Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

SBY: 10 Tahun Lagi, Indonesia Menjadi Negara Maju



Oleh Srie
Untuk kesekian kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan optimismenya tentang masa depan Indonesia. Saat berada di New York, Amerika Serikat terkait lawatannya ke forum Sidang Majelis Umum PBB, SBY menyatakan keyakinannya bahwa 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu negara maju di dunia.
“Dalam satu dekade ke depan, Indonesia akan naik kelas dari emerging countries menjadi salah satu negara maju di dunia,” kata SBY di sela sarapan bersama warga diaspora Indonesia di New York,, Kamis pagi (27/9) waktu setempat, dikutip di sini.
Dikatakannya, untuk dapat memastikan hal ini terwujud, Indonesia harus menuntaskan tiga agenda besar. Yaitu, pertama, Indonesia harus terus melakukan transformasi pasca reformasi dan mematangkan demokrasi.
Kedua, menjaga momentum dan tidak menyia-nyiakan kesempatan saat sekarang Indonesia berada dalam keadaan yang baik, pasca krisis multidimensi luar biasa tahun 1998, dan lima tahun kemudian ketika menghadapi situasi yang terus memburuk.
Ketiga, pembenahan agar transformasi Indonesia berjalan menuju arah yang benar, agar prestasi yang diperoleh saat ini tidak terhalangi oleh sejumlah masalah yang baru.
Jika ini semua dilakukan dengan baik, maka dalam satu dekade ke depan, impian (Indonesia) untuk menjadi negara maju bisa tercapai,” tegas SBY.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-16 perekonomian terbesar dunia dengan PDB sebesar 845 miliar dollar AS, atau pendapatan perkapita 3.760 dollar AS. Dengan predikat sebagai salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dan penerima investasi terbesar di dunia yang tergabung dalam MIST N-11 menurut Goldman Sachs, maka tahun 2013, PDB Indonesia akan tembus 1 triliun dollar dengan GNP di atas 4.000 dollar AS.
Menurut McKinsey Global Institute (MGI), diperkirakan, dalam tahun 2025-2030, Indonesia akan mengalahkan ekonomi Inggris dan Jerman, hingga menempati posisi keenam atau ketujuh di dunia di bawah China, AS, India, Jepang, Brasil dan Rusia. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, saat itu PDB Indonesia di atas 4,5 triliun  dollar dan GNP di atas 16.000 dollar AS.
Agaknya, optimisme mengenai masa depan Indonesia bukan hanya milik SBY saja. Dalam sebuah acara The Economic Chalange di Metro TV semalam (27/9), Peraih Nobel Ekonomi tahun 2011, Thomas J Sargent, memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dibandingkan negara asalnya, Amerika Serikat (AS).
Bahkan, melihat kinerja ekonomi Indonesia yang begitu bagus, Sargent siap belajar atas kesuksesan Indonesia, lalu akan membagi pengalamannya kepada mahasiswa di kampus di mana ia mengajar.
“Saya hanya seorang professor, saya akan sampaikan hal ini kepada para mahasiswa,” ujar Profesor Ekonomi, di New York University, seperti dikutip di sini.
Sargent mengatakan, sepanjang dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan AS. Dengan pertumbuhan di atas 6 persen per tahun, ekonomi Indonesia tumbuh jauh meninggalkan AS yang hanya 1-2 persen per tahun.
Ekonomi Indonesia, lanjutnya, juga dianggap relatif aman terlihat dari belanja pemerintah, neraca keuangan Indonesia, serta rasio utang perbankan nasional. Sesuatu yang dikatakannya, tidak banyak dilakukan oleh pemerintah di negaranya.
“Saya hanya bertanya, dan mereka secara teknis sangat baik. Membuat saya optimis dengan negara Indonesia ini,” kata Sargent di Jakarta, Rabu (26/9).
SBY begitu optimis, sejumlah pengamat, bahkan peraih hadiah Nobel Ekonomi pun ikut optimis tentang masa depan Indonesia. Bagaimana dengan pendapat Anda? ***[©Srie]



Baca Juga

Komentar

  1. dakhrul,greata dan igun dari kelas VIII E smpn 1 kalimanggis: saya setuju dengan Kedua, menjaga momentum dan tidak menyia-nyiakan kesempatan saat sekarang Indonesia berada dalam keadaan yang baik, pasca krisis multidimensi luar biasa tahun 1998, dan lima tahun kemudian ketika menghadapi situasi yang terus memburuk.

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).