir bila SARA dinafikkan oleh para pendiri negeri ini. Ke-Ika-an akan menemukan maknanya yang berarti di atas hamparan ke-Bhinneka-an. Jadi, sesungguhnya tidak ada masalah dengan SARA, bahkan dalam konsep sebuah negara yang dibangun diatas landasan Bhinneka Tunggal Ika. Lantas, mengapa kini SARA mencuat kembali menjadi sesuatu yang seolah hendak diingkari?