Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Ganti Kurikulum Baru, Anggaran Biaya Rp 171 Miliar


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan pada tahun 2013 mendatang. Besarnya anggaran pergantian kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 sebesar 171 Miliar.
“Pergantian kurikulum pendidikan nasional itu tidak gratisan. Saya berharap besarnya anggaran penyempurnaan kurikulum pembelajaran dan pembukuan dalam rangka penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 berbanding lurus dengan output yang akan didapatkan,” kata Anggota Komisi X DPR Herlini Amran, Senin (26/11/2012).

Tahun 2012 dianggarkan sebesar 171 Miliar di Direktorat Badan Penelitian Dan Pengembangan dan rencananya akan disusulkan ditingkatkan sebesar 179 Miliar lagi pada tahun 2013 oleh Kemendikbud.
Herlini meminta Mendikbud memberikan laporan evaluasi perkembangan kurikulum pendidikan yang lalu kepada Panja Kurikulum Komisi X DPR sebelum menjelaskan kepada publik setiap hasil penelitian kurikulum, sekolah rintisan kurikulum, model kurikulum, dan bahan kebijakan yang dibiayai anggaran tersebut.
“Ini menjadi penting sebagai evaluasi bahwa KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) memang telah diteliti layak disempurnakan,” ujarnya.
Politisi PKS ini melanjutkan jika evaluasi berbasis riset itu tidak dilakukan, ia khawatir terjadi malkonsepsi penyusunan kurikulum. Bisa saja produk akhirnya prematur lagi seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya.
“Atau mungkin benar adanya, kurikulum baru itu, ya proyek buku baru Kementerian. Lah wong, Pusar Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) kemarin menyatakan bukunya sudah siap dicetak. Padahal belum ada evaluasi kurikulum lama, begitupun kurikulum baru belum di uji publik dan sempurnakan lebih lanjut,” ujarnya.
Herlini berharap masyarakat memiliki keinginan yang sangat kuat untuk segera menyempurnakan kurikulum KTSP. "Saya siap menagih janji Kemendikbud yang akan melahirkan kurikulum baru yang mengutamakan karakter atau penguatan moral ketimbang nilai,” tandasnya.
BERITA LAINNYA
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
Baca Juga

Komentar

  1. kalau diganti kurikulumnya pasti banyak juga daftar maupun kegiatan yang dirubahh,,

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).